part 7 LICIK

2149 Kata
Axel membuka pintu Apartemen Winter dengan keras,jika ada yang bingung bagaimana Axel bisa mengetahui keberadaan Apartemen Winter maka tenanglah Axel mengetahui segala nya tentang Winter bahkan Axel bisa tahu jam berapa biasanya Winter akan keluar dari Apartemennya. “Winter” teriak Axel dia memasuki Apartemen Winter dan memeriksa sekeliling nya nampak sunyi tanpa ada nya tanda tanda kehidupan,dengan cepat Axel masuk ke dalam kamar Winter tetapi tidak ada orang dan akhirnya dia pergi ke dapur untuk mencari Winter. “Winter!” ucap Axel cepat saat melihat Winter sedang minum dengan tenangnya dengan baju piyama nya. Uhuk..uhuk..uhuk Winter tersedak saat dia mendengar orang yang memanggil nama nya,dengan cepat dia mengalihkan pandangannya dan terlihat wajah Axel yang menatap nya dengan khawatir.dia terkejut saat mendengar suara orang yang memanggil nya seperti itu. “ya ! apa kamu gila” ucap Winter marah saat melihat keberdaan Axel yang memasuki Apartemennya dengan paksa,bagaimana Axel bisa tahu keberadaan Apartemen dia? Padahal Winter tidak pernah sekali pun memberi tahu alamat Apartemen dia kepada siapun. “bagaimana kamu bisa tahu alamat Apartemen ku?” tanya Winter lagi,tapi tidak di hiraukan Axel pria itu malah mendekati Winter dan mencek suhu tubuh nya. “apa an sih” ucap Winter risih,saat Axel menempelkan tangannya di dahi Winter. “suhu badan kamu normal” ucap Axel setelah membandingkan dengan suhu tubuh nya “jelas normal lah,kamu kira aku demam apa”  ucap Winter ketus,bisa bisa nya Axel datang ke Apartemen dia hanya untuk mencek suhu tubuh nya. “kata nya kamu lagi nggak enak badan” kata Axel dia memperhatikan setiap inchi wajah Winter mencari apakah Winter terlihat kesakitan atau tidak. Winter terdiam dan dia baru ingat kalau dia mengatakan ke Axel saat dia mehindari Devan tadi pantas saja Axel tahu,tapi yang sebenarnya itu hanyalah karangan Winter,Winter sengaja mehindari Devan dari pertanyaan nya tadi,entah kenapa Winter hanya merasa tidak nyaman untuk menjawab pertanyaan Devan dan memutuskan untuk pura pura tidak enak badan untuk mehindari pertanyaannya. “ah iya,aduh Axel kepala ku pusing” ucap Winter sambil berpura pura memegang kepala nya,jika dia terlihat normal maka Axel akan mencurigai nya dan menghukum nya karena pulang lebih dulu dari jam kantor. “tadi kamu nggak kenapa kenapa,kenapa baru sekarang sakit nya?” tanya Axel bingung saat melihat Winter yang memegang kepala nya. “ya mana aku tahu,sakit nya baru sekarang” bohong Winter sambil memegang kepala nya sambil sesekali melirik wajah Axel yang terlihat panik. “ya sudah sini aku bawa ke dalam kamar” ucap Axel sambil membopong badan Winter,dia menuntun Winter dengan pelan dan membaringkannya di atas tempat tidur. “sekarang sakit nya dimana?” tanya Axel khawatir. “sakit di kepala,sakit banget Xel kaya di pukul” akting Winter. “aku telpon Dokter ya” Axel hampir saja meraih handphone nya tapi tangannya terhenti karena Winter menahannya. “nggak usah buang buang uang,bawa tidur akan hilang” ucap Winter panik,yang benar saja jika Axel memanggil Dokter maka dia akan ketahuan kalau berbohong. Axel menatap wajah Winter dengan heran,tetapi dia tidak menghiraukannya,dia mengangguk dan menaikkan selimut Winter sampai ke leher. “sekarang kamu bisa pergi,aku ingin tidur” ucap Winter,Axel hanya mengangguk dan pergi sambil mematikan lampu kamar Winter. ** Winter membuka mata nya dan melihat jam di kamar nya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam,Axel pasti sudah pulang,sekarang dia bisa berhenti berakting,kebetulan perut nya sudah berbunyi sedari tadi. Winter menyibak selimut nya dan berjalan ke luar kamar,tapi alangkah terkejut nya dia saat melihat Axel yang duduk manis di ruang tamu nya dengan laptop dan kacamata yang bertengger di hidung nya. “eh Axel? Kamu nggak pulang?” tanya Winter saat melihat Axel yang terlihat serius. Axel mengalihkan pandangannya menatap Winter dan melepaskan kacamata nya “aku menunggu kamu bangun” ucap Axel,dia meletakkan laptop nya dan berjalan mendekati Winter. “aku khawatir jika nanti kamu butuh bantuan” ucap Axel,dia kembali meletakkan tangannya di dahi Winter dan membandingkan suhu tubuh nya dengan Winter. “normal” ucap Axel dan kembali berjalan mendekati laptop nya. Winter menatap Axel dengan perasaan bersalah,pria itu pasti lelah menunggu dia sambil mengerjakan pekerjaan kantor. “kamu mau makan?” tanya Winter kepada Axel Axel mengangkat kepala nya lagi dan menatap Winter “boleh”  jawab nya. Winter mengangguk dan berjalan ke dapur,dia membuka lemari es nya dan melihat bahan bahan yang bisa dia masak,simpel dan enak,itulah yang ingin Winter masak dia tidak ingin yang terlalu berat untuk makan malam.Akhirnya pilihan Winter jatuh kepada sandwitch terlur,dia mengambil semua bahan bahan nya dan mulai memasak sandwitch nya. “sekarang aku sudah mutusin untuk kamu tinggal di Apartemen aku” ucap Axel saat memakan sandwitch telur nya. Winter menaikkan satu alis nya saat mendengar perkataan Axel “maaf,aku tahu Apartemen ku kecil dan sempit tapi aku nyaman tinggal disini” ucap Winter. “bukan karena itu,tapi aku khawatir sama kamu,Apartemen kamu butuh waktu 25 menit untuk sampai ke Apartemen aku Winter” ucap Axel mencoba mengemukakan pendapat nya “dan lagi jika terjadi kenapa kenapa dengan kamu seperti hari ini tadi bagaimana?” “aku sudah dewasa Xel,aku nggak bisa hidup di kelilingi kamu terus” tolak Winter Winter sudah lelah dengan kelakuan Axel yang selalu memperlakukannya bagai porselen yang mudah rapuh. “tapi,jika kamu kenapa kenapa bagaimana,aku sudah berjanji Winter” bahas Axel lagi kekeh “kamu nggak berjanji apapun dengan ku Axel,just jalanin hidup sendiri sendiri,tidak sulit bukan?” ucap Winter dan membuat Axel terdiam. ** Sudah 1 minggu ini hidup Winter terasa tenang,setelah dia mengatakan untuk hidup secara sendiri sendiri kepada Axel pria itu sama sekali tidak menganggu nya lagi.kehidupannya sekarang terasa monoton pagi pergi bekerja dan sore pulang kerja dan berdiam diri di Apartemennya. Ting..ting.. Winter mengerut kan kening nya merasa heran dengan siapa yang datang,dia baru saja pulang dari kantor bahkan untuk merebahkan diri saja dia tidak sempat tapi sudah ada tamu yang tak di undang. “eh Ibu?” ucap Winter sopan saat melihat kalau pemilik Apartemen ini lah yang bertamu. “silahkan masuk bu” sambungnya sambil mempersilahkan si pemilik duduk di kursi tamu. “ada apa ibu datang kesini?” tanya Winter sambil memberikan teh hangat. “Ibu mau bilang kalau mulai bulan ini,tunggakan Apartemen nya naik menjadi 20 juta perbulan” Winter membulatkan mata nya saat mendengar harga sewa yang naik menjadi 20 juta perbulan,bahkan untuk gaji nya pun pas pas an. “hm gimana ya bu,seperti nya kalau 20 juta saya nggak sanggup buat bayar nya” ucap Winter. “maaf ya nak Winter,sebenarnya ibu juga nggak ingin menaikkan harga sewa tapi mau bagaimana lagi harga tanah dan perawatan bangunan juga naik,terpaksa ibu harus menaikkan harga sewa nya” Winter terdiam,gaji nya yang dia terima per bulan hanya 15 juta dan itu tidak mampu menutupi harga sewa Apartemennya,dan untuk mencari pekerjaan sampingan pun seperti nya Winter tidak mampu. “boleh Winter minta waktu untuk bulan ini bu? Kalau misal nya Winter nggak bisa bayar,Winter akan bersedia pindah” ucap Winter meminta waktu,dia menatap wajah ibu pemilik Apartemen nya ini dengan harap harap cemas. Ibu itu nampak berpikir dia ingin menolak tetapi dia tidak tega melihat wajah Winter yang sangat  memelas. “baiklah ibu beri waktu untuk bulan ini,jika nak Winter nggak bisa melunasi maka terpaksa untuk pindah” ucap Ibu itu dan diangguki langsung oleh Winter. ** Winter memegang kepala nya yang pusing,dia sangat kesal dengan Axel bisa bisa nya pria itu menahan gaji bulan ini karena stok yang menurun,dia bertingkah semena mena dengan menahan gaji karyawan hanya karena masalah kecil. “sialan pak bos,bagaimana bisa dia menahan gaji kita hanya karena stok yang menurun,bagaimana bisa aku membeli skincare bulan ini” ucap Sabila kesal,dari pagi dia terus mengomel dan melampiaskan nya dengan makan bahkan Winter sudah tidak tahu lagi berapa banyak kalimat umpatan yang dia keluarkan hari ini. “Winter,kamu nggak kesal apa gaji kita di tahan?” tanya Sabila,Winter menarik nafas nya dia ingin sekali mengatakan kepada Sabila kalau dia juga sangat kesal dengan Axel,bagaimana dia bisa baya sewa bulan ini jika gaji dia ditahan !!. “kamu bujuk boss gih buat cairin gaji kita,kalian kan dekat” ucap Sabila lagi,Winter mengalihkan pandangannya dan menatap tajam Sabila sepertinya wanita ini ingin sekali mendapat cambakan dari Winter. Seakan paham dengan tatapan Winter,Sabila hanya tersenyum canggung dan meninggalkan Winter sendirian lagi,sekarang akhirnya Winter bisa sendiri dia sudah kesal dengan kelakuan Axel dan sekarang tanggal bayar sewa dia tinggal beberapa hari lagi dan dia belum mendapatkan uang sama sekali. ** “eh ada wanita cantik,tapi wajah nya kok di tekuk gitu” ucap Devan terkikik geli melihat wajah masam Winter. “aku tahu pasti karena Axel nahan gaji buat bulan ini kan?” lanjut Devan,dia menyeruput juss nya dengan santai. Winter mengalihkan pandangannya ke Devan,pria itu nampak makan dengan layak sedangkan dia hanya makan telur dadar dan nasi putih,maklum Winter harus menghemat uang nya. “kamu nggak kesal,gaji bulan ini ditahan?” tanya Winter kepada Devan Devan hanya menegdipkan bahu nya sambil terus meminum juss nya “biasa aja,bahkan untuk 3 bulan ke depan pun aku nggak masalah” balas Devan “aku punya investasi di lain,jadi kalau nggak ada gaji aku tetap bisa bertahan membayar sewa Apartemen dan keperluan yang lain” sambung nya,yang membuat Winter iri seketika,seharus nya dia juga dari lama ikut investasi. “kenapa? Kamu bingung cari cara buat baya sewa Apartemen?” tanya Devan tepat “ah? Nggak aku Cuma nanya aja,kalau buat bayar sewa Apartemen mah gampang” bohong Winter,harga diri nya terlalu tinggi untuk mengatakan yang sebenarnya. Devan mengangguk dan mulai menyuapkan nasi nya “kalau kamu nggak masalah ya bearti aku nggak usah protes dengan keputusan Axel” ucap Devan Winter menajamkan pendengarannya saat mendengar perkataan Devan “keputusan apa?” tanya Winter “Axel memang sengaja buat nahan gaji karyawan bulan ini untuk melihat reaksi mereka,sebeanrnya stok tidak turun tapi itu hanya tipu muslihat Axel” jawab Devan,setelah mendengarnya Wnter pun menjadi sangat marah.Dia bangkit meninggalkan Devan untuk pergi ke ruangan Axel. Di sepanjang lorong Winter di penuhi dengan amarah,rasa nya dia ingin sekali menghancurkan orang yang bernama Axel itu. Tok...tok..tok “masuk” Setelah di perbolehkan masuk Winter pun langsung masuk ke ruangan Axel dan menghampiri nya. “Winter?” tanya Axel bingung saat Winter mendatangi dia dengan penuh amarah. “kamu mau a-“ Plak Axel terdiam sambil memegang pipi nya yang habis di tampar Winter,serangannya sangat mendadak dan membuat Axel tidak bisa mehindar. “ya,apa kamu gila” ucap Axel kesal sambil memegang pipi nya yang memerah. “kamu yang gila! Bisa bisa nya menahan gaji karyawan hanya untuk hal yang tidak penting” ucap Winter kesal,dia menatap Axel dengan beram “maksud kamu?” tanya Axel pura pura tidak mengerti “kamu menahan gaji karyawan bulan ini hanya karena kamu ingin melihat respon dari kami” ucap Winter,Axel membelalakkan kedua mata nya saat Winter tahu tapi bukan itu alasan utama dia melakukannya. “kamu ngomong apa sih?”” ucap Axep tidak mengerti “aku melakukan penahan itu bukan hanya dengan alasan yang kamu sebutkan tadi tapi ada hal penting lain” ucap Axel “apa?” tanya Winter menantang. Akhirnya Axel berjalan menuju meja dan mengeluarkan beberapa dokumen dari lemari nya “aku sengaja untuk menahan gaji bulan ini,karena aku ingin menyelidiki korupsi yang di lakukan bagian keuangan kita,aku sudah menganalisis nya dan menemukan beberapa tersangka tapi aku tidak punya bukti kuat,makanya aku menahan gaji kalian bulan ini karena aku ingin melihat pengelolaan uang dari mereka” jelas Axel sambil memberikan beberapa detail di dokumen nya kepada Winter. Winter mendongakkan kepala nya dan menatap Axel “jadi ini bukan karena alasan yang aku sebutkan tadi?” Axel menggeleng “aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada orang lain,jadi nya aku mengarang cerita kepada petinggi dengan alasan seperti itu agar mereka tidak curiga” ucap Axel dan diangguki Winter “oke,seperti nya aku salah paham,maaf Axel” ucap Winter,dia tidak bisa melakukan apapun dengan keputusan Axel karena ini hal yang penting menyangkut perusahaan mereka. “aku pergi” ucap Winter sambil membalikkan badannya dan pergi,sedangkan Axel hanya menatap kepergian Winter sambil menyunggingkan sebuah senyuman.   “ternyata kamu masih sama seperti dulu,terlalu polos untuk di tipu” ucap Axel,sebenarnya dia sudah mengetahui siapa tersangka dari korupsi itu tetapi dia tidak bisa mengatakan kepada Winter alasan yang sebenarnya kenapa dia menahan gaji karyawan bulan ini. Dia sengaja membuat cerita seperti itu dan berbohong kepada Winter,dia hanya ingin membuat Winter pindah dari Apartemennya dengan tidak bisa membayar uang sewa. Semua yang terjadi kepada Winter dari kenaikan harga sewa karena dirnya,Axel sengaja membeli Apartemen Winter dengan harga yang tinggi dan membuat drama seakan akan kalau harga tanah di daerah Apartemen Winter naik dan membuat Winter tidak bisa membayar sewa,dan membuat wanita itu dengan terpaksa menerima tawaran untuk tinggal di Apartemen Axel. Terlihat licik bukan? Tapi beginilah cara Axel untuk membuat Winter menuruti keinginan dia,jika tidak wanita itu tidak akan pernah mau pindah  dari Apartemen kecil dan sempit nya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN