part 9 IKATAN ?

2156 Kata
Winter menekan password Apartemennya dan masuk ke dalam,hari ini dia sangat lelah seharian dia harus menutupi tanda yang di buat oleh Axel,walaupun pakaiannya memiliki kerah tapi Winter tetap was was kalau nanti tanda nya terlihat secara tidak sengaja,bisa di anggap w************n. “astaga” baru saja Winter menghidupkan lampu di ruang tengah nya,dia sudah di kejutkan dengan kehadiran manusia tak kasat mata siapa lagi kalau bukan Axel. “mau apa kamu?” ucap Winter dengan ketus “numpang makan” Axel mengatakannya dengan nada sangat santai seakan akan dia terbiasa dengan perbuatannya ini. Winter menaikkan satu alis nya dan menatap heran ke Axel “kamu kan kaya,kenapa nggak makan di luar” “nggak,aku mau makan masakan kamu” Axel menaikkan dua kaki nya dan merebahkan badannya dengan santai di sofa Winter. “di rumah ku nggak ada makanan” “biasanya kamu selalu menyetok bahan makanan,kenapa sekarang nggak ada?” “aku harus berhemat,karena boss di perusahaan ku tidak memberi gaji bulan ini dengan alasan tidak masuk akal” ucap Winter kesal,dia sengaja menekankan kata boss di kalimat nya. “pasti boss kamu itu orang nya tampan dan baik hati” balas Axel,Winter memutar bola mata nya dan pergi meninggalkan Axel. “Winter aku serius,kamu nggak ada makanan? Aku lapar” teriak Axel saat Winter ingin memasuki kamar. “kamu cek sendiri” balas Winter tak kalah nyaring. Axel bangkit dan berjalan mendekati kulkas Winter dan benar saja,tidak ada satupun makanan yang tersisa di kulkas kecuali air putih.Akhirnya dengan terpaksa Axel menelpon pesan antar untuk mengantar beberapa makanan untuk persediaan Winter,walaupun Axel kejam tapi dia tidak tega melihat Winter harus kelaparan tengah malam nanti. “loh kok banyak makanan?” Winter terkejut saat dia melihat begitu banyak makanan di atas meja makannya. “aku yang beli,jadi setiap habis pulang kantor aku akan singgah dan makan disini” ucap Axel dengan santai sedangkan Winter melototkan mata nya tidak percaya dengan ucapan Axel tadi. “enak saja,aku lelah” ucap Winter “kalau begitu,aku semua ini dan bawa ke Apartemen aku” Axel mengambili kantong plastik berisi bahan makanan tetapi di tahan oleh Winter kembali. “eh jangan,baik nanti aku masakin´ucap Winter terpaksa,setelah dipikir pikir bahan makanan yang di beli Axel bisa menghemat pengeluarannya. Axel tersenyum lalu melepaskan genggamannya dan memberikan bahan makanan untuk di masak,setelah itu dia duduk dengan santai sambil memainkan handphone nya sedangkan Winter mendengus dan membawa nya ke dapur. Setengah jam kemudian masakan Winter ,cukup simpel hanya spagetti carbonara dan daging asap yang dimasak Winter,dia tidak ingin memasak yang berat berat dan membuat perut nya melar di pagi hari. Axel menyuapkan spagetti yang di buat Winter dan tertegun sejenak,makanan Winter dari dulu hingga sekarang selalu enak bahkan lebih enak daripada dahulu. “besok pagi aku jemput” ucap Axel sambil terus menyuap spagetti nya dia tidak ingin menyisakan itu bahkan sedikit. “nggak,nanti orang kantor lihat” protes Winter,walaupun tawaran Axel terdengar menggiurkan tapi dia tidak ingin mengambil resiko menjadi trending topik satu kantor. ** Winter membuka mata nya dengan malas,sudah jam 6 pagi dia harus cepat cepat bangun dan pergi ke kantor,dia ingin membuat sarapan hari ini agar dia tidak usah pergi ke kantin saat istirahat,ingat dia harus berhemat setidak nya untuk bulan ini. “astaga” Winter mengelus d**a nya saat dia bisa mengatasi keterkejutannya,bagaimana tidak saat dia pergi ke dapur dia sudah melihat Axel yang duduk dengan santainya sambil memainkan handphone nya. “bagaimana kamu bisa masuk?” tanya Winter Axel mengangkat kepala nya dan hampir tertawa melihat penampilan baru bangun Winter,tetapi dia dengan cepat mengubah ekspresi nya menjadi datar kembali. “kamu lupa,kalau aku tahu password Apartemen kamu” ucap Axel dengan santai,dia menyesap kopi nya di jam 6 pagi itu. Winter menggelengkan kepala nya,dia malas untuk berdebat lebih panjang dan dia tidak heran jika Axel menderita maag jika dia sendiri meminum kopi di pagi hari seperti ini. “kamu nggak kepagian datang kesini?” tanya Winter sambil memanggang roti nya Axel menggeleng “aku sudah terbiasa bangun jam segini dan pergi,kamu saja yang pemalas baru bangun”sindir Axel,dia memang terbiasa bangun jam 5 pagi dan berolahraga sampai jam 6 pagi kemudian dia akan berangkat kekantor,entah kenapa dia suka berangkat pagi karena bisa mehindari macet. Winter hampir saja melemarkan roti di tangannya ini saat mendengar perkataan Axel,tetapi dia ingat kalau di depannya ini adalah boss nya,dia masih membutuhkan pekerjaan ini untuk meneruskan hidup nya. “kamu cepat sana mandi,aku tunggu” ucap Axel setelah mereka menyelesaikan makanan mereka “tunggu,aku ingin membuat bekal” “nanti aku yang buat nya,kita hampir terlambat” ucap Axel sambil melihat jam yang melingkar di tangannya,Winter menyeringitkan dahi nya padahal baru jam setengah 7 terlambat dari mana nya. “aku tidak ingin terjebak macet” seakan bisa menebak isi pikiran Winter,Axel langsung menjawab nya,Winter mengangguk dan pergi mandi dia tidak ingin mendebat lebih panjang lagi. ** Winter membuka bekal nya dan terkejut saat melihat sandwitch olahan Axel yang terlihat sangat rapi bahkan dia saja tidak bisa serapi ini bila memotong roti menjadi dua belahan. “wee ada yang bekal nih” ucap Sabila mendekati Winter saat dia ingin pergi ke kantin. Winter mengangguk “buat penghematan,bulan ini nggak di gaji boss” balas Winter,dia terus melanjutkan makan sandwitch nya yang lezat tapi bukankah semua sandwitch terasa lezat? Tapi ini cukup unik,Winter tidak pernah menyangka jika selai strawbery akan cocok dengan daging asap dan ajaib nya itu terasa enak. “kamu beli ya? Rapi banget potongannya” ucap Sabila bingung saat melihat bekal Winter. “nggak,aku bikin sendiri,kamu bila mau ambil aja” Sabila pun dengan senang langsung mengambil sandwitch Winter tanpa basa basi,dia langsung melahap hampir separuh dari roti nya. “hmm,enak banget,bohong nih kamu bilang bikin sendiri?” Sabila terus memakan sandwitch nya sambil terus bertanya ke Winter. Winter memutar kedua bola matanya,temannya yang satu ini tidak akan berhenti bicara dan bertanya sebelum dia puas. ** Winter mengedarkan pandanganya ke kanan dan kekiri tetapi dia tetap tidak menemukan keberadaan Axel,padahal Axel berjanji untuk mengantarkan dia pulang,tentu saja Axel harus tanggung jawab dengan mengantarkan dia pulang. Trit...tritt Winter langsung membalikkan badannya saat mendengar suara mobil,dia tersenyum karena mengira itu adalah mobil Axel tetapi dia salah,mobil itu ternyata punya Devan “Hai cantik,mau kemana?” tanya Devan sambil menampilkan senyum nya Winter memandang Devan yang menggoda nya lalu tertawa pelan,seandainya saja dia tidak tahu kelakuan Devan yang playboy mungkin dia akan luluh dengan gombalan nya seperti wanita yang lain. “mau pulang,lagi nunggu taxi” balas Winter,dia tidak mungkin mengatakan kalau dia menunggu Axel “mau ku antar? Kebetulan aku ada acara yang searah dengan Apartemen kamu” Winter melihat jam di tangannya lalu mengedarkan pandangannya ke kanan dan kiri,seperti nya Axel tidak jadi menjemput nya. “baiklah” Winter memasuki mobil Devan dan memasang sabuk pengaman tetapi tali nya lengket dan membuat dia kesusahan. “sini” Devan mendekatkan diri nya ke Winter dan menarik selt belt itu hingga bisa di pasang,saking dekat nya diri nya dengan Devan,Winter pun sampai bisa mencium bau parfum maskulin mahal yang dipakai Devan. “kita berhenti makan dulu” Devan menyetirkan mobil nya sambil terus menatap lurus ke depan. Winter mengalihkan pandangannya ke Devan “loh.bukannya kamu bilang ada acara?” Devan mengangguk “iya,pertemuan keluarga biasa tapi jam 9 malam nanti,sekarang aku lapar,kamu temanin ya” Winter mengangguk pasrah,dia juga tidak enak menolak ajakan Devan. Winter benar benar di perlakukan layak nya ratu dengan Devan,Devan menarik kursi untuk Winter,memotongkan steak nya dan meletakkan saus dengan cantik di piring Winter.sekarang Winter tahu kenapa ada begitu banyak wanita yang berani menyerahkan hidup nya dengan pria di depannya ini. Selain tampan dan sukses,Devan juga memiliki kepribadian romantis dan humoris dia bisa dengan mudah bergaul dengan orang asing hanya dalam hitungan jam,Devan sempurna bukan ? “steak di sini di masak dengan baik,medium rare” ucap Devan,dia menguyah makanan nya dengan lahap Winter mengangguk dengan cepat,dia setuju dengan Devan,baru kali ini dia merasakan steak seenak ini bahkan saat berada dalam mulut pun Winter bisa merasakan rasa manis dari daging nya. “tunggu,ada sesuatu di mulut kamu” Devan mengambil selembar tissu dan membersihkan ujung bibir Winter yang terkena saus,lalu tersenyum dengan manis. Winter mematung saat Devan membersihkan ujung bibir nya tadi,jantung nya berdegup kencang,belum pernah dia diperlakukan semanis itu dengan seorang pria. “bagaimana pekerjaan hari ini? Aku dengar saham bulan ini naik” “iya,saham bulan ini naik tapi produksi yang menurun,kalau Axel tahu dia pasti akan mengamuk lagi” balas Winter dengan lelah. “tidak apa apa,itu c-“ “hm” Pembicaraan Devan terhenti saat mendengar seseorang yang berdehem di belakang Winter. “Axel” Winter langsung membelalakkan mata nya saat mendengar Devan mengatakan Axel,dia membalikkan badannya dengan cepat dan benar saja yang berdiri di depannya adalah Axel,dengan wajah datar tapi siapa pun bisa merasakan hawa mencekam. “Axel,mau gabung?” Devan mengatakan dengan sangat santai,Winter pun sampai harus meneguk saliva nya sendiri,hawa Axel benar benar menyeramkan,Winter tidak tahu kenapa dia bisa merasakan perasaan seperti ini,padahal Axel bukan siapa siapa untuk nya. “kami baru saja makan,kalau mau gabung” ucap Devan lagi,tetapi Axel hanya diam tidak menjawab pertanyaan Devan,sedari tadi Axel hanya menatap Winter. “aku sudah bilang ke kamu,kalau aku jemput” ucap Axel datang Winter menegang saat mendengar perkataan Axel,sial dia ketahuan berbohong sekarang. “jemput? Bukan nya kamu bilang tadi nunggu taxi?” tanya Devan bingung,sekarang mereka berdua menatap tajam Winter. “hmm,itu aku sebenar nya memang di jemput Axel karena harus menghadiri meeting dengan klien dari luar negeri,tapi karena kemalaman aku kira Axel sudah pulang dan batal” Winter menutup mata nya,dia berharap kalau alasannya kali ini masuk akal. Devan mengangguk,lalu melanjutkan makannya dengan santai seperti tidak terjadi apa apa “kita pulang” Axel tiba tiba menarik tangan Winter. “eh kalian mau kemana? Winter kamu belum menghabiskan makanan” ucap Devan bingung,saat Axel tiba tiba menarik Winter. “maaf Devan,tapi aku harus menghadiri meeting dengan klien itu,lain kali kita makan aku traktir:” ucap Winter tidak enak,sedangkan Axel sedari tadi menarik tangan Winter. Axel menarik tangan Winter dengan erat,dia terus menarik tangan Winter sampai ke mobil dan melemparkan badan Winter ke dalam mobil,setelah itu Axel masuk ke dalam mobil dan mengunci pintu mobil nya. “ya Axel,kamu gila?!” teriak Winter kesal,kenapa Axel menggila seperti ini,tangannya merah karena tarikan Axel tadi. “sudah aku bilang untuk menunggu aku,tapi kamu malah pergi bersama Devan” ucap Axel marah “aku sudah menunggu kamu,tapi kamu terlalu lama datang,aku nggak mungkin berdiri di jalan selama berjam jam” Winter menarik nafas nya dengan cepat dia kesal dengan tuduhan Axel. “lain kali,jika aku biang tunggu bearti tunggu bukan pergi sama yang lain” ucap Axel,dia sangat marah saat melihat winter pergi bersama Devan alih alih menunggu dia,padahal dia sudah memberi pesan ke Winter untuk menunggu nya. “dan lagi jangan pernah dekati pria manapun,terutama Devan” Winter menatap Axel tidak percaya,pria di depannya ini begitu egois mereka tidak memiliki hubungan apapun tapi Axel malah melarang nya untuk mendekati pria lain. “kenapa kamu melarang aku seperti ini?” Winter mengatakannya sambil menatap Axel dengan serius,nada nya berubah menjadi datar. Axel menepikan mobil nya ke pinggir jalan,dia tahu kalau Winter sudah mengeluarkan nada seperti itu bearti dia sedang serius. “apa salah nya jika aku melarang kamu?” tanya Axel balik,Winter mengerutkan kedua alis nya bingung,saat dia bertanya Axel malah balik bertanya. “aku sudah berjanji dengan ayah kamu untuk menjaga kamu selamanya” Winter tertawa pelan,alasan itu lagi yang dikatakan Axel “ayah sudah meninggal,kamu sudah tidak ada kewajiban untuk menjaga aku lagi” Axel menatap wajah Winter yang menatap nya dengan serius,wanita itu terlihat sangat muak dengan semua nya. “katakan,apa yang membuat kamu berhak untuk melarang ku dengan laki laki lain? Bahkan kita tidak punya ikatan apapun” Axel tersenyum saat mendengar Winter mengatakan kata ikatan “kita punya ikatan,yang membuat aku berhak melarang kamu” balas Axel dengan misterius. Winter terdiam saat Axel mengatakannya,ikatan? Apa dulu dia pernah berpacaran dengan Axel? Atau Axel sebenarnya keluarga dia? Winter tidak bisa mengingat nya,yang dia ingat hanya masa SMA yang tidak pernah tenang karena keberadaan Axel dan setelah itu Axel pergi meninggalkannya karena Winter sendiri yang waktu itu meminta nya,apa Winter melewatkan satu hal,tidak ingatan Winter masih dapat ingat dengan jelas dan tidak ada satu pun yang terlewat dia yakin. “kamu bercanda kan?” ucap Winter tidak percaya Axel menggeleng,dia memasang wajah sangat serius “kita memang memiliki ikatan” “ikatan apa?” Axel tersenyum kecut mendengarnya “sekarang aku tidak bisa bilang,tapi suatu hari nanti kamu akan mengetahui nya” balas Axel,Winter lagi lagi terdiam,dia benar benar tidak tahu apa yang dibicarakan Axel,ikatan apa yang di katakan Axel,sejauh dari ingatannya dia tidak memiliki ikatan apapun dengan Axel. Axel kembali menghidupkan mobil nya dan mulai berjalan kembali,Winter sama sekali tidak memberikan respon apapun,Axel yakin wanita itu masih tidak mengingatnya,mengingat sebuah kejadian yang sangat penting bagi hidup Axel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN