Sudah 3 hari,kegiatan Winter hanya rebahan dan memainkan handphone nya,dia tidak di perboleh kan Axel memegang perkejaannya dan membuat pekerjaannya menumpuk kembali,hal ini gara gara dia yang terlalu baper kemarin dan membuat nya harus berada di tempat ini.
“kita harus pergi ke rumah orang tua ku hari ini” Axel tiba tiba masuk keruangan Winter tanpa mengetuk terlebih dahulu,dia melepas kemeja nya dengan santai dan memasang pakaian santai.
Winter yang melihat nya langsung melototklan,dia spontan menaikkan selimut nya hingga ke kepala.
“apa yang kamu lakukan” ucap Winter terkejut.
“kita hari ini harus ke rumah orang tua ku” ucap Axel,dia masih sibuk mempersiapkan barang barang nya
“kita? Maksud kamu aku ikut juga?” tanya Winter dan mendapat anggukan dari Axel
“tidak ! buat apa aku ikut ke sana”
“mereka ingin menjodohkan aku”
“ya terus ? apa hubungannya dengan aku?” Winter bingung,kenapa Axel harus membawa diri nya jika Axel ingin di jodohkan.
“terima saja perjodohan orang tua kamu dan jangan masukkan aku ke dalam nya” Axel menarik nafas nya saat mendengar rentetan perkataan Winter yang menganggu nya.
“aku tidak ingin menikah dengan orang yang dipilihkan orang tua ku” setelah menyelesaikan barang nya,Axel berjalan menuju Winter dan duduk di depannya.
“wanita yang dipilihkan orang tua ku bukanlah orang yang ku inginkan” ucap Axel serius.
“kenapa ? apa karena wanita nya bukan type kamu atau tidak kaya ?”
Axel menggeleng “dia anak dari pemilik perusaahaan asuransi terbesar di Amerika dan dia sangat cantik tentu nya,orang tua ku menjodohkan kami untuk hubungan bisnis”
Winter mengangkat kedua alis nya terkejut saat mendengar calon Axel adalah pemilik perusahaan Asuransi terbesar di Amerika,walau Winter tidak terlalu tahu tapi Winter yakin dia anak orang kaya.
“tetapi aku memiliki wanita yang ku cintai dan aku ingin memperjuangkannya ” Winter terdiam saat mendengar kalimat terakhir Axel,perasaannya berubah menjadi tidak karuan saat mendengar perkataan Axel seperti ada anak panah yang memanah nya tetapi saat bersamaan ada kupu kupu yang bertebaran di perutnya.
“dan ya aku tidak ingin d jodohkan karena hal itu” ucap Axel akhirnya saat dia lihat Winter tidak memberikan respon apapun.
“aku tetap tidak ingin ikut,jika kamu memiliki wanita lain yang kamu cintai kenapa tidak membawa dia saja? Lalu kenapa harus aku?” kekeh Winter
“ada banyak hal,kenapa tidak bisa untuk sekarang” Winter menggeleng dia tetap keras akan ego nya.
“kumohon,aku berjanji akan mengabulkan semua permintaan kamu?” mohon Axel
“semua?” ulang Winter dan Axel mengangguk.
“setelah ini belikan aku Apartemen mewah dan dekat kantor” Axel mengangguk dengan cepat,bahkan Winter kagum bagaimana Axel menuruti permintaan yang cukup menguras kantong dengan mudah.
“dan setelah ini jangan ganggu aku lagi” Axel menggeleng untuk permintaan Winter kali ini.
“aku bisa membelikan Apartemen mewah tapi tidak untuk yang satu itu”
“tap-“
“Winter,jika aku bilang tidak bearti tidak” ucap Axel serius,dia memegang bagian atas kepala Winter dan membuat Winter terdiam.
“kita sudah terlambat” ucap Axel sambil melihat jam di tangannya
Winter bangkit dengan cepat dan membersihkan diri nya.
“biaya rumah sakit ini sudah kamu bayar?”
Axel mengangguk “semua nya sudah siap dan kita harus pergi ke koss kamu lagi”
Winter menyeringitkan alis mendengarnya “ buat apa?”
“kita butuh waktu 1 minggu disana,kamu ingin nggak mandi selama satu minggu?”
“hah? Bukannya tempat tinggal orang tua kamu tidak sejauh itu?” sejujur nya Winter keberatan saat mendengar nya.
“mereka sudah pindah ke daerah perdesaan dan butuh waktu 1 hari penuh dengan mobil untuk sampai kesana” ucap Axel ,ibu nya memang memutuskan untuk pindah ke perdesaan bersama dengan ayah tiri Axel untuk menikmati masa tua mereka.
**
Winter memasukkan pakaiannya ke dalam koper dan mengangkat nya keluar sebelum memastikan semua barang elektronik sudah dia matikan.
“Winter”
Winter mengalihkan pandangannya ke belakang saat mendengar nama nya di panggil seseorang.
“Rafi? Ada apa?”
“3 hari ini kemana saja kamu? Setiap malam aku mengetuk kamar kamu dan nggak ada sahutan” ucap Rafi,Winter tersenyum bersalalah lalu meminta maaf.
“maaf,tapi 3 hari ini aku ada perjalanan di luar kota” ucap Winter berbohong
Rafi mengangguk “hm,lalu kamu membawa koper ini lagi untuk apa ?”
“oh i-“
“hm,Winter cepat” tegur Axel saat melihat Winter sedang asyik berbicara dengan Rafi
“aku ada perjalanan di luar kota untuk beberapa hari ke depan,setelah aku datang aku janji untuk mentraktir kamu makan malam” ucap Winter cepat,lalu pergi menyusul Axel sambil melambaikan tangannya ke Rafi.
“lama sekali,kita sudah terlambat” ucap Axel marah marah,dia langsung menghidupkan mobil nya dan menginjak pedal gas
“maaf” ucap Winter menyesal,tapi Axel hanya diam
Setengah jam mereka di dalam kesunyian dan akhirnya tiba di bandara,Winter dengan cepat menarik koper nya dan mengikuti langkah kaki Axel.
“eh,Axel bukannya boarding pass disana?” tanya Winter bingung saat melihat Axel hanya melewati nya
“kita tidak ke sana” balas Axel singkat,dia masih merasa kesal dengan Winter karena kejadian tadi.
Winter mengikuti Axel hingga mereka sampai di terowongan khusus dan mengantarkan mereka ke lapangan udara langsung,Axel terus berjalan menuju sebuah pesawat yang cukup besar walau tidak sebesar dengan pesawat penumpang pada umunya.
“naiklah” ucap Axel
“kita naik ini?” tanya Winter penasaran dan mendapat anggukan dari Axel,Winter langsung memasuki pesawat itu dan duduk di kursi yang telah di sediakan,seumur hidup baru kali ini dia naik jet pribadi.tidak berapa lama Axel duduk di depan Winter dan memakai kacamata hitam nya.
“semua makanan ini boleh di makan?” Winter menjadi bersemangat saat melihat begitu banyak makanan yang tersaji di depan mereka bahkan wine pun tersedia.
Pramugari itu membuka tutup botol wine dan menuangkannya ke gelas mereka.
“es jeruk saja” ucap Winter menstop pramugari yang ingin menuangkan wine ke gelas nya
Axel tertawa pelan saat mendengar Winter yang meminta es jeruk
“kamu pikir ini warteg,jadi pesan es jeruk” Winter menampilkan wajah bingung nya saat mendengar perkataan Axel
“cold blue brew nya satu” ucap Axel kepada pramugari itu,pramugari itu mengangguk dan meninggalkan mereka.
“kamu pesan minuman apa tadi? Aku nggak mau minuman yang berakohol” Winter mengatakannya dengan serius tetapi Axel malah menertawakannya.
Tidak berapa lama,minuman Winter datang,Winter menatap Axel dengan menaikkan satu alis nya sedangkan Axel yang di tatap hanya cuek sambil terus memakan makanannya,Winter curiga kalau minuman di depannya ini adalah minuman berakohol seperti dulu.
“hm permisi,apa minuman ini ada alkohol nya?” tanya Winter kepada pramugari
“tidak nyoya,kandungan alkohol nya 0 %” balas Pramugari itu,dan mampu membuat Axel tertawa terbahak mendengarnya.
Sambil cemberut Winter kembali duduk di depan Axel
“berhenti mengejek ku” ucap Winter kesal
“ya,kamu terlalu bodoh,semua orang juga tahu kalau minuman itu tidak mengandung alkohol” ejek Axel
“ya mana aku tahu,mungkin saja minuman ini mengandung alkohol seperti dulu”
“lain kali,makanlah di restoran bintang 5 jangan hanya di warteg” lagi lagi Axel mengejek Winter dan membuat Winter semakin gedek.
“lagipula kalau kamu mabuk,siapa juga yang mau sama kamu” ejek Axel lagi,dan mampu membuat Winter naik pitam tetapi dia tahan,dia tidak ingin setelah ini dia harus keluar dari pesawat dengan ketinggian 1500 kaki.
**
Axel dan Winter mengendarai mobil,setelah sampai di bandara ada orang suruhan Axel yang menyambut mereka lalu memberikan sebuah kunci mobil ke Axel.
Hari sudah malam dan perut Winter kembali lapar,terakhir mereka makan hanya saat di pesawat,dan Winter tidak bisa makan banyak,pertama makan di dalam pesawat yang mengudara di ketinggian 1500 kaki benar benar tidak enak dia seperti terombang ambing sendiri dan kedua minuman cold blue brew yang dipesankan Axel benar benar tidak enak,dia seperti minum balsem+lasegar rasanya benar benar membuat Winter ingin muntah saat itu juga.
“kamu lapar?” tanya Axel dan Winter mengangguk.
“di depan ada hotel,kita bermalam disana” ucap Axel dan Winter hanya mengangguk mengikuti semua perkataan Axel.
Sekitar 20 km akhirnya mereka sampai di sebuah hotel besar,Winter benar benar merasa heran di pinggir kota seperti ada hotel besar yang berdiri dengan gaya arsitektur klasik.
“kita menginap disini?” tanya Winter memastikan
Axel mengangguk lalu keluar,dia mengeluarkan koper dari bagasi mobil dan membawa nya ke dalam,entah perasaan Winter saja tapi suhu di sekitarnya terasa dingin bahkan Winter harus berkali kali mengusap leher nya yang dingin.
“ingin berapa kamar tuan?” tanya resepsionis itu sambil tersenyum manis.
“du-“
“satu kamar saja” potong Winter cepat,dia juga tidak tahu kenapa dia mengatakan itu,dia hanya spontan mengatakan itu.
Axel membalikkan badannya menatap Winter dengan pandangan seperti apakah Winter serius dengan perkataanya dan Winter mengangguk.
“iya satu kamar” ulang Axel,Resepsionis itu mengangguk lalu mengambilkan kunci kamar mereka.
Di sepanjang jalan menuju kamar mereka yang berada di lantai 2,berkali kali Winter harus mengelus lehernya,perubahan suhu sangat nyata dia rasakan semakin dia naik lantai suhu nya menjadi sangat dingin,tapi dia bingung dengan Axel dan pelayan lainnya yang terlihat baik baik saja.Bahkan ada pelayan laki laki yang melewati mereka dengan senyuman seperti tidak merasa dingin sedikitpun.
Axel masuk ke dalam kamar mereka yang bergaya klasik,interior nya masih bagus bahkan semua furniture nya tersusun rapi.
“setelah kita berbesih,kita turun untuk makan malam” ucap Axel dan Winter mengangguk, Axel masuk ke kamar mandi lebih dahulu sedangkan Winter berjalan ke balkon untuk melihat pemandangan di malam hari.
“ternyata banyak rumah juga” gumam Winter saat melihat ada banyak rumah yang tersusun rapi,tidak buruk untuk pemandangannya.
“kamu lihat apa? Ayo makan malam” tegur Axel saat melihat Winter yang di balkon.
**
Mereka makan malam diiringi dengan alunan melodi klasik yang lembut,dengan makan malam steak membuat makan malam mereka terasa menyenangkan.
“disini ternyata banyak tamu juga ya selain kita” ucap Winter,sambil mengedarkan pandangannya melihat beberapa orang yang sama dengan mereka sedang menikmati makan malam.
Axel mengerutkan kening nya,bingung dengan perkataan Winter “maksud kamu?” tanya Axel
“kamu nggak lihat disini banyak orang makan malan seperti kita” ucap Winter pelan,dia berbisik di telinga Axel.
Axel menggeleng “hanya ada kita berdua disini” balas nya dan membuat Winter terkejut seketika.
“kamu serius?” tanya Winter memastikan dan Axel mengangguk pasti.
Winter tertegun,jadi yang di lihat di samping depan dan belakang mereka ini siapa? Winter menggeleng cepat mungkin hanya penglihat dia karena kelelahan dan melihat yang tidak tidak.Tapi bagaimana pun Winter menyangkal nya semua nya terlihat nyata,beraktifitas di depan mata Winter seperti diri nya dan Axel.
“kamu kenapa?” tanya Axel khawatir saat melihat Winter berkali kali mengucek mata nya dan memukul kepala nya.
“hah? Mungkin aku kelelahan” kilah Winter.
Axel mengangguk dan kembali ke tempat duduk nya “cepat habiskan makannya,pagi kita harus berangkat” Winter mengangguk dan menghabiskan makannya dengan cepat.
“Axel” panggil Winter setelah mereka kembali ke kamar mereka,Axel membalikkan badannya dan menatap Winter dengan pandangan bertanya.
“bisa kamu pergi ke balkon,dan katakan apa yang kamu lihat” pinta Winter,Axel langsung pergi ke balkon dan melakukan apa yang diperintahkan Winter,sedangkan Winter duduk di kasur mereka dan meminum segelas air dengan cepat,dia masih syok dengan apa yang dilihat nya.
Jika yang di katakan Axel adalah benar dan yang dia lihat tadi apa?
“aku hanya melihat pohon besar di luar sana” ucap Axel setelah melihat ke luar.
“kamu tidak melihat rumah rumah penduduk?” tanya Winter dan Axel hanya menggeleng.
“mungkin kamu kelelahan,jadi berpikiran yang tidak tidak” Axel berusaha menenangkan Winter yang terlihat panik.
“tidurlah,pagi kita akan berangkat lagi” ucap Axel,dia mengelus rambut Winter dan meminta Winter tidur.
“Axel” tahan Winter saat Axel ingin pergi,Axel menatap balik Winter.
“tidurlah di samping ku,besok kita berangkat dan aku tidak ingin badan kamu sakit sakit an”
Axel hampir saja tidak percaya saat mendengar Winter mengatakan itu,bukan apa apa tetapi Winter sendiri lah yang meminta nya untuk tidur di samping nya.
“kamu yakin?”
Winter mengangguk “asal kamu jangan macam macam” lanjut nya
Axel berjalan ke samping kasur satu nya dan merebahkan diri nya di sisi satu nya.
“ini batas kita” ucap Winter sambil memberi batas dengan guling nya.
Axel hanya mengangguk sambil memejamkan mata nya,dia sangat lelah seharian ini sedangkan Winter setelah merebahkan diri nya,dia tidak bisa memejamkan mata nya sedikit pun bagaimana tidak dia melihat bayangan seorang anak kecil perempuan yang berdiri di kamar mandi mereka dan menatap Winter,sejak kejadian makan malam tadi Winter sudah yakin kalau perasaan nya dari awal masuk hotel tadi bukan tanpa alasan,dia sudah merasa janggal dengan hotel ini,dia bisa melihat semua orang yang berkeliling di sekitar mereka tetapi tidak dengan Axel,pria itu selalu mengatakan hal yang berlawanan dengan yang dilihat Winter.
“Axel”
“hm” balas Axel malas.
“boleh kamu peluk aku?” tanya Winter pelan,Axel membuka kembali mata nya dan menatap Winter
“kamu kenapa?” tanya Axel,dia tidak paham dengan Winter yang berubah seperti ini.
Winter menggeleng “tidak,aku hanya merasa hari ini dingin sekali” bohong Winter
Axel menatap Winter lama,lalu mendekatkan diri nya ke Winter lalu memeluk nya sedangkan Winter menyelungsupkan kepala nya di d**a Axel,setidak nya diri nya tidak melihat apa yang dia takutkan.
Axel mengelus rambut Winter pelan,dia tahu kalau Winter sedang ketakutan sekarang tetapi itu justru menjadi keuntungan bagi Axel dengan bisa memeluk Winter sepuas hati nya.