part 11 CRY

2263 Kata
Axel berlari mengejar Winter,dia baru saja membuat Winter marah dengan sengaja membuat Winter harus merevisi semua laporan bulanan,padahal semua laporan bulanan Winter baik baik saja,Winter hanya lupa meletakkan beberapa hal yang tidak terlalu penting sebenarnya tapi karena Axel ingin menggoda Winter dia malah memarahi Winter dan membuat nya harus mengulang semua nya. “Winter,tunggu” teriak axel,sekarang mereka ada di basement dan menjadi tontonan orang orang yang berada di basement. “Tunggu” Axel berhasil meraih tangan dan mengenggam nya erat “Apa ?!” bentak Winter kesal,Axel memundurkan badannya saat mendengar bentakan Winter. “ehem” ucap Axel membersihkan tenggorokannya,dia lalu membenarkan kemeja nya. “kamu mau kemana?” tanya Axel akhirnya,Winter yang mendengarnya hanya terngaga jadi Axel mengejarnya hanya untuk menayakan dia akan pergi kemana?? “mau ke jurang” “buat apa?’ tanya Axel polos “mau bunuh diri” balas Winter dan membuat Axel panik seketika “kamu gila apa!” “iya ,aku gila gara gara atasan aku yang nggak punya hati nurani” ucap Winter kesal ‘kalau itu kan memang kesalahan kamu,bukan salah aku yang menyuruh kamu mengulang” bela Axel dan membuat Winter membelalakkan mata nya. “APA? Kamu bilang ini kesalahan aku? Semua orang juga tahu kalau bagian yang nggak aku buat itu nggak penting dan kamu malah mempermasalahkan hal ini?” Winter tidak percaya Axel mengatakan kalau ini bukan kesalahannya. Axel terdiam,dia tidak tahu harus membalas apa “nggak bisa balas kan” Winter menertawakan Axel yang hanya terdiam tanpa bicara,melihat Axel yang tidak bicara Winter pun berniat meninggalkan Axel,tapi lagi lagi Axel menarik tangan Winter. “Apa lagi !” ucap Winter lelah “aku antar ke Apartemen kamu ya,sebagai permintaan maaf” Winter menatap Axel tidak percaya,dia mengedipkan kedua mata nya untuk memastikan apakah dia mimpi atau tidak,seorang Axel yang terkenal egois minta maaf ke dia hanya gara gara ini? “aku nggak tinggal di Apartemen lagi,Cuma di koss” balas Winter,Axel mengerutkan kening nya saat mendengar kata koss,terdengar asing di telinga nya. “koss?” ulang Axel Winter mengangguk “aku nggak mampu buat menyewa Apartemen lagi,sebelum kamu bayar gaji aku” “ya udah,aku antar” balas Axel,dia juga penasaran bagaimana bentukan koss itu sebenarnya. ** Axel memasuki koss Winter dan terkejut saat melihat dalam nya,awalnya Axel kira Winter menyewa satu rumah besar tapi ternyata dia salah,didalam rumah itu justru banyak orang lain yang berkeliaran keluar masuk kamar dan parah nya lagi ada laki laki di koss Winter. “Kamu bawa teman untuk tinggal banyak banget” ucap Axel berbisik,orang orang di sekitar nya memperhatikan Axel dan membuat Axel tidak nyaman. “itu bukan teman aku,tapi tetangga” “Apa maksudnya?” tanya Axel tidak paham,Winter hanya diam lalu membuka pintu kamar nya dan masuk ke dalam. “ini kamar aku” ucap Winter Axel mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan merasa heran kenapa Winter bisa betah di kamar ini,pasal nya di kamar nya tidak memiliki AC dan ukurannya pun sempit. “kenapa kamu milih kamar ini,padahal kan banyak kamar lain” balas Axel Winter menghembuskan nafas nya lelah,ternyata Axel benar benar tidak tahu mengenai koss. “begini ya Xel,orang yang di luar tadi bukanlah teman aku mereka adalah tetangga dan aku nggak nyewa satu rumah ini full tapi Cuma menyewa 1 kamar di dalam rumah ini” jelas Winter dan membuat Axel terkejut. “tapi kenapa?” “tanyakan kepada boss aku yang tidak memberi gaji bulan lalu,dan membuat aku harus pindah” ketus Winter “kenapa kamu nggak bilang ke aku,kamu bisa tinggal di Apartemen aku” “dan membuat aku 24 jam harus terjebak dengan kamu?” ucap Winter spontan Axel mengangguk semangat “bukan kah itu terdengar menyenangkan?” “in your dream” balas Winter ketus. ** Winter dengan serius memperbaiki laporan dia yang salah,dia tidak ingin lagi laporannya di tolak Axel walau laporannya tidak salah sama sekali tapi tetap saja Winter akan mencek nya dengan hati hati.Sedangkan Axel sedari tadi dia hanya merebahkan diri nya di ranjang Winter sambil mengipaskan tangannya berulang kali karena kepanasan. “kamu kapan pulang sih” ucap Winter akhirnya,setelah berjam jam dia tidak bicara sama sekali. “sampai aku ingin” balas Axel singkat,dia berulang kali harus menyeka keringat nya yang keluar sendiri,Axel masih tidak habis pikir Winter bisa bisa nya tahan akan tempat seperti ini. “Winter aku lapar” rengek Axel.dia menggulingkan badannya ke kanan dan kekiri Awal nya Winter tidak memperdulikan Axel,dia hanya fokus memperbaiki laporannya,tetapi semakin lama Axel semakin membuat kesal,dia menganggu Winter dari panggilan,mencubit badan Winter sampai meniup niup daun telinga Winter yang membuat nya kegelian. “APA !” ucap Winter kesal dengan kelakuan Axel Axel tersenyum saat perbuatannya berhasil menganggu Winter “aku lapar” “kalau lapar,pesan makananan sana” ketus Winter,dia melanjutkan pekerjaannya tapi lagi lagi Axel menganggu nya. “aku mau nya masakan kamu” “aku sibuk” balas Winter tanpa memalingkan wajah nya “ayolah,please nanti aku tambahin bonus gaji buat bulan ini” rayu Axel,Winter terdiam tawaran itu tersengar sangat menggiurkan.Winter memalingkan wajah nya dan menatap Axel dengan mata menyipit “benar?” tanya Winter memastikan dan mendapat anggukan dari Axel. “oke wait” Winter meletakkan laptop nya pergi ke dapur umum untuk memasak,untung saja dia masih memiliki beberapa persediaan sayuran yang dia beli kemarin. “kenapa memasak nya disini?” tanya Axel menghampiri Winter,Axel bingung kenapa Winter harus memasak di luar seperti ini,dia tidak suka Winter menjadi perhatian orang orang terutama laki laki cukup Devan saja yang selalu mendekati Winter dengan segala gombalannya. Sebenarnya Axel tahu kalau Devan sedari lama mengincar Winter dan karena itulah Axel memindahkan Devan ke bagian lain yang membuat nya jarang berkerja dengan Winter lagi. “Winter,lagi masak apa?” Axel dengan cepat mengalihkan pandangannya ke samping saat mendengar seseorang yang memanggil Winter,dia mengerutkan kening nya saat melihat seorang pria datang menghampiri mereka. “bau nya sampai ke kamar aku,lagi masak apa hm?” tanya Rafi penasaran,dia mendekati Winter tanpa memperdulikan wajah masam Axel. “masak terong balado sama telur dadar” ucap Winter dia menumis bumbu nya dengan hati hati. “oh ya? Tapi bau nya harum banget jadi lapar” canda Rafi dan membuat Winter tersenyum. “hm” ucap Axel memberi kode,tetapi dua manusia di depannya ini nampak tidak terganggu sedikit pun mereka bahkan masih asik tertawa tanpa memperdulikan kehadiran Axel,sejak kapan Winter dan pria ini menjadi dekat seperti ini?? “teman kamu?” tanya Rafi menunjuk Axel,Winter memalingkan badannya dan baru sadar kalau Axel di belakang mereka sedari tadi. “bukan boss aku di kantor” balas Winter dan membuat Axel membelalakkan mata nya. Sial Rafi mengangguk,lalu melanjutkan pembicaraanya dengan Winter. ** Sejak makan Axel selalu memperlihatkan wajah kesal nya,dia marah dengan Winter bisa bisa nya dia dihiraukan oleh Winter demi pria lain. Winter mengankat kepala nya dan menatap Axel,sedari tadi dia sudah merasa hawa di sekitar nya berubah dan ternyata firasat nya tidak salah . “masakannya enak?” tanya Winter memecah kesunyian tetapi Axel hanya diam tidak menanggapi pertannyaan Winter. “pria tadi siapa?” alih alih menjawab pertanyaan Winter tadi. “Rafi ? kami cuman teman,kami sering makan malam bersama” Uhuk..uhuk..uhuk.. Axel langsung tersedak saat mendengar perkataan Winter tadi,bisa bisanya dia mengatakan itu sesimpel itu. “jangan dekati dia lagi” ucap  Axel “tidak,kami teman dan aku nyaman bersama dia” ucap Winter menolak mentah mentah permintaan Winter.  Axel menarik rambut nya frustasi,bisa bisa nya Winter lebih memilih pria itu daripada diri nya,kali ini Axel akan memastikan Winter pindah ke Apartemen dia,Axel tidak akan memberi kesempatan untuk tinggal di tempat lain lagi jika seperti ini,cukup Devan yang menjadi saingannya Axel tidak ingin ada yang lain lagi. ** Hampir satu bulan sudah Winter tinggal disini sekarang dia sudah mulai terbiasa dengan semuanya,dia akan mandi di jam 5 pagi seperti saran Rafi,setelah mandi dia akan bersiap pergi kekantor dan malam nya makan malam dengan Rafi.untuk Axel ? pria itu masih saja menganggu Winter dengan datang kepada nya dan menjadi perhatian tetangga yang lain,jujur saja itu membuat Winter risih bagaimana pun tetangga lain akan datang menghampiri dia bertanya tentang Axel dan hubungan mereka. Seperti kali ini Axel lagi lagi mengikuti nya dan menjadi pusat perhatian,walaupun dia hanya menampilkan wajah datar tetapi tetap saja itu mampu menarik perhatian orang lain “kamu kenapa ikut lagi sih?” ucap Winter kesal,sedari tadi ibu ibu selalu melihat mereka pasti setelah ini mereka akan menjadi bahan baru gosip. “numpang makan seperti biasa” ucap Axel santai dia bahkan mengucapkan sambil menatap handphone nya. Winter menarik nafas lalu menghembuskannya “kamu itu kaya Axel kenapa nggak cari makan di luar sana dengan makanan yang lebih berkelas dari pada disini” ucap Winter heran. “aku tahu,tapi tetap saja aku ingin memakan masakan kamu” balas Axel dan membuat Winter mendengus,dengan terpaksa dia pergi ke dapur dan mulai memasak makanan sederhana saja. “pria yang sering datang ke kamar kamu siapa?” wanita itu mendekati Winter dan menanyakan Axel dengan rasa penasarannya,Winter menghadap ke wanita itu dan mulai menerutkan kening nya dia tidak pernah melihat wanita ini sebelumnya. “teman aku” balas Winter singkat ,wanita itu menatap Winter dengan angkuh. “teman? Kelihatannya teman kamu itu orang kaya yah” ucap nya sambil menilai penampilan Winter dari atas ke bawah. “jarang sekali ada pria kaya yang mau sama perempuan disini terutama yang tidak memiliki derajat yang sama dengan mereka” Winter berhenti mengaduk nasi goreng yang dimasak nya,maksud nya apa mengatakan seperti itu. “kamu simpanan pria itu?” tanya lagi spontan dan membuat Winter terkejut setengah mati. Winter menggeleng dengan cepat “nggak,dia teman aku “ balas Winter Wanita itu mengangkat kedua bahu nya” siapa tahu kan,dia juga sering datang ke kamar kamu dan sampai malam lagi” ucap Wanita itu lalu meninggalkan Winter sebelum Winter membalas pernyataannya. Winter terdiam,perkataan wanita tadi cukup melukai perasaannya,kenapa hanya dia yang di tanyai begitu padahal bukan Cuma dia yang membawa pria ke kamar tetapi dia malah dituduh begitu. Winter kembali ke kamar nya dengan wajah yang sedih,dia merasa tersinggung saat dituduh simpanan. “wajah kamu kenapa?” Axel langsung menegur Winter saat melihat wajah wanita itu yang nampak sedih Winter meletakkan nasi goreng nya ke depan Axel dan merebahkan badannya di ranjang langsung,melihat Winter yang nampak berubah Axel pun langsung mendekati Winter dan menanyakan keadaannya. “kamu baik baik saja?’ tanya Axel dan hanya mendapat anggukan dari Winter. Axel duduk di samping Winter “aku sudah kenal kamu lama Winter,aku tahu pasti terjadi sesuatu tadi” ucap Axel dia menatap Winter yang hanya diam. “apa ada?’ Tanya Axel lembut,dia memegang bahu Winter dab panik saat melihat bahu Winter yang bergetar. “hei,apa yang terjadi?” Axel menjadi panik seketika saat melihat bahu Winter yang bergetar “Hei” axel terus saja menggoyang badan Winter tetapi tidak ada tanggapan dari Winter,akhirnya dengan terpaksa Axel membalik badan Winter menjadi terlentang dan benar saja Winter sedang menangis. Melihat Winter yang menangis,Axel menjadi panik setengah mati dia langsung mengangkat badan Winter dan membawa nya kerumah sakit.Disepanjang jalan kesadaran Winter mulai menghilang,Axel menepikan mobil nya dan membuka obat yang selalu Winter bawa. “Winter minum obat kamu dulu” ucap Axel tetapi Winter tetap tidak membalasannya,dengan terpaksa Axel menelan obat nya dan meminum air terlebih dahulu kemudian mengarahkan mulut nya yang berisi obat ke dalam mulut Winter,Axel memastikan Winter tidak mengeluarkan sedikit pun obat nya.terlihat menjjijikan bukan,tapi Axel harus melakukan ini,kenapa dia tidak memasukkan saja langsung tanpa perantara mulut nya itu karena Winter sedang tidak sadar,Axel hanya ingin mehindari ada sedakan dari Winter nanti nya jadi cara seperti itulah yang dia pilih. “bertahanlah” ucap Axel sambil memegang erat tangan Winter,dia kembali melajukan mobil nya. “berikan dia obat seperti biasa” ucap Axel kepada perawat di UGD,rumah sakit yang di datangi nya adalah rumah sakit tempat biasa Winter menginap jika terjadi lagi hal seperti ini,jadi jangan heran jika perawat disini sudah hapal dengan bagaimana penanganan untuk Winter serta obat nya,selain itu rumah sakit ini juga salah satu aset Axel sehingga Axel dapat dengan mudah mengaksesnya. Axel mengusap rambut nya dia merentangkan tubuh nya di kursi tunggu,Axel tidak ingin memberikan obat itu kepada Winter karena efek samping yang cukup besar,tetapi dia tidak ada pilihan rumah sakit yang dia tuju cukup jauh dari koss Winter,jika dia tidak segera maka nyawa Winter lah yang jadi taruhan. “bagaimana dok?” tanya Axel setelah 2 jam dia menunggu “keadaan Winter sudah kembali stabil,tapi ada sesuatu yang harus saya tunjukkan” ucap Dokter itu,dia tahu kalau pasien nya bernama Winter. Axel mengikuti dokter itu untuk keruangannya dan duduk di kursi menatap dokter yang membawa selembar hasil x-ray. “setelah kami lakukan foto rontgen untuk memeriksa keadaan otak nya,ternyata ada satu hal yang membuat kami terkejut” dokter itu memperlihatkan hasil pemeriksaaan nya kepada Axel,Axel mengkerutkan alisnya dia tidak paham,dia hanya melihat gambar otak pada umu nya. “bisa dilihat disini,di bagian hipokampus yang berfungsi sebagai penyimpanan ingatan jangka panjang mengalami masalah,jika kejadian ini kembali berulang maka berpotensi membuat ingatan nya menghilang” Dokter itu menjelaskan sambil menunjuk bagian dari otak yang katanya bermasalah. “jika itu menghilang,maka membutuhkan berapa lama untuk kembali dok?” “saya tidak bisa memastikan kapan itu kembali,tapi itu pasti membutuhkan waktu yang lama tergantung dengan keparahan nya” Axel mengangguk,dia paham jika hal ini terjadi lagi maka ingatan Winter lah yang menghilang. “bagaimana saya bisa  mencegah nya?” “pencegahan yang di lakukan hanya dengan membuat dia berhenti menangis,jangan biarkan dia menangis lagi seperti ini dan juga hindari penggunaan obat yang biasa Winter komsumsi” 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN