10 tahun kemudian
Winter berjalan dengan percaya diri nya,semua mata tertuju kepada nya dari pria yang menatap nya kagum dan para wanita yang menatap nya iri.
Winter menyunggingkan senyum sinis nya,setelah semua yang telah dia lewati tentu tidak mudah untuk mendapatkan posisi sekarang,Winter sangat puas dengan posisi nya sekarang sebagai kepala di pemasaran,dengan wajah yang cantik dan perkataan yang tajam membuat karir Winter bisa menanjak dengan cepat.
“selamat pagi bu,mau apa bu?” Winter meletakkan tas nya setelah dia sampai diruangannya.
“teh rosemary seperti biasa” ucap Winter dan duduk di kursi nya dia membuka laptop nya dan mulai mengetik sesuatu.
Winter menikmati teh rosemary nya dengan santai,semenjak kematian ayah nya Winter pergi ke kota untuk meneruskan cita cita nya,walau penuh perjuangan Winter bisa meraih posisi nya sekarang.
Winter tidak menyangka ayah nya memiliki begitu banyak rahasia yang tidak dia ketahui,usaha yang ayah nya dan ayah Axel bangun dari nol hancur begitu saja di ambil oleh orang lain.
Karena itulah yang membuat ayah Winter jatuh sakit dan serangan jantung mendadak,jika mengingat kejadian itu Winter ingin menangis tetapi dia harus memenuh permintaann terakhir ayah nya yang meminta nya untuk tidak menangis lagi.
“maaf bu,tapi jam 10 ini ada rapat dengan investor dan jam 8 malam nanti akan ada perayaan untuk menyambut perayaan datang nya ceo baru.
Winter melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah 10,dia harus mempelajari materi sebelum rapat.
“baik,siapkan semua nya,saya akan kesana 15 menit lagi” sekretaris Winter pun pamit undur diri.
Winter menarik berkas nya dan merapikannya,dia tidak boleh terlambat hari ini karena investor akan marah jika dia terlambat.
***
Winter mengambil minumannya dan pamit undur diri dari beberapa rekan kerja nya,jujur Winter merasa muak dengan mereka semua yang hanya manis di depan Winter tetapi menusuk dia di belakang.
Winter lebih suka kepada orang yang menampilkan sifat apa ada nya di bandingkan harus bermurah hati di depan tapi menusuk di belakang.
“selamat malam Winter sendiri?” seorang pria mendekati Winter,Winter memutarkan kedua bola mata nya dia sangat muak denga pria di depannya ini yang selalu berlagak manis dan mengejar ngejar Winter.apa Winter tidak tahu kelakuan dia yang sebenarnya.
“bukankah sudah aku bilang untuk menjauhi aku dev?” tanya Winter tajam
Devan hanya bisa tersenyum dan tertawa mendengar perkataan Winter
“aku tahu,kamu sudah bilang itu berapa kali” ucap devan dengan santai,dia menyesap minumannya itu
“kalau begitu bagaimana kita langsung berkencan saja,ku yakin semua orang akan iri melihat kita bersama” sambung devan lagi,dia mendekat kan dirinya kepada Winter dan berusaha untuk menggodanya
“in your dream” ucap Winter,dia mendorong badan Devan menjauh dan pergi dari sana
“suatu saat kamu pasti akan jatuh ke pelukan ku Winter” Winter menutup telinga nya dan memutar bola mata nya,apa Devan sudah gila berteriak seperti itu di tengah pesta seperti ini apa nanti pandangan orang terhadap Winter.
Sejak dulu Devan terkenal dengan gelar playboy nya dia memiliki julukan the lady killer karena setiap wanita pasti akan dengan senang hati menyerahkan dirinya kepada Devan jika laki laki itu menghendaki nya.
Dengan wajah yang tampan dan karir yang sukses tentu menjadi nilai plus mengapa Devan begitu percaya diri mendekati wanita,tapi tidak dengan Winter,mungkin hanya Winter lah satu satu nya wanita yang berani menolak Devan seperti tadi.
Winter bisa saja di pecat begitu saja karena jabatan Devan lebih tinggi dari nya yaitu direktur pemasaran,dan karena hal itu lah Winter sedikit banyak nya akan bekerjasama dengan Devan.
Winter berjalan dengan cepat cepat dia merasa malu karena mendengar teriakan Devan tadi,bagaimana tidak sekarang dia menjadi pusat perhatian wanita wanita yang mungkin saja siap menyerang Winter saat ini juga.
Bruk
“maaf pak,saya tidak sengaja” ucap Winter meminta maaf,dia menabrak seseorang dan tentu saja minuman yang di genggamannya terbalik mengenai jas orang itu.
“sekali lagi saya minta maaf” ucap Winter lagi,dia tidak berani mendongakkan kepala nya untuk melihat siapa yang dia tabrak tadi.
“siapa nama kamu?” tanya orang itu,Winter mengangkat kepala nya untuk melilhat
Winter menautkan kedua alisnya saat melihat wajah orang di tabrak nya itu,orang itu seperti pernah Winter temui tetapi dia lupa dimana.
“Winter Aileen,kepala pemasaran di perusahaan ini pak” ucap Winter sopan,pria itu mengangguk dan pergi meninggalkan Winter yang bingung.
“lah ditinggal pergi aja” ucap Winter kesal,dan melanjutkan langkah nya untuk mencari tempat yang sunyi.
Sudah 2 jam Winter terjebak di pesta yang membosankan ini,sedari tadi orang orang saling mondar mandir dengan membanggakan pakaian yang dikenakan,sedangkan Winter hanya duduk manis sendiri di pojok dan menikmati minumannya.
“perhatian,sekarang kita sudah sampai di puncak acara pesta ini,saya mohon untuk kalian berkumpul sebentar” ucap MC,semua orang terdiam dan mulai merapatkan diri
“disini saya akan memperkenalkan direktur pemasaran kita yang baru,pak Axel” semua orang yang mendengar itu pun terkejut tidak terkecuali Winter,jika yang diperkenalkan ini adalah di rektur pemasaran yang baru lalu posisi Devan sekarang apa?
Winter berjalan mendekati kerumunan orang orang untuk melihat wajah baru direktur divisi nya,setidak nya Winter tidak harus bertemu dengan Devan lagi setiap hari nya.
“selamat malam semuanya” ucap direktur tersenyum memberi sambutan,Winter membulatkan mata nya jadi yang dia tabrak tadi adalah direktur baru di divisinya ? dan tunggu sepertinya Winter pernah melihat senyum itu,itu adalah senyuman khas dari seseorang
“perkenalkan nama saya Axel azri alvaro,kalian bisa memanggil saya Axel” ucap pria itu lagi sambil tersenyum ramah.
Sedangkan Winter yang mendengar itu pun hanya bisa terdiam,dia merasa lemas sekarang,bagaimana mungkin dia harus bertemu lagi dengan Axel setelah 10 tahun tidak bertemu dan parah nya lagi mereka satu divisi dan Axel adalah atasan dia.
Perlahan Winter memutar badannya dan berjalan menuju meja terdekat,apa ini maksud pepatah dari keluar dari kandang harimau malah masuk ke kandang buaya,seperkian detik Winter bisa merasakan kebahagian karena dia bisa terbebas dari Devan tetapi sekarang dia malah terjebak dengan Axel.
“hai cantik,sendiri?” Winter memalingkan kepala nya dan melihat Devan yang mendekatinya.
“kamu kenapa nggak bilang kalau pindah jabatan?” tany Winter saat Devan sudah duduk di sampingnya
“bukan pindah jabatan Cuma pindah divisi saja” ucap Devan dengan santai,sedangkan Winter hanya menghembuskan nafas kesal.
“malam semuanya,saya lihat kalian duduk di sini saat saya memberikan sambutan tadi,jadi saya kesini secara personal mendatangi kalian” Axel tersenyum manis kepada Winter dan Devan tetapi siapa pun pasti tahu di balik senyuman itu ada aura intimdasi di dalam diri Axel yang keluar.
“maaf pak,bukan maksud kami untuk tidak menghormati bapak,tapi pacar saya kepala nya lagi pusing jadi kami memutuskan untuk duduk di sini” ucap Devan memberikabn alasan.
Axel memalingkan wajah nya ke Winter yang merengut kesal kepada Devan
“oh jadi ini pacar kamu? Winter kan tadi nama nya yang menabrak saya tadi?” ucap Axel santai,dia mengambil duduk di depan antara Devan dan Winter.
Winter berulang kali memilin jari tangannya,dia hanya diam menderkan Axel dan Devan berbicara dengan topik yang tidak di mengerti Winter,dia ingin pergi untuk pulang tetapi dia tidak enak hati untuk pulang lebih dulu,dia hanya bawahan di antara dua direktur di depannya ini.
“sebagai perayaan untuk masuk nya saya hari ini,mari kita minum”
Axel menuangkan minuman berakohol ke gelas Winter dan Devan,Winter ingin menolak dia tidak tahan minum dan Axel pasti tahu akan hal itu.
“winter kenapa tidak ikut minum?” tanya Devan saat mereka sudah menghabiskan minumannya
Winter menatap Devan dan Axel bergantian,dia benar benar tidak tahan untuk minum dan sekarang dia terjebak di situasi seperti ini.
“baik” ucap Winter,dia meminum minumannya dengan satu teguk sekaligus
“kalau kamu nggak tahan minum bisa menolaknya Winter” ucap Axel setelah Winter menghabiskan minumannya.
Winter menatap Axel dengan kesal,bisa bisanya Axel berkata seperti itu setelah dia menghabiskan minumannya.
“tidak apa apa pak,pacar saya tahan minum” ucap Devan,sedangakan Winter kesadarannya mulai menghilang,wajah nya memerah dan sebelum dia pingsan disni lebih baik dia pulang lebih dahulu
“maaf pak,saya izin pulang lebih dulu,ada kepentingan mendadak” ucap Winter dia mengambil tas nya dan mulai berjalan walau harus berkali kali berpegangan di meja atau dinding.
**
Winter mengecek handphone nya yang menunjukkan pukul 12 malam,di jam ini tidak akan ada taksi yang lewat dan dengan kesadaran seperti ini bagaimana mungkin Winter bisa pulang ke apartemennya.
Winter duduk di tepi jalan,di benar benar tidak tahu caranya bagaimana untuk pulang sekarang
Trettt
Winter menutup mata nya saat melihat cahaya yang menusuk mata nya dengan terang
Trett
“maaf pak,saya tidak mengerti kenapa anda membunyikan klakson anda di tengah malam seperti ini dan tolong matikan lampu mobil anda” teriak Winter,sedari tadi dia tidak bisa membuka mata nya karena cahaya yang masuk ke mata nya
“sekarang kamu sudah bisa buka mata” ucap pemilik mobil itu,dia mematikan mobilnya dan keluar mendekati Winter
Winter perlahan membuka mata nya saat cahaya silau itu tidak menyilaukan mata nya lagi.
“Axel? “ ucap Winter terkejut,saat melihat Axel sudah berdiri di hadapannya
“mau apa kamu kesini?” tanya Winter lagi
Axel menarik nafas nya pelan “ Cuma mau antarin seorang wanita mabuk yang duduk di tepi jalan dan nggak di antar pulang pacar nya” ucap Axel
Winter mendengus saat mendengar Axel menyebutkan kata pacar
“nggak usah aku bisa jalan sendiri” ucap Winter,dia ingin berjalan pergi tetapi Axel dengan cepat menarik tangannya
“lepas” ucap Winter sedangkan Axel malah memprerat genggamannya
“sekarang kita bertemu lagi Winter” ucap Axel sambil tersenyum manis,sedangkan Winter dia menatap Axel dengan ngeri
“lepas Xel aku mau pulang” ucap Winter lagi
“aku sedari tadi sudah ajak kamu pulang,tapi kamu nya banyak tingkah” Axel melepaskan tangan Winter
“aku mau pulang sendiri” keras Winter
“kalau kamu nggak mau ya sudah,tapi aku nggak jamin di jam 12 malam ini ada taksi di tambah dengan kesadaran kamu yang menipis seperti ini” ucap Axel dengan santai dia membalikkan badannya
“hati hati kalau pagi nya kamu terbangun di sebuah rumah kosong dengan tidak ada pakaian” Axel memberikan senyuman smirk nya dan berjalan memasuki mobil nya
Winter terdiam,apa yang di katakan Axel benar dan tentu nya Winter tidak ingin pagi nya nanti dia terbangun dengan keadaan seperti itu.
Melihat mobil yang sudah menyala kembali,Winter pun berjalan cepat mendekati mobil dan masuk ke dalam mobil Axel
“kenapa kembali?” tanya Axel pura pura,dia ingin melihat reaksi Winter.
Entah kenapa terasa menyenangkan menggoda Winter seperti ini,Wanita yang penuh harga diri itu harus sesekali di beri hukuman.
Winter menyilangkan tangannya di depan d**a nya
“jangan pura pura deh Xel,yang bikin aku kaya gini juga gara gara siapa,kalau nggak kamu yang memaksa minum aku pasti sudah pulang ke apartemen” ucap Winter kesal,dia merebahkan kepala nya di kursi mobil .
Harus Winter akui mobil Axel sangat lah nyaman dibandingkan mobil mewah lainnya yang pernah Winter naiki,mobil Axel jauh lebih nyaman mungkin ini karena efek dia kelelahan sehingga dia merasa nyaman dan mengantuk.
**
Winter membuka mata nya dengan cepat saat dia melihat sekelilingnya bukanlah kamarnya,sial apa dia diperkosa seseorang malam tadi? Tidak,dia ingat kalau dia ikut Axel malam tadi dan tidak mungkin kan Axel melakukan hal yang tidak tidak pada dirinya?
Winter pun dengan cepat mengecek pakaiannya dan syukurlah semua nya masih lengkap bahkan jam tangan nya pun masih melekat di tangannya dan tas tangannya masih berada manis di atas meja samping tempat tidur.
“kamu nggak usah khawatir aku bakal mencuri jam tangan murahan itu” Axel tiba tiba memasuki kamar sambil membawa sarapan.
“ini sarapan untuk meredakan sakit kepala kamu” ucap Axel sambil menyerahkan sup yang dia buat sendiri
“aku dimana?” tanya Winter curiga
“di apartemen aku,malam tadi aku mau menanyakan di mana alamat apartemen kamu,tapi kamu tidur nya kaya kerbau nggak bangun bangun,jadi pilihan satu satu nya ya bawa kamu kesini” ucap Axel dia bangkit
“aku masih punya hati nurani untuk tidak meletakkan kamu di pinggir jalan” ucap Axel lagi,dia melepaskan pakaian atas nya dan meletakkan di keranjang pakaian
“tunggu kamu mau apa?” tanya Winter panik,dia memegang selimut nya dengan erat,wajah nya perlahan mulai memerah.
“mau mandi dan berangkat kerja” ucap Axel dengan santai,dia berjalan mengambil bathrobe nya dengan santai sambil memamerkan badannya
“tapi kenapa harus disini?”
“ini kamar ku,lalu dimana lagi aku harus mandi” balas Axel,dia memalingkan badannya dan melihat wajah Winter yang memerah.
“kamu berpikiran hal yang lain ya?” tanya Axel dia mendekati Winter sambil tersenyum geli,sedangkan Winter dia menutupi wajah nya yang memerah.
“tenang saja,aku nggak bakal lakuin hal itu” ucap Axel
“aku bukan pria b******k seperti pacar kamu” Axel memamerkan smirk nya lalu lanjut berjalan meninggalkan Winter yang sudah menghadiahkan dia lemparan bantal.
Winter mengumpat di dalam hati,bagaimana bisa nya dia tertidur di Apartemen Axel dan membuat Axel bisa mengejek nya dengan mudah.