Chapter 31

1053 Kata

Chapter 31 ** ** Marco berdiri sejenak di depan rumah lantai dua dengan design mewah itu, ia berpikir apakah ini sudah saatnya Alex menjadi orang yang baik untuk orang tuanya. Jika ia dan jika gadis itu jalannya, maka ia berkomitmen tak akan menganggu sahabatnya itu dan mendukung selagi itu adalah hal baik. Tapi satu hal yang tidak Marco dukung yaitu jika sahabatnya itu tak lagi loyal kepada temannya ckckck. ‘’Ah leganya…’’ Mengenakan kaos putih dengan celana pas selutut, pria itu berbaring sembali emndesah nyaman karena sudha hampir seharian ia menjadi hacker sekaligus beberapakali bermain game yang menghasilkan uang. ‘’Duit adam mobil ada, motor ada, rumah ada, cewe gak ada wkwkw. Tuhan adil banget, tapi sayangnya gue yang gak ngerti keadilan dan kasih tuhan.’’ ‘’Khadijah…’’ A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN