“aku dengar kamu jualan cemilan di kantor?” tanya Devan dia menghampiri dan duduk di depan Winter,dia menatap Winter yang terlihat sangat serius di depan laptop sambil mengetikkan kalimat dengan tangannya yang lincah itu.
Winter mengangkat kepala nya dari menatap layar laptop di depannya.
‘’iya,kamu beli?” tanya Winter sambil mengeluarkan beberapa cemilan yang dia bawa.
“ada banyak rasa,kamu pilih yang mana?” lanjut nya
“bukan itu maksud aku Winter,pikirkan posisi kamu adalah ketua dari bagian divisi di perusahaan ini,posisi kamu ada di atas semua orang menginginkan berada disini,semua orang tahu kalau gaji kamu lebih dari cukup untuk membiyai hidup kamu sendirian,apa kamu nggak malu berjualan seperti ini?” ucap Devan, Winter menaikkan satu alisnya tidak setuju dengan perkataan Devan.
“kalau posisi aku ketua lalu kenapa? Semua karyawan disini membeli nya” ucap Winter menyanggah
“semua orang membeli nya bukan karena mereka ingin tapi karena pengaruh jabatan kamu itu Inter,mereka telalu takut untuk menolak” ucap Devan dia menatap Winter dengan serius
“jika kamu memang butuh uang,seharusnya kamu mencari aku Winter bukan seperti ini”lanjut Devan
Winter yang mendengar perkataan itu dari Devan pun menjadi sangat marah,apa salah nya dia berjualan makan ringan seperti ini? Dia hanya ingin mencari pemasukan untuk membayar sewa Apartemennya.
“letak kesalahan ku dimana? Aku hanya menjual makanan ringan biasa dan tidak menganggu siapapun dan lagi aku hanya menjual makanan bukan menjual diri,lalu dimana salah nya?”ucap Winter kesal,dia ingin pergi dari hadapan Devann tapi tangannya di tahan Devan dengan cepat.
“aku mengatakan hal ini bukan tanpa alasan,aku mendengar karyawan di luar sana menggosip tentang kamu dan membuat aku sangat marah” ucap Devan,dia tahu kalau Winter marah dengannya sekarang.
“dan aku serius Winter,jika kamu punya masalah kamu bisa mencari aku jangan memendam semua nya sendirian” lanjut Devan,dia berdiri dan meninggalkan Winter yaang terdiam.
Setelah kepergiaan Devan Winter tak jua kunjung beranjak dari tempat duduk nya,dia masih memikirkan perkataan Devan,apa benar semua yang membeli cemilannya karena mereja takut akan posisi Winter sekarang bukan karena keinginan dari mereka sendiri?
**
Winter terduduk di halte bus sambil menunggu bus yang datang,dia sengaja tidak memakai mobil nya karena terlalu mahal untuk biaya transport nya.
“jam 10 malam” gumam Winter dia menatap jam di tangannya,dia memang lembur malam ini karena banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan hari ini,di dalam hati Winter hanya berharap ada bus yang datang jika tidak maka dia harus berjalan kaki selama 25 menit ke Apartemennya.
Winter menaikkan jaket nya,udara malam semakin berhembus kencang dan sekarang dia sendirian di halte ini,sebenarnya Winter sedikit takut tapi bagaimana lagi jika dia harus berjalan pulang maka itu lebih berbahaya.
Tritt...trt...tritt..
“masuk”
Winter menyipitkan mata nya mencoba melihat siapa yang menyuruh nya masuk ke dalam mobil mercedes benz itu
“Winter cepat,nanti jalanan macet” teriak orang itu lagi,akhirnya Winter pun berjalan mendekati mobil itu dan masuk ke dalam nya.
“Axel?” tanya Winter terkejut saat melihat Axel di hadapannya.
“kamu lembur juga malam ini?” tanya Winter lagi dan diangguki Axel
“ada beberapa pekerjaan yang harus aku autr ulang” ucap Axel dan di angguki Winter,dia tidak terlalu paham dengan pekerjaan Axel.
Grukk
Winter menutup perut nya dengan cepat saat mendengar perut nya yang berbunyi,sial kenapa perut nya harus berbunyi di saat seperti ini sih,mati lah Axel pasti akan mengejek dia.
“kamu belum makan?” tanya Axel,dengan malu Winter mengangguk pelan
“dari pagi?”
Dan lagi lagi Winter mengagguk,Axel menghembuskan nafas nya berat,Winter selau memarahi dia untuk makan tepat waktu ternyata wanita itu sendirian tidak makan seharian.
Axel melajukan mobil nya dan berhenti di sebuah rumah makan.
“kita makan dulu” ucap Axel tetapi Winter hanya menatap Axel
“tenang aku yang traktir” lanjut nya dan langsung membuat Winter tersenyum cerah.
Dengan semangat Winter berjalan di samping Axel,kebetulan hari ini dia sangat ingin makan pad thai dan Axel membawa dia ke rumah makan thailand.
“kamu mau makan apa?” tanya Axel sambil memberikan buku menu ke Winter
“pad thai” ucap Winter langsung tanpa melihat menu
“kamu nggak mau lihat yang lain?” tawar Axel tetapi Winter hanya menggeleng dia yakin akan pilihannya.
Tidak berapa lama menunggu,makanan mereka akhirnya sampai juga Winter terlihat sangat senang saat melihat pad thai nya datang dia bahkan langsung memakan tanpa menunggu yang lain.
“Winter itu bukan air putih” ucap Axel panik saat melihat Winter langsung meneguk wine di depannya.
Mungkin Winter wine itu adalah air putih dan tanpa pikir panjang langsung meminum nya.
“kok rasa nya aneh” ucap Winter heran saat dia merasa perasaan terbakar di tenggorokan nya.
“itu Wine” ucap Axel dan membuat Winter membelalakkan mata nya.
“ kenapa ka,u baru bilang?” tanya Winter kesal,tingkat toleransi nya sangat rendah dan sudah pastikan dengan meneguk satu gelas penuh membuat nya tidak sadarkan diri.
“aku sudah ingin bilang tapi kamu lebih dulu meminum nya” ucap Axel santai,dia melanjutkan acara makannya
Winter meneguk ludah nya,sebentar lagi dia pasti akan tidak sadar dan akan berbahaya jika dia tidak sampai ke Apartemennya.
“Axel kita pulang sekarang” ucap Winter,Axel menaikkan kepala nya dan memandang Winter
“makanan kamu belum habis,habiskan ini dulu baru kita pulang” ucap Axel
“Nggak,aku mau pulang sekarang” paksa Winter “jika kamu nggak mau maka aku pulang sendiri” lanjut nya.
Dengan terpaksa Axel mengangkat p****t nya untuk pulang padahal dia masiih belum menghabiskan makanannya tapi Winter malah sudah memaksanya pulang.
Di sepanjang jalan Winter hanya diam,dia mencoba sekuat tenaga untukk menjaga kesabarannya tapi tidak bisa kepala nya perlahan mulai pusing dan pandangannya mengabur.
**
“Winter,sudah sampai” ucap Axel saat mereka sudah di depan Apartemen Winter,tetapi Winter sama sekali tidak memberikan respon dia hanya diam,akhirnya Axel mencoba mendekati Winter dan melihat wanita itu tertidur.
“Winter” ucap Axel sambil menepuk pipi Winter
“hm” gumam Winter tapi mata nya masih tertutup rapat
“bangun,kita sudah di depan Apartemen kamu” ucap Axel,Winter mencoba membuka mata nya dan berjalan keluar,tapi langkah nya berkali kali terhuyung dan jatuh ke tanah,karena tidak tega akhirnya Axel pun berjalan sambil menahan badan Winter yang terhuyung.
“Axel antar aku ke dalam” ucap Winter dengan manis,dia memberikan senyuman nya kepada Axel,seandainya saja Winter tidak sedang mabuk mungkin Axel pasti akan membalas nya tapi sekarang mabuk dan tidak sadar.
“password kamu apa?” tamya Axel saat dia memasukkan password lama Apartemen Winter tetapi salah.
“tanggal ulang tahun aku” ucap Winter,dia bergelayut di leher Axel dan tidak melepas nya sedikit pun.
Alex terdiam,dia benar benar lupa tanggal ulang tahun Winter sekarang,dengan pelan tangan Axel masuk ke dalam tas Winter untuk mecari KTP Winter.
Setelah berhasil masuk ke dalam Axel membopong badan Winter yang bergelayut di leher nya sedari tadi,Axel merebahkan badan Winter dan menyelimuti nya.
“lepas”
Axel menghentikan langkah nya saat mendengar perkataan Winter.
“lepas? Apa yang di lepas?” tanya Axel
“pakaian ini lepas,sesak” ucap Winter,dia mencoba membuka kancing depan pakaiannya dan melemparkan nya ke sampimng setelah berhasil.Axel yang melihat nya pun hanya bisa ternganga terlihat bagian atas tubu Winter yang hanya tertutup bra bewarna hitam.Axel meneguk ludah nya saat Winter tidak berhenti disitu,dia menurunkan rok nya dan meninggakan dalaman dan kemudian melepaskan bra nya dan membuat nya tidak terlapis apapun di bagian atas nya,Axel adalah pria normal jika dia melihat pemandangan seperti ini di depannya siapa yang tidak tergiur untuk menerkam.
Sedangkan Winter dengan tidak bersalah nya dia kembali merebahkan diri nya dan tertidur
“Winter,ganti pakaian dulu” ucap Axel,dia berulang kali menepuk bahu terbuka Winter tetapi tidak ada respon.
Akhirnya dengan terpaksa Axel berjalan menuju lemari pakaian pakaian Winter dan mengambuil beberapa pakaian tidur
“Winter,ganti pakaian dulu” ucap Axel lagi berusaha sabar
“hm,nggak usah aku sudah terbiasa tidur seperti ini” gumam Winter dan membuat Axel terkejut bukan main,bagaimana wanita itu bisa tahan tidur dalam keadaan seperti ini saat suhu di kamar nya sangat dingin.
“pakai sekarang atau aku pakai kan?” ancam Axel,tteapi tidak ada jawaban dari Winter,dengan terpaksa Axel membalik badan Winter dan menampakkan tubuh bagian atas nya.
Axel berulang kali meneguk air liur nya,Winter benar benar sempurna bahkan dia dapat membayangkan bagaimana jika tangannya berada di atas nya.
Winter mengalihkan tangannya dan menabrak tangan Axel dan membuat Axel tersentuh milik Winter.
“ya tuhan beri lah kesabaran pada hambamu ini” gumam Axel,kulut Winter benar benar putih dan mulus seperti nama nya Winter.
Entah pikiran dari mana,Axel memberanikan diri nya untuk meletakkan tangannya di bukit Winter dan membuat wanita itu melenguh sedikit,Axel menggeleng lalu melepaskan genggamannya.
Dia ingin pergi tetapi Winter menahannya “lagi” ucap Winter pelan dan membuat Axel terkejut,dia menggelengkan kepala nya mungkin saja dia yang salah dengar.
“lakukan seperti itu lagi” ucap Winter lebih keras dan membuat Axel hilang akal,dia menaiki badan Winter dan mencium di seluruh badan bagian atas Winter dengan rakus dia bahkan meninggalkan beberapa bekas di d**a Winter.
Axel sangat menikmati saat dia menyusuri badan Winter dengan mulut nya tidak ada satupun yang dia lewatkan,Winter bagaikan candu untuk nya,bahkan saat dia mencium bibir Winter saja dia seperti tidak ingin melepaskan nya.
“tidak”gumam Axel dan langsung melepaskan diri nya dari Winter saat pikiran lurus nya masuk ke otak nya,dia dengan cepat memperbaiki pakaian Winter dan mengkancing nya,sekrang dia harus meminjam kamar mandi Winter dan pergi secepat nya.
**
Winter mengerutkan kedua alis nya saat dia melihat beberapa bekas di d**a nya bahkan tanda itu membuat kulit nya yang putih menjadi biru,Winter ingin bepikiran positif tetapi dia tidak bisa saat melihat dirinya bangun dipagi hari dengan pakaian tidur lengkap,secara logika saja dia tidak mungkin bisa berganti pakaian di saat diri nya sedang mabuk seperti itu,siapa lagi jika bukan orang yang mengantar nya pulang yaitu Axel.
Winter harus cepat cepat pergi kantor dan memastikan semua nya.
“Axel” ucap Winter langsung saat dia berada di dalam ruangan Axel.
“seperti ini kah sopan santun kamu masuk ke dalam ruangan atasan?” sindir Axel,tteapi Winter tidak peduli dia malah mendekati Axel dan membuka pakaiannya sedikit dan memperlihatkan bekas yang di buat Axel malam tadi.
“kenapa kamu memperlihat bekas itu kepada ku?” tanya Axel dia memasang wajah seakan akan tidak tahu
“jangan bohong,kamu kan yang membuat tanda ini?” tanya Winter kesal
Axel menggeleng dia masih memasang wajah polos nya “buat apa juga aku membuat tanda seperti itu,bisa aja kan nyamuk gigit kamu malam tadi ”
Winter menarik nafas nya kesal “lalu jika ini bukan kamu yang buat,tapi siapa yang gantikan baju aku ke piyama?”
“kamu sendiri,malam itu kamu yang meminta aku untuk mengambilkan pakaian dan setelah itu aku pergi dan tidak tahu apa apa lagi” ucap Axel dengan santai seolah seperti itulah yang memang terjadi.
Winter terdiam dia tetap tidak pecaya jika tanda ini hanya tanda digigit nyamuk,tetapi semua yang dikatakan Axel terasa masuk akal bagi nya.
“hm ya sudah aku kembali kerja” ucap Winter akhirnya,dia membalikkan badannya sambil memikirkan tanda itu.
Setelah kepergiaan Winter,Axel tertawa dengan keras ternyata Winter bukan hanya polos tapi dia juga sangat bodoh,saat Axel mengatakan kalau itu mungkin digigit nyamuk maka dia langsung mempercayai nya tanpa berpiiir lagi.
Winter kembali duduk di kursi nya, dia hanya berdiam diri sambil memainkan pulpen di tangannya,dia benar benar enasaran akan tanda ini.
“sabila” ucap Winter kepada teman disampingnya
“hm” balas Sabila
“kamu tahu tanda apa ini?” tanya Winter sambil memperlihatkan tanda di leher nya.
“ini benar tanda digigit nyamuk?” tanya Winter lagi
Seketika tawa Sabila pecah saat mendengar Winter mengatakan tanda itudisebabkan oleh giitan nyamuk.
“mana ada nyamuk gigit sampai biru gitu” ucap Sabila sambil menahan tawa nya.
Winter menaikkan satu alis nya bingung “lalu kalau ini bukan karena gigitan nyamuk,lantas apa dong?” tanya Winter penasaran.
“malam kemarin,kamu ada jalan dengan pria?” tanya Sabila,Winter terdiam lalu mengangguk pelan
“aku jalan sama dia dan mabuk” ucap Winter pelan,dia tidak ingin kan satu ruangan tahu kalau dia mabuk.
Sabila tersenyum saat mendenar perkataan Winter “selamat leher kamu sudah tidak suci lagi” ucap Sabila berbisik,
“maksud kamu?”
“kamu pasti paham dengan maksud aku Winter,nggak ada nyamuk yang menggigiit sambil biru seperti itu dan besarr lagi” ucap Sabila menjelaskan kepada Winter,Sabila menepuk bahu Winter
“tanyakan lah kepada pria yang kamu ajak jalan malam tadi tentang tanda itu” ucap Sabil lagi.
Winter merenung jadi Axel berbohong dengannya,dan tanda ini juga di buat dengannya !!,sial,pria itu pasti mengambil keuntungan dari malam tadi saat Winter mabuk.
Bisa bisa nya Winter tertipu dengan mudah saat Axel mengatakan hal itu karena gigitan nyamuk dan terlihat seperti orang bodoh di depan Sabila karena menanyakan hal yang memalukan seperti ini.Awas saja Winter akan memberi perlajaran kepada Axel karena membuat leher nya seperti ini.