Chapter 12 ** ** Kesempatan untuk memperbaiki semuanya? Wallahuállam… semoga Tuhan mendengarnya. Di tengah keramaian, aku sengaja menyendiri dari semua kerumunan yang Syifa ciptakan. Aku hanya ingin mengkondisikan jiwa dan tubuhku agar bisa berkompromi tegak lebih lama lagi, sengaja memaksa untuk kuat dan tidak rapuh. Aku menghembuskan nafas dengan amat berat, untuk meringankan beban sejenak meskipun hanya ketenangan sesaat yang aku dapat. Masih dengan helaan nafas yang berat, mataku menatap kearah langit yang sudah menggelap membawa isyarat jika aku berhasil melewati semua kenyataan pahit ini dengan sempurna. ‘’Huh….’’ Nafasku terdengar lebih berat dan menyedihkan dari sebelumnya. Aku ingin menangis, tapi malu terutama pada Husain yang justru hari ini berbahagia. Rasanya sangat tid

