Andai... Andai saat itu, barang kali detik itu, di tempat itu, dalam waktu itu... Mataku tak menemukan sesosok diri mu di hadapan tubuhku Andai kata... Andai kata bibirku yang enggan senyum menawan tak melengkungkan bibir mengajak bercengkrama lewat telepati batin dalam senyum aku dan diri mu ** Chapter 21 ** ‘’Fa!!...’’ ‘’Syifa!!’’ panggil Husain pada wanita yang tengah berlari menuju ke arah mobil yang akan mereka tunggangi untuk pulang. Syifa, gadis cantic dan penuh kelembutan itu tak menggubris. Ia mulai menekan tombol open the door di kunci yang ia genggam dan pintu terbuka otomatis. Dengan cepat dan sergap, Husan segera menyusul masuk di kursi penumpang depan. Keduanya tegang dan dipenuhi amarah serta kebingungan, kekecewaan untuk kebohongan yang sama-sama mereka embunyi

