Pertemuan sederhana kerap menjadi awal mula hubungan yang baik. Tapi ada juga pertemuan yang sekedar angin lalu. Dunia dirancang untuk terlihat baik-baik saja meski kadang tidak. Dengan segala kepura-puraan, Bunga harus memasang wajah terbaiknya di tengah-tengah makan malam yang tidak direncanakan itu. Hidangan lezat memenuhi meja bundar. Bau makanan jadi pemicu rasa lapar. Terlebih Tama dan Anin yang menghabiskan banyak energi untuk hari ini. Hanya saja makan malam ini akan sangat canggung. Pradipto tipe manusia yang suka meneliti. Ia akan memperhatikan setiap gerakan dan memberi komentar untuk hal itu. Komentarnya juga tak lebih dari wejangan orang tua yang kadang tidak sesuai dengan pemikiran anak muda. “Ayo, silahkan makan yang banyak. Jangan sungkan-sungkan.”seru Pradipto sambil te

