Chapter 23 **** Suasana malam hari yang dominan dingin, saat ini cenderung lebih panas, gerah, bulu kuduk yang kerap kali berdiri kini tertidur lelap dibalut peluh disekujur tubuh wanita yang tengah mencari ketenangan dalam dirinya. Gadis itu duduk di depan rumah kecil dengan dua lantai tegap berdiri di atas tanah, dihuni oleh 4 manusia dengan karakter yang banyak rupanya. Ia duduk sambil melihat ke arah jalan raya yang masih sibuk di timpa ban kendaraan besar, sedang, kecil, bahkan yang amat kecil. Wanita itu memandangi ke apapun objek yang melewati dua bola matanya tanpa menemukan titik focus, gadis itu menyesap coklat dingin yang banyak di jual di supermarket baik kota – kota besar maupun kecil, harganya yang murah tak mengurangi kenikmatan Khadijah dalam menikmati dan menyesapny

