Chapter 22 ** * Mata husain membulat seketika melihat Syifa menutupi wajahnya disusul terdengar isak tangis yang lumayan nyaring di telinganya. Tangisan itu mirip dengan tangisan Khadijah ketika mereka pertama kali berjumpa. Tangisan itu sama persis, terdengar punya luka dan duka yang tak bisa diungkap sebab ada alasan yang tak bisa semua orang terima dan tak semua orang paham, tangisan itu mengisyaratkan ketidak bahagiaan seorang Syifa dengannya, tanginsan itu membawa arti luka sebab cintanya tak punya ujung dan malah dituntut untuk membelokan rasa pada orang yang tak didamba. Barangkali semua itu adalah ujian, tapi Syifa masih buta dan termakan ego serta luka dalam jiwanya sehingga ia tak dapat memaknai ujian sebagai ajang kenikmatan dekat dengan Tuhan. Gadis itu masih marah sebab m

