part 3 DIA PERGI

1060 Kata
Winter berlari lari sepanjag koridor dia merasa sangat gugup hari ini,bagaimana tidak hari ini adalah hari kelulusan mereka dan hari ini juga dia harus mengatakan seluruh perasaannya kepada pria yang selama ini dia suka. Winter tidak peduli lagi dengan Axel yang akan memarahi dia atau apa yang jelas Winter hari ini akan mengatakannya. “Bara,tunggu sebentar” teriak Winter walaupun dengan nafas nya tersengal Bara membalikkan badannya saat mendengar suara orang memanggilnya,dia berbalik dan menghampiri Winter yang memanggilnya. “Winter,kamu manggil aku?” Winter menatap wajah bara yang tersenyum kepada nya,berbeda dengan Axel yang sangat jarang menebarkan senyumnya,Bara adalah tipikal pria yang selalu tersenyum dan itulah yang membuat Winter jatuh cinta. “iya,ada yang mau aku omongin sama kamu” ucap Winter gugup,perlahan Winter mengeluarkan surat dari saku nya dan memberikan itu kepada Bara “sebenarnya aku suka sama kamu sudah lama Bar,dan baru sekarang aku berani mengatakannya” ucap Winter dia menatap wajah Bara dengan harap harap cemas saat melihat tidak ada reaksi apapun dari wajah Bara. “kamu serius memberikan surat ini ke aku?” tanya Bara sambil menahan tawa nya,Winter pun dengan cepat menarik surat itu dari Bara dan membaca nya. Betapa terkejutnya Winter saat melihat hasil ujian matematika nya lah yang di terima Bara,seandainya hasil ujiannya bagus mungkin Winter tidak semalu ini tapi hasil ujiannya sangat jelek. Winter berbalik dan berlari meninggalkan Bara yang menatap Winter dengan bingung,sedangkan Winter dia merasa sangat malu,bagaimana bisa hasil ujiannya bisa berada di situ dan kemana surat nya.. Brak Winter terjatuh saat dia tidak sengaja menabrak orang lain,dia ingin bangkit tetapi dia merasa sangat malu bahkan hanya untuk mengangkat wajahnya. “kamu nggak papa?” Winter langsung menangkat kepala nya saat dia mendengar suara orang yang paling dia benci,Axel,ya pria itu pasti yang menyembunyikan surat Winter dan mengganti nya dengan hasil ujian matematika untuk membuat nya malu. “kamu kan yang mengganti surat aku dengan hasil ujian ku” ucap Winter Axel menaikkan kepala nya dan menatap Winter dengan bingung “bukan aku” ucap Axel singkat,dia ingin menelungsupkan tangannya dia bawah kaki Winter tetapi Winter dengan cepat mendorongnya “jangan berpura pura Xel,aku tahu itu kamu” ucap Winter marah,dia sangat muak “dari dulu kamu tidak pernah membiarkan hidup aku tenang,kamu selalu berada di dekat aku dan kesialan selalu muncul” Axel masih diam menatap Winter yang mencaci nya “kamu tahu Xell.selama ini aku hidup seperti tanpa emosi dan kamu tahu apa? Karena penyakit ku ini,aku harus menahan semua amarah dan tangisan yang bertahun tahun menumpuk di hati ku” ucap Winter,air mata nya mulai turun menghiasi pipi nya. Dia tidak peduli jika setelah ini dia harus masuk rumah sakit bahkan yang terburuk nya dia tidak selamat,dia tidak peduli Winter sudah menahan semua kemarahan di hati nya bertahun tahun dan sekarang adalah puncak nya dia tidak bisa menahan itu lagi. “kamu selalu menghalangi semua perbuatan dan keinginan aku Xel,dan membuat aku seperti burung yang hidup di sangkar,aku membenci kamu Xell” Winter menutup kedua mata nya pandangannya sudah mulai menggelap dan kesadarannya mulai menipis Axel berjalan mendekati Winter yang menangis dan mengelus rambut Winter pelan “menangislah hari ini,karena setelah hari ini kamu tidak boleh menangis lagi,kamu akan hidup bebas dan penjaga kamu akan pergi” itulah kalimat terakhir yang Winter dengar sebelum kesadarannya menghilang.   *** Winter membuka mata nya dan lagi lagi melihat tangannya yang terbelit selang infus. “syukurlah,kamu sudah bangun sayang?” ucap ayah Winter,dia merasa sangat senang saat melihat anak semata wayangnya itu kembali membuka mata nya. “berapa hari aku nggak bangun ayah?” tanya Winter “sudah 1 minggu kamu koma” balas ayah nya dan membuat Winter terkejut bukan main,belum pernah dia pingsan selama itu. ”kata dokter,penyakit kamu semakin parah karena kejadian itu ,ayah harap kamu tidak mengulangi kejadian seperti kemarin.sekarang tidak ada yang bisa menjaga kamu lagi Winter,ayah harap kamu tetap kuat menjalani semua nya di masa depan” Winter menautkan kedua alisnya bingung “kenapa ayah berkata seperti itu? Kan ada ayah yang bisa menjaga Winter” Ayah Winter hanya menggeleng “Ayah sudah tua sayang,tidak bisa menjaga kamu selalu” ucap ayah Winter,dia memegang kedua tangan anak nya itu dengan lembut “dahulu ayah selalu meminta Axell untuk menjaga kamu,dan ya dia menepati janji nya bahkan sampai hari terakhir dia disini pun dia menempati janji nya” Winter mendengus “ jelas saja dia mau karena ayah selalu memberi dia uang setiap bulan” ucap Winter Ayah nya menggeleng “dahulu ayah dengan ayah nya Axel memiliki bisnis bersama dan pekerjaan ayah sekarang adalah hasil dari usaha kami dari dulu,dari bisnis itu kami memiliki pembagian per bulannya dan itulah yang ayah beri kepada Axel setiap bulannya” Winter terdiam,dia ingat ayah Axel telah meningggal dan baru sekarang dia tahu kalau ayah nya punya usaha bersama dengan ayah Axel “jadi selama ini ayah memberi uang ke Axel bukan karena upah menjaga aku melainkan hasil dari usaha kalian?” tanya Winter,ayah nya mengangguk Winter terdiam,jadi selama ini dia salah paham kepada Axel,Winter kira Axel telah memeras ayah nya selama ini dengan iming iming akan menjaga Winter ternyata dia salah. ** Winter berulang kali melihat ke arah jendela nya sudah 1 minggu dia tidak melihat Axel biasanya pria itu akan datang dan menganggu nya dengan segala ceramah nya.Apalagi sekarang mendekati ujian perguruan tinggi Axel pasti datang untuk menyuruhnya belajar,tapi dia tidak sama sekali menunjukkan dirinya. “kamu lagi lihat apa?” ayah Winter memasuki kamarnya dan duduk di samping Winter “Cuma lihat burung yang lewat yah,oh ya yah Axel kemana? Biasanya dia bakal datang kerumah” ucap Winter penasaran “eh kamu belum tahu?” tanya ayah nya,Winter menautkan alisnya tahu akan hal apa? “Axel memutuskan untuk kuliah di luar negeri,ibu nya ingin dia meneruskan perusahaan ayah nya nanti” Winter membulatkan mata nya terkejut,Axel sama sekali tidak bilang kalau dia akan kuliah di luar negeri,bahkan Winter tidak tahu kalau Axel akan kuliah disana,Winter kira Axel akan selalu menemaninya. “waktu kamu koma kemarin dia berpamitan akan berangkat” sambung ayah nya lagi,Winter terdiam sekarang dia tahu kenapa Axel tidak pernah menampakkan dirinya lagi,dia pergi bahkan Axel tidak repot repot untuk menunggu Winter bangun. Winter tertawa dalam hati sekarang dia bisa bebas terbang kemana pun tanpa ada sangkar yang membatasi nya lagi,tidak ada lagi yang membuat kesialan Winter datang dan sekarang Winter bisa pergi kemana pun.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN