Chapter 34 ** Ya, beberapa saat setelah berjalan dan berada di depan pintu keluar. Tubuhnya terhurung ke depan namun seseorang menahannya. Ia merasakan seseorang menarik pingganya ke bekalang lalu mengizinkannya bersandar pada d**a bidang seorang yang belum ia tengok wajahnya. Diantara sakit yang menghantam kepalanya, ia berusaha berbalik bersama pandangan mata yang semakin mengkabur. ‘’Akh!’’ ia melenguh kesakitan sembari meremask kepalanya, khimar yang ia gunakan sudah dipenuhi keringat. ‘’Mas Ahmad… Tolong…’’ Si gadis malang tertidur dalam dekapan pria yang mencintainya dalam sekejap, tak perlu mengenal namun cintanya sudah terlihat amat tulus. Ia terjatuh tepat di d**a bidang pria berwajah amat cemas, berusaha membuat wanita itu bangun. Si pira juga sama ketakutannya, tak

