Winter mengusa muka nya frustasi,tenggat waktu yang di beri pemilik Apartemen adalah hari ini tetapi dia masih tidak bisa memenuhi tunggakannya,Winter hanya mampu menyimpan uang sebanyak 15 juta dari hasil jualan dan tabungannya,padahal Winter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghemat tetapi tetap saja dia tidak mampu.
“ibu sangat menyesal” pemilik Apartemen itu berulang kali meminta maaf ke Winter,karena membuat Winter pindah.padahal dia sangat menyukai Winter yang menyewa Apartemen nya karena Winter pintar dalam menjaga Apartemen nya agar telihat bersih.
“nggak papa bu,nanti Winter cari kos yang lebih murah” ucap Winter sambil tersenyum,dia mengemasi barang barang nya,walau terasa berat tapi Winter harus melakukannya,dia tidak bisa menepati janji nya dan sekarang dia harus pindah.
“lain kali kunjungi ibu ya” ucap nya sedih,Winter mengangguk dan berpamitan,Winter mengangkat koper nya dan membawa nya turun.Dia akan menuju ke koss yang sudah dia cari sebelumnya,tidak besar seperti Apartemen sebelumnya,tapi cukup nyaman untuk tidur.
“kamu?” tanya Winter bingung saat melihat Axel memakirkan mobil nya di basement Apartemen Winter
Axel memalingkan kepala nya saat mendengar suara Winter,dia mendekati Winter dan melihat beberapa koper yang sudah masuk ke dalam mobil Winter.
“kamu mau kemana?” tanya Axel bingung
“pindah” balas Winter singkat,dia berusaha memasukkan koper nya ke dalam
“pindah? Ada yang salah sama Apartemen kamu yang ini?”
Winter menggeleng “aku tidak bisa membayar sewa dan semua itu di sebabkan oleh boss aku yang licik” sindir Winter sambil menekankan kata boss.
“pindah saja ke Apartemen ku” Axel mengatakannya dengan santai.
“tidak,aku masih punya harga diri untuk tidak tinggal dengan pria yang bukan suami ku” setelah mengatakan itu Winter pun masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan Axel sendirian.
Axel melihat kepergian Winter lalu tersenyum,jika dia dapat dengan mudah mengusir Winter dari Apartemen maka dia mengusir Winter dari koss an baru nya.sebenarnya Axel sudah tahu dimana Winter akan tinggal tapi dia hanya ingin memberi waktu ke Winter,lalu dia akan bertindak.
**
Winter memasuki koss nya dengan sedikit ragu,bagaimana tidak tempat nya lebih sempit dari Apartemennya dan dia harus tinggal dengan orang lain dalam satu rumah,dan parah nya itu koss yang dia pilih adalah koss bebas,padahal Winter yakin saat dia melihat lihat di internet kemarin itu koss untuk putri dan fasilitas nya cukup bagus tapi kenapa malah kebalikannya.
“permisi bu,saya Winter yang kemarin menghubungi ibu untuk sewa koss ibu” Ibu Ibu itu memalingkan kepala nya menatap Winter dari atas sampai bawah dia lalu tersenyum lebar ke Winter.
“oh kamu yang kemarin neng?” ucap ibu itu,Winter mengangguk sopan
“sini,ibu antar ke kamar kamu” ucap Ibu itu dan menunjukkan kamar Winter yang berada di lantai 2
“ini kamar nya neng” Winter melihat ke dalam kamar itu,ada satu ranjang,lemari dan tv cukup minimalis.Winter menghembuskan nafas nya lelah mungkin ini lah fasilitas yang dia dapat jika ingin sewa murah lagipula disini dia hanya untuk tempat tidur sampai dia bisa menyewa kembali Apartemen yang cukup nyaman.
“kamar mandi nya ada disana” ibu itu menunjuk kamar mandi yang berada di ujung “ di lantai ini ada 2 kamar mandi” lanjut nya
“hm jadi saya harus gantian dengan penghuni lain bu?” ibu itu mengangguk dan membuat Winter ternganga
“bukannya di internet bilang kalau koss ibu memiliki kamar mandi di dalam?” tanya Winter bingung
Ibu itu tertawa keras mendengar perkataan Winter “tadi nya begitu neng,tapi sekarang harga sewa naik saya nggak mungkin naikin harga sewa,yang ada penghuni koss ini pada kabur jadi nya untuk menghemat air,saya bikin begitu” jelas Ibu nya dan membuat Winter terdiam.
Setelah bercakap cakap,Winter akhirnya izin untuk masuk ke dalam kamar nya,dia meletakkan koper nya di sudut kamar dan mulai melihat kamar nya,dibandingkan dengan Apartemen yang dulu sangat kontras perbedaan nya.Di Apartemen yang dulu dia memiliki AC dan sekarang hanya ada kipas angin kecil bahkan kamar nya pun terlihat sempit padahal hanya ada tempat tidur,lemari dan tv.
**
Winter membuka mata nya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 7,sial dia telat bangun dia harus cepat cepat mandi dan pergi ke kantor sebelum boss licik nya itu menyemprot nya.Winter hanya mengucir rambut nya asal asalan dan mengambil peralatan mandi nya,tetapi saat dia keluar dari kamar nya menuju kamar mandi sudah ada antrian yang membuat nya menghembuskan nafas lagi,kalau begini sudah bisa di pastikan dia akan terlambat.
“penghuni baru ya?”
Winter membalikkan badannya dan melihat seorang pria muda yang menyapa nya tadi
“iya,baru pindah kemarin” balas Winter,pria itu tersenyum ramah ke Winter
“perkenalkan nama ku Rafi” ucap nya sambil menjulurkan tangan,Winter menerima nya dengan senang hati.
“mau pergi ke kantor kan? Biasanya kalau mau sepi pagi hari sekitar jam 5 atau 6”
Winter mengerutkan kening nya dari mana Rafi tahu kalau dia ingin pergi ke kantor.
“dari pakaian yang kamu bawa,kelihatan banget kalau kamu wanita kantoran” balas nya,Winter tersenyum dia sudah berburuk sangka kepada Rafi.
“kamu sendir mau pergi ke kantor jua?” tanya Winter
Rafi mengangguk “iya,tapi aku masuk nya siang dan masih ada banyak waktu” ucap nya
“oh ya,nanti malam kamu mau ke rofthoop koss ini?” Winter menaikkan alis mendengar nya
“emang ada?”
Rafi mengangguk “kamu pasti tidak menyesal” balas nya,dan diangguki Winter
**
Winter melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 10 pagi,sudah sangat terlambat dia datang,di tambah macet di jalan tadi yang membuat nya lelah.
“Winter,tadi pak boss cariin kamu” ucap Sabila,baru saja Winter ingin menundudukkan p****t nya
“lalu kamu bilang apa?”
“aku bilang kamu belum datang” balas Sabila dengan polos nya,Winter menarik nafas nya lalu menghembus nya lagi.
“kamu kan bisa bilang aku ada kegiatan di luar” ucap Winter kesal
“hehe sory,pikiran ku nggak sampai kesitu” ucap nya.
Winter kembali berdiri dan berjalan menuju ruangan Axel,pria itu pasti akan memarahi dia karena datang terlambat.
Tok..tok..tok
“masuk”
Winter masuk ke dalam ruangan Axel saat mendengar pria itu menyuruh nya masuk,dia bisa menatap Axel yang sedang menatap dokumen nya dengan serius.
“ada apa?” tanya Winter langsung
Axel mengangkat kepala nya dan menatap Winter dari atas ke bawah
“begini sopan santun kamu bertemu dengan atasan kamu?” tanya nya
Winte memutar bola mata nya “maaf pak,ada yang bapa cari dari saya?” tanya Winter sopan dengan senyum nya
“kenapa kamu terlambat?” Tanya Axel serius
“maaf pak,tadi ada macet yang membuat saya terlambat,lain kali tidak akan saya ulangi lagi” ucap Winter menyesal.
“sudah 2 kali kamu terlambat bulan ini,jika 1 kali saya maklumi,ini sudah 2 kali” Axel menatap Winter dengan tajam.
“maaf pak,bapa bisa memotong gaji saya bulan ini” ucap Winter
“potong gaji? Kamu yakin?” tanya Axel,Winter hanya diam sebenarnya dia juga tidak ingin gajih nya di potong.
“saya ada penawaran yang lebih menarik dari pada potong gaji” ucap Axel dia berdiri mendekati Winter,Winter memundurkan langkah nya saat Axel berjalan mendekati nya.
“bagaimana setiap kali kamu terlambat,kamu mencium saya” bisik Axel di telinga Winter,Winter membelalakkan mata nya mendengar perkataan Axel
“maaf pak,saya bukan w************n seperti itu” balas Winter sopan,dia masih mencoba sopan kepada atasan nya itu.
“kalau gitu potong gaji” ancam Axel,Winter mengangkat kepala nya dan menatap berang ke Axel
“silahkan pak,saya tidak peduli” balas Winter lalu meninggalkan ruangan Axel dengan kesal.
“sialan”
Axel bisa mendengar Winter mengatakan umpatan sebelum dia pergi.setelah kepergian Winter,Axel tertawa keras saat mengingat wajah marah Winter,menggoda wanita itu terasa sangat menyenangkan.
Winter kembali ke ruangannya dengan wajah merah padam menahan amarah,dia kesal dengan Axel yang menganggap nya seperti itu,walau bagaimana pun Winter tidak akan mencium pria yang tidak memiliki ikatan dengan dia.
“kamu habis di marahin boss?” tanya Sabila sambil menatap wajah Winter yang merah.
“hah? Nggak” balas Winter kaget
“lalu kenapa wajah kamu merah?” Sabila mengerutkan kening nya saat melihat Winter yang memasuki ruangan mereka dengan wajah merah padam.
“anu di ruangan boss tadi panas” ucap Winter dan membuat Sabila semakin mengerutkan kening nya bingung,tapi dia hanya mengedipkan kedua bahu nya.
“hari ini kita ada kegiatan di luar” ucap Sabila sambil melihat jadwal mereka.
“oh ya? Hari ini aku pergi dengan siapa?”
“hari ini kamu pergi dengan Devan,tugas kamu hari ini memeriksa barang yang di produksi”
Winter menghembuskan nafas nya kembali,setelah Axel terbitlah Devan,pria itu bukannya kerja dia hanya akan menggoda Winter sepanjang jalan.
**
“Devan,hari ini kita ada kegiatan” ucap Winter kepada Devan,dia langsung memasuki ruangan Devan tanpa mengetuk lebih dulu,Devan sudah hapal kalau yang masuk ke ruangan nya tanpa mengetuk adalah Winter.
“oh ya? Aku kelupaan” ucap Devan,dia bangkit dan merapikan pakaiannya “ayo” ucap nya lagi,Winter berjalan di samping Devan sambil mendengarkan pria itu bercerita.
“untuk tuan puteri” ucap Devan,dia membukakan pintu mobil nya untuk Winter,Winter masuk dan duduk di sebelah kursi kemudi.
“hari ini kamu terlihat cantik”
See,belum 1 jam mereka bersama Devan sudah melontarkan berbagai kalimat gombalan.
“terimakasih” balas Winter datar.
“kamu tahu Winter,kemarin aku baru putus dengan pacarku” ucap nya mulai bercerita
“terus,kenapa cerita denganku?”
“mungkin saja kamu mau jadi pacar aku selanjut nya” ucap Devan bercanda,Winter memutar kedua bola mata nya,sekali buaya Devan tetap lah buaya.
Tret..tret..
Winter menatap handphone nya yang bergetar,ada pesan masuk dengan cepat dia membuka nya.
“kamu pergi dengan siapa?” Winter membaca pesan dari Axel
“dengan Devan”
“kenapa kamu nggak bilang aku?” balas Axel
“emang penting”
Winter tersenyum puas saat dia membalas pesan Axel,pria itu pasti akan marah di ruangannya saat melihat balasan Winter.
“kamu sendiri sudah punya pacar?”
Winter mengangkat kepala nya menatap Devan yang sedang serius menyetir.
Winter mnggeleng “itu nggak penting untukku” balas Winter
“kamu nggak kesepian?”
”tidak,aku memiliki banyak pekerjaan yang membuat aku lupa akan hal itu” balas Winter,untuk sekarang ini dia memang tidak terlalu memikirkan hal seperti itu,yang dia kejar saat ini adalah karir dia dan membuat nya bisa hidup walau sendirian.
**
Winter melihat lihat bagaimana produk mereka di buat dan di kemas,semua berjalan dengan cepat bahkan para pekerja disini harus berdiri selama 12 jam nonstop
“Devan,apa kita harus memberi mereka kursi? Aku tidak tega melihat mereka harus berdiri selama berjam jam” tanya Winter sambil menujuk kumpulan para pekerja yang berdiri.
Devan tersenyum mendengar ide Winter,lalu mengacak rambut nya“ini yang aku suka dari kamu,kamu peduli dengan orang di sekitar mu”
“jadi bagaimana kamu mau?” tanya Winter
“hm kalau mereka mengerjakan semua itu sambil duduk,apa bisa? Gerakan mereka akan terhambat sedangkan mereka harus cepat mengepak barang”
Winter berpikir,benar juga yang dikatakan Devan “mungkin nanti kita cari cara lain agar mereka tidak harus berdiri selama itu” balas Devan.
“Ibu kerja disini berapa lama?” tanya Winter kepada ibu ibu yang sedang sibuk mengepak barang ke dalam.
“sudah 20 tahun Bu” ucap Ibu itu sopan.
“panggil saya Winter saja bu”
“saya sudah 20 tahun kerja disini nak Winter,dari pagi sampai sore”ulang ibu itu
“untuk gaji sendiri berapa 1 bulannya bu?”
“4,5 juta untuk satu bulannya” Winter mengangguk,untuk gaji 4,5 juta untuk satu bulan apakah cukup? Hal ini memang bukan bidang nya tapi Winter penasaran dengan gaji pekerja disini.
“Winter,kamu sudah selesai mengecek barang nya?” tanya Devan menghampiri Winter
Winter mengangguk dan berjalan menghampiri Devan.
“ayo kita makan siang” ucap Devan,dia mengenggam tangan Winter tiba tiba.
“kalian pacaran?” tanya Ibu yang berbicara dengan Winter tadi
“ah bu-“
“doakan saja ya bu secepat nya,wanita di sebelah saya ini sangat sulit untuk di rayu” ucap Devan memotong pembicaraan Winter,dia semakin erat mengenggam tanga Winter.
“kalian terlihat cocok,saya doakan semoga cepat jadiannya” balas Ibu itu,dan membuat Devan semakin senang,dia berterima kasih ke ibu itu dan menarik Winter kembali untuk pergi makan.
“kamu bilang begitu,nanti pada salah paham Devan” saat ini mereka sudah sampai di restoran yang di inginkan Devan.
Devan mengedipkan kedua bahu nya “biarkan saja,lagipula kita dalam waktu cepat akan pacaran”
“percaya diri banget” ejek Winter dan membuat Devan tertawa.
***
Winter merebahkan badannya di atas ranjang nya,dia sangat lelah hari ini seharian jalan dan panas panasan.
Tok..tok..
Winteer mengangkat badannya untuk melihat siapa yang mengetuk pintu nya.
“Rafi?’ tanya Winter saat melihat Rafi lah yang datang.
“aku nggak terlambat kan?” tanya Rafi sambil mengangkat sebuah kantongan belanja yang penuh makanan.
Winter tersenyum “tidak,aku baru saja datang”
“ayo,kita ke atas” balas Rafi,Winter mengikuti Rafi di belakang.
“biasanya aku ke sini kalau ingin healing” Winter melihat sekeliling nya kagum,rofthoop koss nya sangat bagus dan tersusun rapi.
“ada tenda juga?” tanya Winter bingung
“hehe,itu sengaja aku bikin karena aku nggak bisa jalan jalan ke luar” ucap Rafi
Winter mengangguk,dia lalu menyiapkan beberapa makanan yang ingin dia makan malam ini.
“suasana nya nyaman kan?” tanya Rafi,Winter mengangguk dia menyeruput mie nya dengan lahap.dia sangat suka suasana seperti ini,benar kata Rafi berada di tempat ini benar benar terasa healing.