Setelah puas berjalan jalan selama 5 hari,rencana awal nya Winter dan Axel hanya ingin 3 hari tetapi mereka tambah menjadi2 hari lagi,dan sekarang Winter pulang ke indonesia sedangkan Axel,pria itu kembali ke seoul untuk mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai katanya.
Mengenai isi kalung itu,setelah kejadian Winter maupun Axel tidak ada yang menyinggung sama sekali,Axel hanya diam sedangkan Winter karena Axel tidak mengatakan apapun dia pun juga menjadi diam.
Perlahan lahan,kilasan ingatan nya terkadang muncul tetapi Winter tidak tahu dan dengan siapa orang yang di dalam kilasan nya itu,semua nya seperti potongan puzzle tidak beraturan yang membuat Winter bingung.
Winter menarik koper nya ke dalam koss,tidak ada yang banyak berubah dari koss nya tentu saja Winter meninggalkan nya tidak sampai 1 bulan.
“lah,ada sandal?” tanya Winter bingung saat dia melihat sebuah sandal dan sepatu di depan pintu nya,ini bukan milik nya Winter kenal persis.
Melihat itu Winter pun pergi menemui ibu koss,dia sangsi siapa yang berani masuk ke dalam kamar nya
“maaf bu,itu kamar Winter kok ada yang ninggalin?” tanya Winter.
“iya,itu penyewa baru” balas Ibu koss
“tapi bu,sewa Winter belum habis kenapa jadi ada yang ngisi?”
“bukannya kamu sudah pindah 1 minggu yang lalu?”
Winter mengerutkan kening nya bingung,siapa yang pindah?
“1 minggu yang lalu,ada orang orang yang angkatin barang kamu,kata nya kamu pindah.waktu itu Ibu sudah mau menanyakan ke kamu langsung tapi kata orang itu kamu sedang ada perjalanan dinas dan tidak bisa di ganggu” balas Ibu nya
“kemana orang itu membawa barang Winter bu?”
Ibu koss itu mengangkat bahu nya lalu menggeleng “mereka membawa semua barang kamu dengan mobil pick up.ibu kira waktu itu kamu tahu jadi ibu nggak masalah”
Winter terdiam,sial siapa yang mencuri barang nya dan lagi kenapa orang orang itu mencuri barang nya.
Teng
Winter membuka handphone nya dan melihat sebuah pesan dari Axel
“bagaimana dengan Apartemen baru nya? Kamu suka?”
Winter menghembuskan nafas nya kesal,sudah pasti semua barang nya berpindah ke sana,Winter yakin.
“barang barang ku dimana?” balas Winter
“di Apartemen itu,aku sudah memindahkannya,kok kamu belum tahu?”
Winter mengenggam Handphone nya erat,berusaha menyalurkan rasa kesal nya
“gila kamu Xel,kirimkan alamat nya sekarang !”
“alamat di xxxx,itu hadiah aku buat kamu,ingat waktu itu buat janji kan”
Winter membaca pesan itu lalu menutup nya tanpa membalas,jadi Apartemen itu adalah hadiah Axel karena waktu itu menemani Axel menemui orang tua nya.
“**
Winter mengedarkan pandangannya ke kanan dan kiri,Axel sudah gila apa,Apartemen yang dia belikan ini adalah Apartemen elit yang hanya orang orang yang kaya yang memiliki nya,kebanyakan disini adalah para pejabat,Ceo atau artis.Apartemen ini di kenal memiliki penjagaan yang ketat dan tidak heran banyak orang terpandang tinggal disini.
Bagaimana Winter bisa tahu? Tentu saja dia melihat nya dari google,tempat sejuta jawaban.
Tapi entah kenapa Winter serasa tidak asing dengan tempat ini,apa Winter pernah ke sini sebelum nya?
“hallo,Axel kamu beneran ini alamat nya?’ tanya Winter di telpon nya
“iya,buat apa aku bohong”
“kamu gila? Aku nggak uang sebanyak itu buat bayar sewa perbulannya !” hardik Winter
“yang nyuruh kamu bayar siapa? Apartemen nya telah ku beli”
“kamu bercanda kan?” tanya Winter tidak percaya,dia tahu 1 unit Apartemen disini mencapai puluhan milyar.
tetttttt
“ah sial” umpat Winter saat Axel memutuskan sambungannya.Winter menjadi ragu untuk masuk ke dalam,dia sungkan dengan Axel karena telah membelikan ini walau ini hadiah untuk diri nya karena diri nya menemani Axel waktu itu tapi tetap saja dia tidak enak,tapi jika dia tidak masuk maka Winter tidak bisa mengganti pakaiannya.
“masuk aja kali ya” gumam Winter tetapi terhenti saat dia mengingat kalau dia tidak tahu nomor password nya.
Dengan coba coba Winter menekan tanggal ulang tahun nya,jika tidak berhasil dia akan menelpon Axel dan beruntung nya itu terbuka.
Winter masuk ke dalam dan lagi lagi ternganga dengan isi Apartemen nya yang sudah penuh dengan peralatan dan barang barang nya.
Apa Axel juga membeli peralatan ini?”
Winter bejengkit senang saat melihat kamar tidur nya sudah tertata rapi dengan semua barang dan warna kesukaannya,siapa pun yang merapikan ini Winter sunguh berterima kasih.
Seperti yang di harapkan Apartemen mewah memiliki fasilitas yang sangat bagus dan luas,pantas saja banyak orang yan berlomba lomba ingin menjadi kaya.
“ahh enak nya” gumam Winter saat merebahkan diri nya di atas ranjang empuk,ini sungguh sangat empuk,Winter sangat menyukai nya.
“andai saja sejak dulu punya kaya gini” ucap Winter lagi sambil menggulingkan badan nya ke kanan dan kiri.
**
Axel menulis sesuatu di atas dokumen nya,setelah 5 hari liburan dengan Winter perkejaan nya menjadi sangat menumpuk,banyak barang yang terhenti di suplai karena menunggu tanda tangannya,Axel sengaja membiarkan Winter pulang lebih dulu dan kebingungan dengan Apartemen yang telah dia belikan.
Axel memang sengaja membelikan Apartemen itu untuk Winter,karena penjagaan di sana dekat dan tentu nya dekat dengan unit Axel,walaupun Axel memang harus mengeluarkan uang lebih banyak tapi dia tidak masalah.
drt...drt...drt...
Axel mengangkat handphonenya dan melihat nomor ibu nya yang menghubungi nya
“iya bu?” ucap Axel membuka.
“kabar kamu gimana Xel?”
“baik bu,ibu bagaimana?”
“baik,hanya sedikit serak gara gara habis karaoke kemarin” ucap ibu nya,Axel mengangguk,ibu nya benar benar menikmati hari tua nya.
“xel”
“iya bu?”
“waktu kamu tinggal 1 bulan lagi,bagaimana ada peningkatan?” tanya ibu nya,Axel terdiam dia berpikir untuk mencari jawaban nya
“terakhir kali kalian datang itu,Winter masih tidak mengingat nya sama sekali bahkan saat kamu bilang ingin menikahi nya dia terlihat terkejut dan ingin menyangka;” Ibu Axel masih ingat bagaimana wajah terkejut Winter saat Axel mengatakan ingin menikahinya,dia sengaja memulai perdebatan dengan Axel waktu itu untuk melihat apakah Winter sudah kembali ingatan nya atau tidak dan ternyata masih sama Winter tidak mengingat nya sama sekali dia bahkan terkejut dengan pernyataan Axel yang menandakan kalau tidak ada perkembangan sama sekali.
“seperti nya ingatan Winter mulai kembali bu” jawab Axel ragu,pasal nya saat mereka liburan,insiden cincin nya yang diambil Winter,wanita itu sudah pasti membuka isi kalung ny tetaoi setelah itu dia bertingkah seperti tidak ada yang terjadi.
“Axel akan berusaha bu,sulit membuat Winter yakin saat ingatannya hanya mengingat Axel sebagai orang yang selalu menganggunya”
Terdengar helaan nafas dari ibu nya “ibu akan menunggu 1 bulan ke depan,umur kamu sudah tua Xel,ibu harap kamu tidak mengingkari janji mu”
Axel meiyakan ucapan ibu nya lalu mematikan handphone nya,dia menarik nafas dan mengacak rambut nya.
Lagi lagi ibu nya memaksa nya,bagaimana cara Axel untuk membuat Winter percaya sedangkan wanita itu terlihat tidak ingin ingatannya kembali.
Terkadang ada saat nya Axel ingin menyerah tetapi dia ingat,untuk mendapatkan Winter tidak lah semudah itu.
**
Winter kembali masuk ke kantor nya hari ini,baru saja dia mendudukkan p****t nya ke kursi teman sekaligus rekan kerja nya itu sudah meneror nya dengan oleh oleh.
“hmm,bau korea nih” ucap Sabila,dia membawa minuman nya dan duduk di depan Winter
“mana pesanan ku” tagi Sabila sambil memajukan tangannya
“tunggu” Winter mengambil barang nya di dalam tas,hari ini Winter terpaksa bawa tas besar untuk teman nya itu.
“ini pesanan kamu” Winter mengangkat tumpukan album itu dan memberikan nya ke Sabila,Sabila menyambut nya senang dan mengambil album itu dengan hati hati seakan itu adalah porselen yang mudah pecah.
“ahh come on baby datang ke ibu” ucap Sabila senang,dia menerima album itu dan mengangkat seperti seorang bayi.
“baby? Mereka lebih muda dari kamu?” tanya Winter saat Sabila membuka satu persatu album nya,tenang hari ini mereka sebenarnya free karena boss besar belum datang dan tidak ada yang mengawasi mereka sehingga Sabila unboxing langsung di kantor,jika ada Axel jangan harap jika tidak ingin menerima omelannya.
Sabilla mengangguk semangat “iya mereka rata rata 22 tahun”
Winter ternganga mendengar nya,sejak kapan Sabila menyukai anak remaja seperti itu.
“coba kamu lihat bukan kah mereka menggemaskan?” Sabila menunjukkan sebuah album dimana orang yang di album itu nampak masih kecil,apa mereka orang yang berbeda?
“ini album pertama mereka,makanya masih pada kecil kalau sekarang” Sabila mengambil sebuah album lagi “sudah jadi oppa oppa hot”
Winter menggelengkan kepala nya,dia tidak paham dengan teman nya ini.
Winter memperhatikan Sabila yang nampak membuka album nya,karena penasaran dengan apa saja isi di dalam nya hingga bisa menjadi sangat mahal,dia mendekati Sabila dan ikut melihat.
“semoga jenoo” Sabila mengetok ngetok album nya berulang kali.
“kamu mau tukang bangunan? Ngetok ngetok album dari tadi” sindir Winter
“ih diam,aku sedang berdoa”
“doa itu kaya gini” Winter mencontohkan dnegan mengangkat kedua tangannya “bukannya ketok ketok kaya tukang bangunan”
Sabila hanya mendengus,susah memberikan pemahaman dengan orang yang beda aliran seperti ini
“ahhhhh jeno”
Winter hampir saja jatuh terjungkal saat mendengar Sabila berteriak,sial dia hampir saja membuat diri nya malu.
“tangan kamu wangi ya Ter,akhirnya aku dapat jeno set” ucap Sabil senang,dia tidak berhenti memandangai sebuah kertas persegi yang di dalam nya terdapat gambar jeno menurut yang di katakan Sabila.
“dapat kertas bergambar itu untung nya apa sih”
“eh kamu nggak tahu,ini kertas beharga bisa jadi investasi di kemudian hari” Sabila mengangkat kartu itu dan melihatkannya ke Winter
“kamu percaya kalau 3-4 tahun ke depan kertas ini bisa jadi puluhan juta?”
Winter menggeleng,tentu saja dia tidak percaya hanya sebuah kertas bergambar yang bisa di cetak sendiri bernilai puluhan juta.
Sabila mengambil sesuatu dari tas nya dan mengeluarkan kertas bergambar lain nya
“ini PC saat mereka baru debut,dan kamu tahu sekarang PC ini harga nya berapa?”
Winter mengangkat kedua bahu nya “hmm 10 ribu?”
Sabila mengerucutkan bibir nya “enak saja bilang ini 10 ribu,ini harga nya 3 juta tau,kalau nggak percaya cek di twitter”
“aku nggak punya twiter” ya Winter bisa di bilang orang yang gaptek dia hanya memiliki sosial media i********:,w******p,telegram dan kakao talk dan itu pun karena untuk berkomunikasi dengan klien nya.
Sabila pun mengambil handphone,tidak berapa lama Sabila memperlihatkan harga dari kertas bergambar yang mirip,disana tertera harga 3 juta 3 ratus.
“bener kan apa kata aku”
Winter yang melihat nya hanya bisa ternganga,orang seperti apa yang membeli kertas bergambar itu sampai 3 juta lebih...