"Paman curang," ucap Zelda dengan nada terkesan ketus dan penuh ketidakterimaan. Marvin menaikkan sebelah alis, menyunggingkan smirk tipis sembari menatap Zelda geli. "Mau tanding ulang?" "Tidak perlu." Zelda menggelengkan kepala. "Berarti kau mengakui kekalahanmu, Little Wife?" ucap Marvin, kemudian menoleh ke arah Neon–memanggil kepercayaannya tersebut untuk membawakan payung. Gerimis semakin turun lebat serta deras. Istrinya bisa sakit. "Tidak juga." Zelda mendengkus pelan. 'Benar kata orang, pengusaha itu tidak dapat dipercaya.' batinnya sembari menatap dongkol ke arah sang paman. Sedangkan Marvin, dia terlihat cuek–menerima payung dari Neon kemudian dia memayungi sang istri. Marvin menggiringnya untuk masuk ke dalam rumah. 'Padahal tinggal lari, nggak harus memakai payu

