part 22 (FLASBACK WINTER)

1041 Kata
(saat Winter sudah keluar dari rumah sakit)   Sudah 2 minggu dari Winter keluar dari rumah sakit,Winter hanya singgah sebentar untuk mengambil pakaiannya dan beberapa celengan dia saat kecil,awal nya Winter heran saat rumah nya di jaga oleh orang lain tapi mungkin karena koma nya jadi ada orang yang di tugaskan untuk menjaga rumah ayah nya walau Winter tidak tahu siapa itu,rumah terlihat sedikit berbeda dengan warna cat rumah dan tatanan nya dirubah. Sekarang dia benar benar sendirian,Winter pergi ke kota yang cukup jauh dari tempat tinggal ayah nya,dia sengaja pergi karena menurut nya jika dia tetap tinggal disana dia hanya terjebak dalam kesedihan di tambah lagi dia tidak memiliki siapa siapa disana,tidak ada beda nya jika dia dikota,dia hanya memiliki ayah nya disini dan sekarang ayah nya sudah pergi. Pada hari pertama kepindahannya dengan modal uang bekas tabungan dia,Winter memutuskan untuk menyewa kos kecil selama 1 bulan tetapi saat dia mencari cari koss dia bertemu dengan orang yang baik hati menawarkan Apartemen nyaman yang murah bahkan lebih murah dari koss yang sebelum nya dia datangi. Dan disini lah Winter sekarang tinggal nyaman di sebuah Apartemen dan beberapa hari lalu dia sudah melakukan wawancara di sebuah perusahaan yang di rekomendasikan orang yang sama yang memberi nya bantuan,hari ini adalah hari dimana hasil nya keluar Winter tidak terlalu banyak berharap hanya dengan ijazah SMA bisa di terima di perusahaan besar tapi tidak ada salah nya dia mencoba bukan? Dan jika dia berhasil,Winter juga memutuskan akan masuk kuliah dengan jurusan yang sesuai di tempat pekerjaannya.jujur saja Winter rasanya sangat bersyukur saat ada orang yang membantu nya seperti ini,disaat kebingungan melanda Winter. Jika ada yang bertanya alasan kenapa Winter keluar dari rumah sakit? Jawabannya simpel dia merasa tidak enak dengan Ibu Axel yang selalu merawat nya setiap hari,Winter tahu beliau sibuk tapi beliau selalu datang dan alasannya Winter tidak tahu kenapa.Makanya saat kabur Winter sengaja meninggal semua atm dan kartu kredit nya untuk membayar biaya rumah sakit nya selama ini walau Winter tidak yakin itu cukup mengingat berapa lama dia koma dengan fasilitas yang dia dapatkan. ** Winter memasak omelet untuk makan siang nya,bukan masakan yang mewah karena dia harus menghemat sisa uang nya. DRT..DRT....DRT Jantung Winter berdegup dengan kencang saat melihat kalau nomor dari perusahaan menghubungi nya. “selamat siang” “...” “iya saya sendiri” “...” Mata Winter membulat saat dia mendengar kalau dia lolos “baik pak,besok saya akan pergi” “....” “selamat siang” Winter menutup sambungannya dan memegang d**a nya,rasa nya dia sangat senang bahkan jantung nya berdegup sangat kencang,Winter tidak bisa membayangkan diri nya bisa masuk hanya dengan ijazah SMA. *** Pagi nya Winter berpakaian sangat rapi,dia berangkat jam 6 pagi untuk mehindari kemacetan kota dan tentu nya dia harus memberikan first impresion yang baik bukan. “saya ingin bertemu dengan bagian HRD” ucap Winter ramah ke resepsionis nya,setelah di tunjukkan lantai berapa Winter berjalan dengan percaya diri,mata nya tidak bisa berhenti menganggumi interior dari perusahaan tempat dia akan berkerja “pasti tidak akan bosan” gumam nya saat melihat ruang istirahat karyawan nya yang nyaman. Tok...tok..tok.. Winter menarik nafas nya,dia harus tenang “selamat pagi bu” ucap Winter ramah ke seorang wanita yang duduk di meja nya,Winter mendekat saat melihat kode dari wanita itu. “kamu Winter Aileen?” Winter mengangguk “perkenalkan nama saya fany bagian HRD di perusahaan ini,saya ucapkan selamat kamu lulus” “terima kasih banyak bu” ucap Winter ‘tapi sebelum kamu tanda tangan,saya ingin menanyakan beberapa hal” Ucap Fany,Winter mengangguk dan mencoba menjawab setiap pertanyaan yang di berikan fany sebaik mungkin. “baik,sekarang anda bisa tanda tangan dan mulai minggu depan sudah bisa masuk kerja” ucap Fany,Winter menarik kertas yang berisi kontrak membaca nya mulai teliti dan mendatangani nya. “terima kasih atas kerja sama nya,selamat pagi bu Winter” Fany menjawab tangan Winter dan di balas jabatan tangan juga oleh Winter. ** ahh Winter melepas tas nya dan menjatuhkan badannya ke sofa empuk,dia benar benar merasa senang hari ini seakan dewa keberuntungan datang menghampiri  nya,sekarang Winter tidak perlu bingung lagi bagaimana cara nya mendapatkan uang. Dengan jabatan sebagai pegawai di bagian pemasaran dan gaji 5 juta perbulan sudah cukup untuk Winter,lagi pula dia hanya tinggal sendiri . Tok..tok..tok Winter mengangkat tubuh nya dan menuju pintu “gimana kamu lolos?” tanya sinta,dia adalah orang yang sama yang membantu Winter merekomendasikan Apartemen dan memberitahu nya pekerjaan “lulus,makasih ya berkat saran kamu sekarang aku punya pekerjaan” ucap Winter senang,umur nya dengan sinta memang tidak terlalu jauh hanya beda 3 tahun lebih tua Sinta. “baguslah,aku takut tadi kamu nggak keterima” ucap nya sambil duduk di sofa Winter. “aku juga,waktu aku wawancara itu banyak banget yang melamar tapi syukurlah aku di terimah” balas Winter,Sinta mengangguk lalu mereka mulai bercerita berbagai macam hal,Sinta adalah orang yang humble jadi dia bisa dengan mudah berteman dengan orang lain. ** Setiap hari Winter akan bangun jam 5 pagi,dia akan membuat sarapan dan langsung pergi ke kantor saat sampai di kantor pun Winter akan langsung mengerjakan pekerjaannya,dia tidak sedikit pun menunda nunda walaupun banyak hinaan yang dia terima karena Winter hanya lulusan SMA tapi dia mampu untuk masuk dan mendapat posisi yang sama dengan orang yang memiliki Ijazah S1. Terdengan tidak masuk akal memang tapi mau Winter bisa membuktikannya kalau dia bisa mendapatkan nya,dan setelah berhasil mendapatkan nya tentu Winter tidak ingin melewatkan nya begitu saja. Terkadang di dalam hati Winter merasa kosong,dia seperti merasa ada suatu hal penting yang dia lupakan tapi Winter tidak bisa mengingat nya,dia tidak ingin memaksakan ingatannya untuk kembali karena itu hanya akan membuat nya sakit. Cukup dengan hidup bahagia dan tidak menangis sudah membuat Winter memenuh janji nya kepada ayah nya . Sembari bekerja Winter juga mengambil kuliah jurusan komunikasi dan bisnis,dia mengambil kelas malam,tentu saja melelahkan tapi Winter tidak ingin diri nya di hina lagi setidak nya dia harus sederajat dengan orang yang mengina nya itu. Setelah selesai bekerja Winter akan langsung menuju kampus nya yang berjarah 20 km dari kantor nya dan pulang jam 11 malam,tapi walau begitu Winter baik baik saja,berjuang di keras nya kota seperti ini tidak lah mudah tapi jika dia tidak berjuang sama sekali tentu saja Winter akan kalah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN