Chapter 35 ** Andaikata semuanya berjalan sesuai keinginan saya, tapi nyataya Tuhan lebih paham apa yang kamu dan saya butuhkan. Saya hanya akan berusaha menjagamu dari kejauhan tanpa membuatmu membenci saya. Mungkin saat kamu bangun, dan saat matamu terbuka. Kamu akan enggan membuka matamu lagi dan memilih menutup matamu rapat sebab saya yang pertama kamu lihat.’’ Nafas pria itu berhembus berat. Terdengar beberapa kali tarikan nafas sesak tak bisa terdefinisikan. ‘’Khadijah… Semoga Tuhan selalu melindungi dan mengurangi rasa sakitmu. Saya berharap dan selalu berdoa semoga Tuhan segera mengangkat luka yang ada dalam dirimu dan segera menggantinya dengan hal yang bahagia. Saya pamit…’’ ‘’Assalamualaikum….’’ **** Aku terbangun dari tidur seklias yang Nampak terpaksakan oleh kead

