Chapter 24 ** ** ‘’Iyaa…’’ Khadijah terus menyahut kalimat pembuka dari surat yang ditulis oleh jari jemari lentik Husain, yang mungkin juga brasal dari bilik jantung entah yang ke berapa. ‘’Khadijah… Aku… Husain Al-Atas secara tulus dengan hati yang masih mencintaimu berharap hatimu menerima maafku. Aku tau, hatimu itu punya kasih dan cinta yang lebih dari apa yang aku ketahui. Tolong maafkan aku… Maafkan aku, yang dengan sengaja meninggalkanmu tanpa mengucapkan satu kata pun meskipun setidaknya aku bisa mengatakan ‘’Maaf…’’ Kau tau… Bukan hanya hatimu yang tersakiti, bukan hanya kamu yang merasa perih untuk takdir yang ku jalanai beberapa hari terakhir, bukan hanya kamu yang merasa dikhianati. Tapi sama halnya denganku. Khadijah, wanita yang aku gadang – gadang menjad

