Andri kembali sambil menenteng plastik bening berisi kotak makanan. Dari baunya Raka menebak itu adalah bubur ayam. Senyum bahagianya tersungging kecil, ternyata Tiara masih mengingat menu sarapan kesukaannya. "Nyo bubure. (Nih buburnya.)" kata Andri mengangsurkan kantong plastik itu kepada Tiara. Sesuai pesanan adiknya itu, bubur ayam. Kalau ada bubur ayam, kalau tidak ada bubur, soto juga tidak apa-apa. Tapi usahain bubur ayam dulu Mas. Begitu ucap Tiara yang menggunakan bahasa jawa saat memberikan perintah padanya tadi. Andri sampai harus berkeliling pasar hingga sampai ke depan kantor polisi untuk mendapatkan bubur itu. "Suwun ya, Mas. (Makasih ya, Mas.)" "Iyo. (Iya.)" Andri lalu beralih menatap Raka yang duduk di atas pembaringan. "Gimana, Mas? Udah enakan?" Raka mengangguk samb

