Sepanjang perjalanan menuju kantor berulang kali Winter mengeluarkan kata kata ajaib nya,bagaimana tidak Axel yang awal nya menawarkan tumpangan ke kantor malah menurunkan dia di perempatan dengan alasan ada sesuatu yang dia kerjakan,memang sih Winter bersyukur tidak diturunkan di depan kantor dan membuat gosip baru di kantor tapi tidak juga dengan menurunkan dia disini butuh waktu setengah jam untuk menuju kantor nya.
“mana pakai high heels lagi” ucap Winter kesal,dia tidak sempat ke Apartemennya untuk mengganti sepatu nya,untuk pakaian untung saja Axel mau membelikannya yang baru.
Tritt.
“cewe cantik,mau ikut?” ucap seorang pria dengan genit nya,dia melajukan mobil nya dengan pelan untuk menyamakan langkah kaki Winter.
Winter mengalihkan pandangannya,ternyata Devan lah yang memanggil nya
“mau ikut?” tanya Devan
Winter nampak berpikir lalu mengangguk,daripada dia harus berjalan setengah jam lagi kan dan beresiko menerima omelan dari Axel lebih baik dia ikut Devan.
Winter menaiki mobil Devan dan duduk disamping nya,nafas nya tersengal sengal karena berjalan tadi.
“tumben kamu nggak bawa mobil,mobil kamu rusak?” tanya Devan, dia memokuskan pandangannya ke depan tapi tangannya berusaha menggapai tangan Winter,dasar buaya.
“iya,kemarin mobil nya nggak mau jalan” bohong Winter sambil tersenyum gugup
Devan mengalihkan pandangannya menatap Winter “mau aku bawa kan hari ini ke bengkel?” tawar Devan
“eh?” ucap Winter cengo “nggak usah kemarin sudah aku telpon service nya,kata mereka hari ini datang” lanjut Winter,dia tidak mungkin kan bilang yang sebenarnya kan kalau dia habis dari Apartemen Axel.
Devan mengangguk dan terus melanjutkan perjalanan mereka,Winter mencek handphone nya dan melihat satu pesan dari Axel,dengan malas dia membuka n ya.
“kamu dengan siapa?”
Winter memutar bola mata nya saat membaca pesan dari Axel,kenapa Axel menjadi sangat menyebalkan seperti ini,padahal yang meninggalkan Winter tadi dia dan terserah Winter dong pergi dengan siapa.
“Winter balas pesan ku”
Winter tetap menghiraukan pesan dari Axel,dia malas membalas nya.
“siapa?” tanya Devan sambil mendekati Winter berusaha melihart pengirim pesannya ,Winter dengan cepat menutup handphone nya dan menatap Devan.
“eh,Cuma klien biasa” bohong Winter dan diangguki Devan
Tret...tret..
Winter membelalakkan mata nya saat melihat Axel yang menghubungi nya,dia dengan cepat menolak panggilan Axel.
“angkat saja telponnya” ucap Devan
“tidak,nanti setelah kita sampai aja” ucap Winter,Winter menatap telponnya yang mendapat pesan lagi.
“habis kamu sampai kantor,temui aku di ruangan !” ucap Axel di pesannya.
**
Winter berjalan sambil menghentakkan kaki nya,dia kesal dengan Axel padahal saat dia sudah sampai tadi dia sudah berpura pura sibuk dengan berkas nya,tapi Axel dengan kurang ajar nya mengumumkan di moc kantor bahwa Winter harus pergi menemui nya dan alhasil semua orang tahu kalau dia dipanggil.
“ada apa?” tanya Winter langsung saat dia memasuki ruangan Axel,dia bahkan tidak berbasa basi terlebih dahulu
Axel menaikkan satu alis nya saat melihat kedatangan Winter “begini tata krama kamu kepada atasan?”
Winter menarik nafas nya dalam dan berusaha menampilkan senyuman palsunya “iya,ada apa bapak memanggil saya kemari?” tanya Winter,Axel memanggil Winter mendekat dengan lambaian tangannya.
“duduk lah,nggak sopan jika kamu berdiri seperti itu” ucap Axel saat Winter berada di depannya.
Winter menghempaskan b****g nya dengan keras dan menatap Axel dengan tajam
“kamu tadi kesini sama siapa?” tanya Axel serius sambil menatap Winter
“itu penting?” tanya Winter ketus
“penting,ayah kamu meamanahkan aku untuk menjaga kamu”
Winter menarik nafas nya kesal “itu dulu,sekarang tidak” balas Winter kesal.
“Winter aku serius,aku ingin melanjutkan amanah ayah kamu untuk menjaga kamu” ucap Axel
Winter terdiam,tiba tiba dia merasa sedih saat mengingat ayah nya dan kejadian salah paham dia dengan Axel.
Axel dengan cepat menghampiri Winter saat melihat wajah Winter yang mulai memerah,dia langsung menangkup wajah Winter dan mendongakkan nya untuk menenangkan Winter.
“jangan menangis” ucap Axel sambil terus menahan wajah Winter,Axel tahu kalau Winter memiliki penyakit yang membuat nya pingsan jika dia merasakan kelebihan emosi di tubuh nya,dan karena hal itu juga membuat Axel ingin menjaga Winter.
Winter menutup mata nya dan menarik nafas dalam,pandangannya mulai mengabur dan kepala nya terasa sangat pusing.Dia kira penyakit nya sudah sembuh ternyata dia salah penyakit nya tetap ada.
“Winter!” ucap Axel panik saat melihat Winter tidak membuka mata nya,dia berlari ke lemari nya dan mencari obat yang biasa digunakan Winter tetapi tidak ada,Axel meraba di dalam pakaian Winter juga tidak ada,apakah wanita itu tidak menyimpan persediaan obat nya lagi?
Dengan cepat Axel menggotong badan Winter dan membawa nya keluar,beberapa karyawan yang melihat mereka merasa heran,tetapi mereka hanya diam.
“Winter bertahanlah” ucap Axel panik,dia menghidupkan mobil nya dengan cepat dan membawa Winter ke rumah sakit.
**
Axel berulang kali berjalan mondar mandir di depan UGD,dia merasa bingung alasan Winter merasa emosi,padahal dia tidak mengungkit apapun yang membuat nya sedih dan lagi kenapa Winter tidak menyimpan obat dia,wanita itu sungguh ceroboh terhadap diri nya.
“bagaimana dok?” ucap Axel cepat,saat dia melihat dokter yang keluar dari UGD
“pacar anda tidak apa apa,tapi karena tekanan emosi yang dia rasakan tadi itu yang membuat dia pingsan,sekarang sudah kami pindahkan keruang inap,dia akan tertidur untuk beberapa jam ke depan karena efek obat penenang nya” ucap Dokter itu menjelaskan,Axel berterima kasih dan pergi ke bagian apotek untuk menebus obat Winter.
Axel memasuki ruangan Winter dengan membawa beberapa obat dan bubur untuk Winter,terlihat Winter yang sudah bangun dan menonton tv
“aku mau pulang” itulah kalimat pertama yang terlontar dari bibir Winter.
“setelah kamu baik,kita pulang” ucap Axel sambil membuka bungkusan bubur nya dan memberikan nya ke pada Winter.
Winter menatap Axel dengan wajah yang bertanya tanya “kamu nggak minta aku untuk menyuapi kamu kan?” ucap Axel dan membuat Winter dengan cepat mengambil bubur nya.
“jangan berkata tentang ayah lagi” ucap Winter tiba tiba,Axel memalingkan wajah nya dan menatap Winter bingung.
“ayah sudah meninggal” ucap nya lagi seakan tahu apa yang di tanyakan Axel.
Axel membulatkan mata nya terkejut,dia tidak tahu kabar ayah nya Winter meninggal,pantas saja Winter merasa sedih saat dia mengucapkan kata ayah.
“dan kamu tidak punya kewajiban untuk menjaga aku lagi” ucap Winter dia menyendokkan bubur ke dalam mulut nya dengan lamban,Axel berjalan mendekati Winter dan duduk di depannya.
“ayah sudah meninggal,sekarang aku bisa menjaga diri ku sendiri” lanjut nya lagi.
“terlepas dari ayah kamu sudha meninggal atau tidak,menjaga kamu adalah suatu kewajiban untuk ku,dahulu kamu meminta ku pergi dan aku turuti tetapi sekarang tidak,walaupun berulang kali kamu bilang tidak tapi aku akan tetap menjaga kamu dan menempatkan kamu di dalam sangkar” ucap Axel sambil tersenyum miring menatap Winter.
**
Winter berulang kali menggulingkan badannnya bosan,sudah 2 hari dia di rumah sakit dan Axel tidak membolehkan dia untuk pergi,padahal sekarang Winter sangat baik tetapi Axel dengan menyebalkannya mengatakan ke dokter kalau Winter masih sering pingsan dan membuat nya tidak bisa keluar dari tempat ini.
“astaga apa yang terjadi?” ucap Winter kaget saat dia melihat ruang obrolan teman kantor nya penuh dengan percakapan yang melibatkan diri nya.
Winter membaca satu persatu dan paham kenapa dia dibicarakan dari kemarin,tenyata waktu dia pingsan kemarin Axel menggendong dia di sepanjang lorong karyawan,tidak terbayang malu nya dia jika dia sadar saat itu.
“aku membawakan nasi pecel untuk kamu” ucap Axel memasuki ruangan Winter,dia menggulungkan lengannya sampai ke siku dan membuka beberapa kancing atasnya,terlihat hari ini sangat melelahkan untuk dia.
“mana?” tanya Winter senang,dia memang memesan nasi pecel dengan Axel,dia tidak bisa memakan masakan di rumah sakit,Winter merasa seakan dia sakit parah.
“kamu nggak makan?” tanya Winter saat melihat Axel yang hanya diam menatap nya.
Axel menggeleng “nanti saja saat di Apartemen” balas nya,dia mengambil sebuah obat dari saku nya dan ingin meminum nya.
“kamu minum obat maag?” tanya Winter ragu,jujur saja Winter sangat buta dengan obat obatan tetapi dia tahu jika obat bulat besar bewarna hijau adalah obat maag.
Axel mengangguk “perut ku tidak nyaman” balas nya,Winter menatap Axel tidak enak dia disini makan dengan enak sedangkan Axel harus menahan lapar karena menunggu diri nya padahal pria itu pasti sangat kelaparan seharian ini.
“Axel kesini” ucap Winter sambil memerintah Axel duduk di depannya,Axel menuruti dan duduk di depan Winter sambil menata Winter bingung.
“makan ini,aku tahu kamu lapar” ucap Winter sambil menyendokkan nasi pecel nya kepada Axel.
Axel menggeleng dan ingin menolak,tetapi Winter memberikan tatapan tajam,dengan terpaksa Axel membuka mulut nya dan memakan nasi pecel .
“kamu kenapa jadi bisa kena maag?” tanya Winter
“makan tidak teratur” balas Axel dan Winter memberikan ekspresi untuk melanjutkan perkataan Axel.
“tidak ada yang memasak di Apartemen ku Winter,terkadang aku terlalu lelah untuk memasak dan langsung tidur” ucap Axel dan membuat Winter geleng geleng.
“seharusnya kamu makan dengan teratur,kamu kan bisa menyewa ART jika nggak sempat” omel Winter
“sekarang berbahaya,jika ada yang barang yang hilang bagaimana?” kekeh Axel
“kecuali kamu mau jadi ART aku?” lanjut Axel dan mendapat cubitan keras dari Winter.
**
Winter menarik kursi kerja nya dan mulai memeriksa pekerjaanya yang terbengkalai selama 3 hari ini,dia memeriksa satu persatu dan mulai merasa pusing saat melihat kurva yang naik turun tidak stabil seperti ini.
“cie yang kemarin digendong boss” ucap sabila,teman satu divisi nya,wanita itu duduk di samping Winter dan mulai menggoda nya
“btw Winter,kemarin kenapa kamu bisa pingsan?” tanya lagi
“eh? Pagi kemarin aku tidak makan” bohong Winter.
“syukurlah,berarti rumor kemarin tidak benar” ucap Sabila
“emang rumor apa?” tanya Winter penasaran.
“kemarin kan boss panggil kamu,kata mereka kamu di marahin sampai pingsan karena barang yang di launching kurang promosi” ucap Sabila dengan semangat.
Winter menanggapi nya hanya dengan tertawa canggung saat mendengar rumor yang beredar,bisa bisa nya rumor yang beredar sangat tidak elit.
“dan juga kemarin Devan seperti orang gila mencari kamu,hampir 3 jam sekali dia kesini dan menanyakan keberadaan kamu,seperti Devan sangat terosebsi dengan kamu Winter” ucap sabila dan membuat Winter tertawa mendengarnya.
“beruntung banget kamu bisa dapatin Devan,pria hot sekantor” ucap Sabila sambil tertawa.
“bukannya beruntung,malah ngeri tahu,dia selalu mengejar aku kemana mana” ucap Winter
“Winter”
Winter memalingkan pandangannya dan terlihat Devan yang memanggilnya,baru saja dia menggosip dengan Devan tidak lama pria itu datang.
“kita makan siang bareng ya?” ucap nya langsung,Winter menatap Sabila yang memandang mereka dengan tawa tawa kecil,Winter yakin setelah ini dia akan menjadi trending di grup obrolan kantor lagi.
“tidak bisa,aku ada kerjaan yang harus aku selesaikan” tolak Winter.
“nanti juga nggak papa Winter,nanti aku akan bilang ke Axel untuk memberikan kamu waktu istirahat dulu” ucap Devan,dengan terpaksa Winter mengangguk jika Axel sampai tahu bisa membuat Winter semakin pusing.
**
“aku sengaja bawa kamu kesini biar kamu makan banyak,aku dengar kemarin kamu masuk rumah sakit kan?” ucap Devan dia menyendokkan makannya ke dalam mulut.
Winter mengangguk dan melanjutkan makannya
“jadi rumor kemarin benar?”
Uhuk uhuk
Winter tersedak saat mendengar perkataan Devan,sial jadi rumor itu tersebar ke seluruh karyawan.
“ini minum dulu” Devan memberikan segelas jus kepada Winter,Winter dengan cepat meneguk nya.
“nggak,rumor itu palsu,aku kemarin tidak makan pagi jadi pingsan” ucap Winter kesal,rumor sialan membuat diri nya malu saja.
“seharus nya kamu kemarin bilang kalau belum makan,biar kita makan kemarin” ucap Devan lagi tapi tidak di hiraukan oleh Winter.
“kamu cantik seperti ini” ucap nya lagi.
Winter menatap nya dengan bingung “kenapa wanita incaran kamu gagal lagi?” tanya Winter langsung,dia tahu betul dengan Devan.pria playboy ini tidak akan tahan hanya dengan satu wanita.
“aku serius dengan kamu Winter” ucap Devan mulai serius
“aku benar benar mencintai kamu” lanjut nya lagi,sedangkan Winter tidak percaya dia hanya tertawa canggung mendengarnya.
“lupakanlah,lebih baik lanjutkan makan” ucap Winter mengalihkan pembicaraan.
“aku benar benar serius Winter,aku ingin kita menjalin hubungan” ucap Devan,dia menarik tangan Winter sedangkan Winter hanya terdiam menatap wajah Devan.
**
Axel berulang kali menelpon Winter tetapi wanita itu tidak mengangkat nya,baru saja Axel ingin mengajak Winter makan bersama tapi wanita itu lebih ceat pergi dan sekarang tidak bisa dihubungi sama sekali.
“kamu ada melihat Winter?” tanya Axel pada teman satu ruangan Winter
“tadi pergi dengan pak Devan pak” ucap orang itu,Axel mengangguk dan berjalan mencari keberadaan Winter.
“kamu dimana?” tulis Axel di pesannya,tapi sama sekali tidak dibalas Winter,Axel hampir saja mematahkan handphone nya saat Winter tidak membalas pesannya.
“halo !” ucap Axel langsung saat Winter mengangkat telponnya.
“...”
“kamu dimana?”
“...”
“apa !, sudah ku bilang kan untuk menunggu aku” ucap Axel marah saat mendengar Winter yang izin pulang lebih dulu karena tidak enak badan.
Axel dengan cepat meninggalkan kantor dan melajukan mobil nya ke Apartemen Winter,wanita itu selalu tidak hati hati,kalu terjadi kenapa kenapa Axel akan menyalahkan diri nya dan lagi kenapa Wintr bisa tidak enak badan padahal dia yakin Winter pagi tadi sehat.Axel dengan cepat menginjak pedal gas nya dia harus cepat menemui Winter dan memeriksa keadaan Winter.