Winter memakan ice cream nya dengan riang,hari ini dia diterima di universitas impiannya,setelah perjuangan belajar dari siang ke malam akhirnya dia bisa di terima di universitas impiannya.
“ayah,Winter pulang bawa ice cream” teriak Winter,dia memasuki rumah nya tetapi nampak sunyi,dia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore mungkin ayah nya belum pulang dari kantor.
Winter berjalan dan duduk di sofa ruang tamu nya,hidup Winter benar benar bebas sekarang dia merasa sangat senang setelah kepergian Axel,sekarang air mata yang biasa dia tahan sekuat tenaga perlahan menguap entah kemana sekarang hanya senyum yang terlukis di wajah Winter.
Ting
Winter mengambil handphone nya dan melihat sebuah pesan dari teman nya lisa
“besok kita ada camping,kamu bawa apa aja?”
Winter menepuk jidat nya,dia baru ingat besok ada camping dan dia sama sekali tidak menyiapkan apapun.
“aku belum menyiapkan apa apa”
“temani aku ke mall,beli perlengkapan ya” balas Winter,dia meletakkan handphonenya dan bersiap diri.
**
“untung saja aku ngingatin kamu” ucap lisa mengeluh,walaupun belum lama berteman dengan Winter tapi kedua nya bisa dengan cepat akrab
“maaf,aku lupa” ucap Winter sambil tersenyum
Mereka berjalan jalan sambil melihat lihat apa yang ingin di beli
“kamu mau lilin aroma terapi ini?” tanya Winter sambil mencium varian lilin aroma terapi
Lisa menggeleng “ nggak,nanti sinus aku kambuh kalau mencium bau bau kek gitu” ucap lisa
Winter mengerutkan alis nya “ bukannya ini wewangian buat terapi,kamu tetap nggak tahan?”
Lisa mengangguk “pernah waktu itu nyoba beli ternyata nggak tahan”
Winter mengangguk,dia melanjutkan memilih wewangian yang dia suka,sedari kecil Winter sangat menyukai wewangian seperti ini,jangan di tanya jika dia bisa meletakkan lilin ini di setiap sudut mungkin akan Winter lakukan.
“kita makan yuk,perut aku lapar” ajak Winter,lisa pun mengangguk
“kamu tau nggak,laki laki yang waktu kita perkenalan dulu yang jadi ketua panitia nya?” tanya lisa,dia menyendokkan ice cream ke mulut nya
Winter nampak terdiam lalu berpikir “ingat” ucap Winter
“sekarang dia berhenti dari jabatannya,karena di anggap nggak becus ngurus acara kita kemarin”
“maksud nya?” tanya Winter,dia penasaran dengan cerita lisa
“iya,kata nya ada orang tua mahasiswa yang datang dan marah marah karena anak nya jatuh pingsan”
Winter terdiam,sekarang dia tahu siapa yang di maksud lisa dan tunggu jadi ketua panitia yang dulu memarahi nya itu di copot jabatannya.
“kasihan kan” ucap lisa
Winter mengangguk,tetapi di dalam hati dia merasa sangat puas
Sebenarnya mahasiswa yang di maksud lisa adalah dirinya,tapi Winter melakukan hal itu tentu ada alasannya,Winter jengah dengan sikap kepala panitia yang semau nya menyuruh nyuruh maba.
Bayangkan mereka harus berdiri di tengah lapangan di saat matahari terik selama 2 jam,belum lagi mereka harus naik dari lantai 1 ke lantai 5 pakai tangga.mungkin itu bisa Winter pahami tetapi saat ada orang sakit yang izin buat ke uks dia malah balik memarahi maba itu dan bilang kalau itu Cuma pura pura.
Winter tertawa di dalam hati,sekarang dia merasa sangat puas berkat kemampuan akting dia,dia berhasil mengelabui semua orang dan bikin ayah nya panik luar biasa.
“kita pulang sekarang ya” ucap Winter
**
“nanti kalau sudah sampai disana hubungi ayah ya” ucap ayah Winter
Winter mengangguk “tenang ayah,kalau sampai disana Winter bakal ngabarin kok” ucap Winter sambil tersenyum dan berpamitan.
“dadah ayah” ucap Winter,saat dia berada di dalam bis.
Winter hanya duduk diam di pojokan sambil melihat teman teman sekelas nya yang sedang bercanda,bukannya tidak ada yang ingin berteman dengan Winter tetapi dia sendiri lah yang tidak ingin untuk berbaur dengan mereka.semenjak adanya Axel Winter sudah tidak terlalu mempercayai orang.
“kamu mau permen?” tawar lisa,dia mengambil duduk disamping Winter
“kamu nggak mau gabung mereka?”
Winter menggeleng “kepala ku sedikit pusing” ucap Winter berbohong
Lisa tersenyum,dia paham anak kaya seperti Winter tidak pernah merasakan yang nama nya naik bis berdesakan seperti ini.
“kita sampai nya masih lama?” tanya Winter
Lisa melihat jam di tangannya “sekitar 1 jam lagi kita sampai”
***
“kita benar camping disini?” tanya Winter tidak percaya,awalnya Winter kira mereka bakal camping di tempat seperti di i********: yang sering dia lihat.
Lisa mengangguk “kamu pikir,kita bakal camping di resort mewah dengan pemandangan alam terus ada kolam renang nya?”
Winter mengangguk “aku nggak tahu kalau kita bakal ke hutan kaya gini” ucap Winter ngeri,dia memperhatikan sekelilingnya yang penuh dengan pohon besar
“kalau ada hewan buas gimana?”
“tenang saja,disini hutan memang buat orang sering camping jadi nggak bakalan ada hewan buas” ucap lisa “ayo,kita buat tenda nanti kemalaman”
Mereka pun akhirnya membangun tenda,berkali kali Winter bertanya kepada lisa karena dia tidak tahu bagaimana cara mendirikannya.
“sekarang kamu taburkan ini garam di sekeliling tenda kita” ucap lisa sambil menyerahkan sekantong plastik garam besar
“buat apa?” tanya Winter bingung
“buat mehalang ular masuk” ucap lisa,Winter mengangguk,dia baru tahu kalau ular bisa di halang dengan garam besar seperti ini.
“ini gelang tambang kamu,pakai dan lingkarkan di tangan kamu” lisa memberikan sebuah tali tambang buat Winter
“ini buat penangkal makhluk halus saat jurit malam nanti” seakan tahu apa yang dipikiran Winter,lisa langsung menjawabnya.
“kita bakal ada jurit malam?” tanya Winter terkejut
“kamu nggak tahu?” tanya lisa
Winter menggeleng dia benar benar tidak tahu kalau ada jurit malam.
“jangan jangan kamu juga nggak tahu kalau subuh kita nanti bangun?”
Winter lagi menggeleng,lisa menghembuskan nafas nya seperti nya Winter tidak tau apa apa.
**
Winter duduk mengelilingi api unggun dengan teman teman yang lain,tidak banyak Winter bicara karena sedari tadi dia melihat di antara teman nya itu ada beberapa yang juga ikut tetapi mereka tidak menyadari nya.
Winter memiliki keahlian khusus dimana Winter bisa melihat makhluk tak kasat mata bahkan saat Winter berjalan ke suatu tempat Winter bisa mengetahui cerita sebelum bangunan itu di bangun,mungkin itu juga yang membuat insting dan nalar Winter tajam.
“kamu mau?”
Winter mendongakkan kepala nya dan melihat seorang wanita yang menawari nya air minum,Winter tahu kalau yang menawari nya ini bukanlah bagian dari temannya dan air yang bawa nya bukanlah air yang dapat diminum.
“tidak terima kasih” ucap Winter sambil menggeleng,wanita itu pun pergi dan menawarkan minuman itu ke temannya yang lain.
“kamu kenapa diam aja?” tegur lisa,dia duduk di samping Winter.
“kamu tahu sa,separuh dari orang orang kita tidak nyata” ucap Winter
Lisa terkejut dan dengan cepat memalingkan wajah nya “maksud kamu?”
“yang kamu lihat itu nggak semuanya teman kita,ada sebagian dari alam sana” ucap Winter
“kamu bercanda kan?” tanya lisa serius,tapi Winter sama sekali tidak memberikan ekpresi seperti dia berbohong.
“sejak kapan kamu punya keahlian seperti itu?” tanya lisa lagi
“sejak aku kecil,waktu itu aku jalan sama ayah ke mall dan aku menangis kencang karena di penglihat ku orang orang yang berjalan itu memakai pakaian yang sangat kumuh dan ada yang berdarah.sejak itu aku sadar aku bisa melihat hal hal seperti ini” cerita Winter,lisa mengangguk dia merapatkan badannya ke Winter,tentu saja dia merasa takut setelah mendengar cerita Winter.
**
“malam ini,kalian akan di bagi menjadi beberapa tim,kaka harap kalian bisa menyelesaikan misi itu dengan baik dan jangan lupa untuk hati hati dan saling menjaga satu sama lain,jika ada salah satu dari kalian yang hilang atau terluka maka teman kelompok kalian lah yang akan bertanggung jawab” ucap kaka senior mereka yang menangani acara camping
Setelah pengarahan,Winter dan lisa pun kembali ke tenda mereka,mereka di letakkan di tim 3 dan hanya ada Winter dan lisa yang perempuan di di dalamnya sisa nya laki laki.
“kamu mau bawa apa Winter?” tanya lisa,saat Winter meletakkan palu ke dalam tas nya
“buat mukul hantu nanti” ucap Winter dengan polosnya
Lisa menggeleng “Winter sayang,kamu buat apa bawa palu gini kalau misal nya hantu itu bukan hantu beneran melainkan hantu jadi jadian alias kaka senior kita bagaimana? Yang ada kita langsung di usir kalau kamu pakai palu untuk mukul” ucap lisa gemas
Winter tertawa mendengarnya “aku kan Cuma buat jaga jaga” ucap Winter
“emangnya hantu bisa apa di pukul dengan palu,mereka kan tembus pandang”
“bisa,kamu nggak tahu hantu itu bisa menyamar menjadi apapun,di antara 7 orang di tim kita mungkin saja salah satu nya hantu” ucap Winter
Mendengar itu mata lisa pun membelalak “kamu bisa diam nggak sih,dari tadi bicara ngawur mulu” ucap lisa kesal,dia meninggalkan Winter sendirian di tenda dan pergi keluar.
Winter yang melihat lisa kesal pun hanya bisa tertawa,tetapi dia tidak bercanda saat Winer melihat anggota tim nya tadi dia merasa ada yang berbeda dari salah satu mereka tapi Winter tidak akan mengatakannya.
Jam menunjukkan pukul 2 pagi dan sudah 1 jam mereka,sedari tadi Lisa hanya memegang erat tangan Winter.
“nanti di depan ada sungai dan kalau nggak salah dengar jembatan di depan itu rusak,nanti kami yang laki laki akan jalan lewat bawah dan megang tangan kalian dari bawah agar kalian bisa jalan lewat atas” ucap pria yang di panggil rehan itu
Winter mengangguk dan berjalan mengikuti yang lain,tidak berapa lama dan benar saja ada sungai kecil dengan jembatan rusak parah.
“kalau rute nya nggak memungkinkan kenapa harus di paksakkan mengadakan kegiatan ini sih” ucap Lisa kesal,dia berjalan lebih dulu sambil berpegangan dengan anggota tim pria yang sudah menceburkan dirinya.
Winter memperhatikan lisa dengan seksama,sejujurnya dia juga merasa sangat takut seandainya saja Winter bisa pergi mungkin Winter akan pergi sekarang juga.
“Winter,kamu nggak mau menyebrang?” ucap teman tim nya
Winter mengalihkan pandangannya dan menjulurkan tangannya tetapi dengan cepat dia menariknya kembali saat dia merasa tangan temannya itu sangat dingin.
“kenapa?” tanya nya,Winter hanya memandang sebentar dan menggelengkan kepala nya
“maaf seperti nya aku hanya sedikit terkejut” ucap Winter dan kembali menjulurkan tangannya.
“sebenarnya kamu sudah tahu kan?” tanya pria itu,Winter mengalihkan pandangannya
“aku tidak seperti kalian,tapi tenang saja aku nggak akan ganggu kalian,disini aku hanya ingin menemani kalian” ucap pria itu
“ya aku sudah tahu dari awal,terima kasih sudah mau menjaga kami” ucap Winter
**
“bagaimana perjalanan kalian tadi?”
Akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah di tentukan,ternyata mendengar daru cerita teman teman mereka tadi kalau banyak dari mereka mengalami hal yang tidak kasat mata dan belum lagi yang tersesat.
“menyenangkan ka” ucap Winter menyahut,dia merasa bersyukur untung saja ada pria tadi di dalam tim nya sehingga mereka tidak tersesat.
“kamu mau roti?” tanya Lisa sambil memberikan sebungkus roti ke Winter
Winter menerima nya dan memakannya dengan lahap
“jam 6 nanti kita bakal olahraga pagi,kamu mau mandi dulu atau langsung tidur?” tanya Lisa
“aku mandi aja,nanti antri kalau pagi” ucap Winter dia melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 4 pagi,dia yakin air nya pasti sangat dingin tapi dari pada dia harus menunggu berjam jam untuk mandi nanti.
Winter dan lisa berjalan menuju kamar mandi,tetapi mereka bingung pasalnya tidak ada penerangan di sana di tambah pintu penutup nya tidak ada
“bagaimana cara nya kita mandi?” tanya Winter,dia menatap ragu ragu ke kamar mandi yang nggak ada penutup nya
“pakai cahaya handphone aja” balas Lisa
“lalu penutup nya gimana?”
“ ya nggak usah”
Winter menatap Lisa ngeri “kalau ada yang intip gimana”
“ya nggak usah lepas semua pakaian kamu Winter,lagian di jam 4 subuh ini siapa yang bangun” ucap Lisa kesal
Winter memasuki kamar mandi dan meletakkan perlengkapan mandi di samping nya,belum pernah Winter mandi dalam keadaan gelap seperti ini biasanya dia akan mandi dengan air hangat dengan penuh sabun bukan air dingin dengan keadaan gelap gulita seperti ini.
“sekarang kamu lagi” ucap Winter setelah dia selesai mandi,Lisa masuk sedangkan Winter menjaga
Winter memperhatikan keadaan sekitarnya sangat gelap dengan pohon pohon besar di sekitarnya menambah kesan seram tapi di sisi lain ini merupakan pengalaman yang menyenangkan Winter bisa tahu bagaimana cara nya bekerjasama dalam sebuah tim dan bagaimana cara nya hidup dengan keadaan seada nya.
**
“cukup aku sudah nggak tahan” ucap Lisa sambil menarik nafas nya berkali kali
“sedikit lagi sa,kita sudah ketinggalan dengan rombongan yang laIN” ucap Winter
“tapi kaki ku sudah mau patah,mereka nggak bisa berjalan lebih lama lagI” ucap Lisa,dia duduk di atas rerumputan sambil meluruskan kakinya.
Winter duduk di samping Lisa,sebenarnya dia juga capek sedari tadi berlari
“kalau gitu kita nunggu mereka disini,sampai mereka lewat baru kita gabung lagi” ucap Winter,dia mengeluarkan makanan dari tas nya
“eh dari mana kamu dapat itu?” tanya Lisa bingung karena Winter mengeluarkan banyak makanan
“aku bawa” balas Winter singkat
“emang boleh?”
“eh nggak boleh ya?” tanya Winter sambil membulatkan matanya,dia tidak tahu kalau tidak di izinkan membawa makanan ringan
Lisa mengangguk “ya udah kita habiskan aja,sebelum ada yang melihat” ucap Lisa,dia mengambil sebotol air mineral dan meminum nya
“ah segar nya” ucap Lisa,dia meminum semua air Winter tanpa menyisakannya sedikitpun
“maaf” ucap Lisa sambil terkikik sedangkan Winter hanya memasang wajah kesal