part 25 KITY

1483 Kata
Winter mengaduk makananannya dengan malas,di depannya ada Devan yang sedang memperhatikan nya dari tadi,Devan memang pulang lebih dulu dari Axel,setelah 2 hari dari liburan Winter,Devan pulang ke indonesia. “gimana liburan nya seru?” tanya Devan memecah keheningan Winter mengangkat muka nya dan mengangguk “jika ada kesempatan lain kali aku mau kesana” ucap Winter. “Devan,jika kamu suatu hari mengalami hilang ingatan terus kamu akan berusaha ingatan itu kembali atau membiarkannya saja?” tanya Winter lagi Devan nampak terdiam,dia nampak berpikir beberapa saat. “kenapa kamu bertanya seperti itu?” Winter hanya mengangkat ke dua bahu nya “hanya penasaran saja” balas nya “aku akan berusaha mencari ingatan yang hilang itu” jawab Devan “walau misalnya ingatan itu sangat menyedihkan?” Devan mengangguk “mau itu senang atau sedih,yang nama nya ingatan adalah momen yang pernah kita lewati,kita nggak pernah tahu ingatan itu apakah penting atau tidak” Devan mengambil air nya lalu meminumnya,bicara sambil makan membuat tenggorokannya serat “walaupun ternyata ingatan yang hilang itu adalah ingatan yang menyakitkan setidak nya kita sudah tidak melupakannya” Winter terdiam,perkataan Devan ada benarnya tapi bagaimana cara nya dia bisa mengingat semua nya? Sebenarnya Winter masih ragu dengan semua perkataan Axel tempo hari tapi jika itu benar bagaimana?   ** Winter tertawa terbahak saat melihat wajah Devan yang penuh dengan tepung,sial seharusnya Devan tidak menerima permintaan Winter untuk memainkan permainan konyol itu,sekarang wajah tampan nya penuh dengan tepung. “puas ketawa nya?” ucap Devan kesal,dia membalas wajah nya dengan air lalu menyapu nya dengan tissue “wajah kamu penuh dengan tepung” ucap Winter sambil tertawa,belum habis dia menertawakan wajah Devan yang seperti itu. Setelah mereka berbicara santai waktu makan siang tadi,Devan mengajak nya untuk pergi awalnya Winter tidak mau,tetapi dengan paksaan akhirnya Winter mau,hitung hitung boss besar belum pulang. Dan disinilah mereka sekarang di taman bermain terbesar di kota ini,jam sudah menunjukkan pukul 6 sore tapi tidak ada niatan sedikit pun untuk mereka pulang. “kamu mau lihat matahari terbenam ?” tawar Devan Winter mengangguk,Devan pun menarik tangan Winter untuk menuju tempat nya. “kamu ngajak aku naik ke atas sana?” ucap Winter sambil menujuk puncak menara yang akan mereka naiki Devan mengangguk “kamu takut?’ “hmm..nggak sih” ucap Winter ragu Devan dan Winter pun menaiki sebuah kereta listrik kecil yang muat 2 orang untuk naik ke atas. “pemandangan disini sangat bagus ya Devan” ucap Winter kagum,pasal nya dari atas sini dia bisa melihat pemandangan kota yang padat. Kereta listrik itu semakin membawa mereka ke puncak menara dengan cepat,Winter membulatkan mata nya ketakutan saat melihat lantai dari puncak itu terbuat dari kaca yang mana pemandangan di bawah nya sudah terlihat jelas. “ayo,nanti orang nya penuh” ajak Axel,tapi Winter sama sekali tidak berani keluar “kamu aja,aku takut” ucap Winter bersikeras “itu nanti lantai di bawah nya pecah bagaimana? Mana kaca tipis gitu” ucap Winter Devan menggelengkan kepala nya”ini kaca nya pakai yang tebal Winter,kamu loncat loncat pun juga nggak apa apa” Devan mengucapkan nya sambil meloncat loncat,Winter yang melihat nya bergidik ngeri. “kamu tutup mata aja,nanti setelah kita sampai bisa buka” nasehat Devan,Winter nampak berpikir. “janji nggak buka mata aku kan?” tanya Winter,Devan mengangguk meiyakan. Winter pun perlahan keluar,bulu kuduk nya berdiri saat melihat pemandangan di bawah nya. “pegangin” ucap Winter,Devan pun menarik tangan Winter dan memegangi nya secara perlahan. Devan menarik pelan badan Winter dan menutup mata nya dengan kedua tangan Devan. “kamu tenang aja oke” bisik Devan di telinga Winter “nggak kamu dorong aku ke bawah kan?” “hmm..bisa aja jika kamu terus menolak pernyataan cinta aku”canda Devan,dan langsung membuat Winter kesal,dia mencubit tangan Devan keras. “jangan bercanda deh” ucap Winter kesal Devan terus menuntun Winter hingga sampai ujung pegangan,disana sudah terlihat matahari nya yang mulai terbenam secara perlahan. “sekarang buka mata kamu” ucap Devan Winter mengedipkan mata nya berulang kali,menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata nya “bagaimana suka?” Winter ternganga takjub saat melihat matahari terbenam yang sangat indah,dia tidak menyangka di tengah kota seperti ini bisa melihat pemandangan seperti ini. “bagus banget” ucap Winter takjub,dia mengambil handphone nya dan mulai memoto moto matahari dan diri nya sendiri tentu nya. “foto aja sendiri sana,aku nggak diajak” ucap Devan merajuk,Winter yang melihat nya pun tertawa lalu mengajak Devan berfoto bersama. “deketan dong,nanti dikira orang lagi marahan” ucap Devan,Winter pun merapatkan diri nya ke Devan dan mereka berselfie bersama. “cantik” ucap Devan spontan “orang nya kan?” tanya Winter bercanda “orang sama matahari nya sama sama cantik” puji Devan dan membuat Winter tersipu malu. ** “kamu mau pesan apa?” tanya Devan sambil memilih milih makanan “mie goreng undang aja” ucap Winter,Devan mengangguk lalu mulai memesan makanan mereka. Winter dan Devan menikmati makananya sambil di hiasi dengan candaan dan cerita ringan,rasanya sangat merasa nyaman seperti ini tanpa ada yang mengawasi Winter sekarang,jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi Winter masih betah tanpa merasa was was Axel akan melihat mereka berdua. “kamu tahu pilihan barang kamu kemarin,disukai investor dan mereka ingin berinvestasi lebih banyak” ucap Devan Winter yang mendengarnya pun menjadi sangat senang “Serius?” Devan mengangguk “dan karena itu juga Axel belum bisa pulang,dia harus mengadakan meeting ulang dengan para investor” Idak heran kamu diangkat menjadi ketua divisi”puji Devan,Winter yang mendengarnya hanya tersennyum Pantas saja Axel tidak ikut pulang bersama nya. “kira kira berapa lama Axel disana?” Devan nampak berpikir “sekitar 2-3 minggu lagi,tergantung cepat atau tidak nya” ** Winter merebahkan badan nya di ranjang empuk nya,setelah berendam di tengah malam rasanya menjadi sangat nyaman.Dia menscroll IG untuk melihat lihat uptade dari teman teman nya,tapi ada satu postingan yang membuat nya melototkan mata. “my love dan sunset” caption dari postingan itu “sial Devan” maki Winter saat melihat foto itu adalah diri nya dengan Devan yang waktu itu berkunjung ke taman bermain. Dan sial nya lagi postingan itu 3 jam lalu,yang artinya Devan memposting itu waktu mereka makan malam,sudah pasti teman teman satu kantor nya melihat itu. “mati lah aku besok” ucap Winter saat membaca komentar dari rekan kerja nya yang mengucapkan selamat dan godaan untuk mereka. Keterkejutan Winter tidak berhenti disitu,dia melihat satu komentar dari Axel “congratulation my wife” Jujur saja Winter tidak mengerti Axel menulis komentar ini untuk apa,tapi dia tidak berani untuk melihat chat dia sekarang. “sial,sial,sial” ucap Winter kesal,dia memukul bantal nya berulang kali,Devan kenapa harus mempsting hal yang seperti itu,bisa di pastikan besok diri nya akan menjadi hot issue lagi. ** Winter mengoleskan selai ke roti panggang nya,selah pergi ke gym pagi tadi dia langsung ke Apartemen nya untuk sarapan,dia sengaja pergi ke kantor agak siangan untuk mehindari suara kepo dari teman satu divisi nya siapa lagi kalau bukan Sabilla. Dan omong omong Winter baru tahu kalau disini ada gym di tambah trainer di sana tampan tampan,umur nya pun tidak jauh beda dengan Winter,kalau di bandingkan dengan Axel ya kalah jauh,tubuh traineer di sana sangat berotot dan ramah senyum. “Apartemen sebesar ini kalau hanya sendiri akan terasa kesepian”gumam Winter,dia berniat memelihara kucing untuk menemani dia tidur agar tidak kesepian. Drt..drt...drt... “halo,Devan kamu kerja hari ini?” “...” “mau temani aku pet shop?” tawar Winter “..” “oke aku tunggu di depan” ucap Winter,tidak salah dia mengaja Devan,pria itu pasti meiyakan ajakannya. Winter beriap dengan cepat,dia memakai pakaian sport saja,dia sudah menjadi malas untuk turun kerja anggap saja sebagai mengambil jatah libur.sambil menunggu Devan,Winter pergi ke minimarket untuk membeli sandwitch telur,dia tahu Devan pasti belum makan. “ini buat kamu” ucap Winter setelah dia masuk ke mobil Devan. “tahu aja kalau aku belum sarapan” ucap Devan,dia menerima sandwitch telur nya dan memakan nya “sudah pantas untuk jadi istriku,sudah cantik peka lagi” “Devan jangan mulai deh” ucap Winter,sempat sempat nya Devan menggoda nya saat makan seperti itu. ** Setelah sampai Winter melihat lihat jenis kucing yang di jual dan pilihan nya jatuh ke kucing anggora kecil yang hanya duduk diam di dalam kandang. “hei,manis mau pulang sama mama?” ucap Winter mengajak kucing itu bicara. “dia kucing nya memang tidak banyak bergerak mbak” ucap penjual itu Winter mengangguk,cocok untuk diri nya “ini saja mas” ucap Winter,dia pun mulai membayar dari kucing,tempat makan,pup dan kandang “totalnya 4 juta semuanya mbak” Winter pun menyerahkan kartu kredit nya “heii,manis mau ku beri nama siapa?”ucap Winter kekucing yang baru saja dia beli “beri kitty saja”usul Devan “kamu mau di beri nama kitty?” ucap Winter menanyakan,tapi tidak ada respon tentu saja.                
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN