Flasback (Axel pulang )
10 TAHUN KEMUDIAN
Akhirnya setelah 10 tahun lebih Axel bisa kembali ke indonesia,sebenarnya dia sudah menyelesaikan studi nya 3 tahun yang lalu tapi dia memutuskan untuk mengelola perusahaan orang tua nya disini sebelum kembali ke indonesia,hitung hitung sebagai pemanasan sebelum dia mengelola yang lebih besar.
Sekarang dia sedang duduk santai dengan ibu nya,walaupun usia ibu nya bisa di katakan cukup berumur tetapi ibu nya tetap kuat.
“jadi gimana kamu sudah siap?” tanya ibu nya sambil menyesap teh jasmine kesukaan ibu nya
“sudah bu,lagipula umur Axel sudah cukup dewasa” balas nya
Ibu nya mengangguk,dia memang percaya anak nya itu mampu menggantikannya.
“ada sesuatu yang mau ibu katakan”
Axel mengangkat kepala nya menatap ibu nya
“kamu sudah cukup tua Xel dan kita tidak tahu dimana keberadaan Winter sekarang,ibu sarankan kamu untuk menikahi wanita lain”
Axel membulatkan matanya terkejut saat mendengar perkataan ibu nya
“maaf bu,tapi Axel masih mencintai Winter”
“tidak ada harapan untuk kalian,Winter sudah melupakan kamu dan keberadaan nya pun kita tidak tahu” ucap Ibu nya bersikeras
“tidak bu,Axel yakin kami akan kembali bersama”
“tapi sampai kapan ? ingat umur kamu sekarang” Ibu Axel masih bersikeras membujuk anak nya
“beri Axel waktu 2 tahun untuk mencari Winter”
“saat kamu menemukannya apakah dia akan mengingat mu? Dia bahkan melupakan pernikahan kalian dan juga saat dia mengingat semua nya apakah dia tidak akan membenci kamu?”
Axel terdiam,dia menjadi ragu jika Winter bisa mengingat nya pun dia pasti sangat marah.
Ibu Axel menarik nafas nya dalam lalu menghembuskan nya
“ibu mengerti akan perasaan kamu,tapi kamu harus berpikir dari segi usia dan keadaan,kamu nggak muda lagi Xel 30 tahun itu usia yang matang untuk menikah dan lagi walau kalian sudah menikah keadaan nya tidak memungkinkan,istri kamu hilang ingatan dan kamu tidak bisa memaksakan ingatannya kembali mengingat dia punya penyakit yang bisa membuat nyawa nya terancam”
Jelas iBU nya,lagi lagi Axel menjadi ragu perkataan ibu nya ada benar nya,tapi dia benar benar mencintai Winter,dia adalah orang pertama yang membuat jantung Axel berdetak kencang hanya karena melihat senyum nya.
“beri Axel waktu 2 tahun untuk menemukan dan membuat Winter mengingat semuan nya dan jika tidak berhasil,Axel akan menceraikan Winter dan menikah dengan wanita lain” putus nya
***
Axel berjalan jalan di pinggir pantai yang tidak jauh dari rumah nya,biasanya saat Axel ingin menenangkan pikirannya dia akan pergi kesini dan mencari solusi terbaik.
“sudah ibu tebak kamu disini” balas Ibu nya sambil mendekati putra nya itu.
“maaf perkataan ibu pagi tadi”
Axel menatap ibu nya yang menampilkan wajah penyesalan,dengan cepat Axel menggelengkan kepala nya
“tidak ibu tidak salah,perkataan ibu benar tapi Axel hanya ingin meminta waktu 2 tahun mencari Winter dan jika Axel tidak berhasil pun tidak ada penyesalan di sepanjang hidup”
Dia memang bersikeras karena dia tidak ingin nanti nya di kemudian hari timbul penyesalan di diri nya,setidak nya walau Cuma 2 tahun dia sudah berusaha untuk menemukan Winter dan jika tetap tidak berhasil Axel akan merasa lebih baik.
“sebenarnya alasan ibu mengatakan itu adalah karena ibu ingin menikah lagi dan jika ibu menikah tidak ada yang bisa menjaga kamu”
Axel terkejut mendengar perkataan ibu nya
“dengan siapa?”
“kenalan lama ibu,dia orang nya baik dan kami sudah memutuskan untuk menikah bulan depan dan pindah ke tempat yang lebih sunyi?” jelas ibu nya
“maksud ibu?” tanya Axel tidak paham
“dia melamar ibu minggu lalu dan kami sudah memutuskan untuk menikah bulan depan” ibu nya tersenyum melihat wajah terkejut Axel
“setelah menikah kami memutuskan untuk pindah ke daerah yang astri untuk menikmati masa tua disana”
“tapi kenapa ibu baru bilang ke Axel?” Axel tidak terima kenapa ibu nya tidak pernah bilang sama sekali
“ini ibu sudah bilang,waktu itu kamu di luar negeri dan susah menjelaskan nya jika hanya lewat telpon”
“umur ibu sudah tua dan sudah saat nya ibu menyerahkan semua posisi ini ke kamu,setelah kematian ayah kamu,Ibu berjuang mati matian untuk membangun perusahaan ini lagi walau dengan bantuan dari ayah Winter tapi tetap tidak membantu”
Axel mengangguk,ibu nya memang sudah bekerja keras sampai ke tahap ini dan sudah seharus nya ibu nya bersantai menikmati perjuangannya.
Ibu nya berdiri dan memegang bahu anak nya “kejarlah Winter,lagi pula kita memiliki hutang dengan dia” balas Ibu nya dan berjalan menjauhi Axel
“apa ibu tahu keberadaan Winter?”
Ibu nya berhenti saat mendengar teriakan anak nya itu
“kamu akan tahu sendiri nya nanti” balas Ibu nya ambigu dan melanjutkan jalan nya
Axel menendang pasir pantai di depannya,sial kenapa ibu nya main kucing kucingan seperti ini?
**
Winter menuangkan minuman nya lagi ke gelas,dia merasa sangat bahagia sekarang bagaimana tidak bulan lalu jabatan dia naik secara meningkat menjadi kepala pemasaran dan produksi,setelah perjuangan dan ketelatenan dia selama bertahun tahun ini akhirnya dia bisa mendapatkan yang seharus nya.
Dia sudah tidak tinggal di Apartemen pertama nya sekarang dia sudah pindah ke Apartemen yang cukup mewah dan memiliki 1 mobil,di usia nya yang menginjak 30 tahun ini tidak membuat Winter berpusing pusing diri memikirkan suami,dia hanya ingin bebas.
Dahulu dia selalu di pandang rendah orang orang tapi sekarang siapa yang tidak mengenal Winter berkat kepintaran dan kecantikan nya dia bisa menjadi sekarang.walau terkadang dia merasa kesepian seperti sekarang sendiri makan malam tapi Winter tidak ingin memikirkan nya,dengan seperti ini saja dia sudah bahagia.
Sekarang dia bisa memenuhi janji nya ke pada ayah nya untuk hidup mandiri dan tidak menangis,Winter tidak ingin mengulang kejadian yang menimpa ayah nya ke dia...
Drt...drt...drt...
Winter memutar mata nya malas saat nama Devan lah yang muncul,pria itu selalu mengejar nya dan sial nya dia satu divisi dengan pria itu.sebenarnya Winter malas tapi mau bagaimana lagi Devan memiliki jabatan di atas nya.
“kenapa?” Winter sama sekali tidak ingin bermanis manis dengan atasan nya itu.
“besok kamu ada janji?” tanya Devan di telpon nya
“ada,besok aku ada acara” bohong Winter jika dia mengatakan tidak ada pria itu pasti akan memaksa nya
“kebetulan besok aku kosong,nanti aku jemput dan temani”
“apa ! nggak usah” balas Winter
“love you “
Sambungan terputus,Devan memutuskan sambungannya secara sepihak
“sial,sampai kapan Winter bisa terlepas dari buaya darat seperti Devan ini”
**
Hari hari yang Winter lewati cukup monoton untuk di lihat,pagi nya dia akan berangkat kerja dan malam nya dia akan pulang beristirahat di Apartemen nyamannya,Winter tidak suka berkumpul atau bermain main dengan rekan kerja nya,dia hanya sedikit memiliki teman di tempat kerja nya.
Mengenai Devan pria itu masih saja mengejar Winter,tapi sekian kali juga Winter akan menolak nya.
**
Untuk flasback nya cukup disini,tapi nanti akan ada beberapa flasback ^-^