"Ngomong apa dia tadi?" tukas Raka ketika Andri dan Heru sudah pergi. Dia tadi melanjutkan sandiwaranya hingga Heru tidak mempunyai kesempatan untuk bicara lagi. Sampai akhirnya mereka berdua pamit pergi karena harus segera kembali ke kantor. Dahi Tiara berkerut, kenapa Raka jadi emosi seperti itu. "Mas Heru maksudnya?" "Kamu panggil dia Mas!" Hati Raka terasa semakin panas. Dirinya belum pernah dipanggil mas, tapi kenapa si Heru itu sudah dipanggil dengan sebutan itu. "Iya, dia kan kakak kelas aku dulu di SMA." jawab Tiara polos. "Kakak kelas atau kakak kelas?" Kerutan di dahi Tiara makin meruncing saat nada suara Raka makin naik. Kesambet apa orang ini, begitu batinnya. " Dia beda setahun sama aku. Dia kelas dua, aku kelas satu. Bener kakak kelas, kan?" Raka mengembuskan napasnya d

