Semua kembali seperti semula. Kecuali Bunga yang selalu bertingkah aneh. Ia sering telat bahkan berantem dengan teman sekelas. Ia tak punya teman kecuali Tama. Ya, Tama masih tetap mau mendekati cewek itu. Dia memang peduli pada Bunga. Apalagi dia tak lagi sekelas dengan Anin, fokusnya bisa teralih pada orang lain. Kebiasaan buruk Bunga kembali terulang. Ia sering merokok diam-diam. Hasta sendiri seakan tak peduli dan cuek. Entah apa yang ada dipikiran cowok itu. “Udahan dong. Ngerokok terus!”protes Tama sambil duduk di samping Bunga. Bunga hanya tersenyum kecut. Senyumnya benar-benar sudah hilang. “Hei Tam,,,,” “Kenapa berantem mulu sih sama Debby? Gara-gara gue lagi?” “Idih, pede banget anjir. Debby itu dendam pribadi sama gue, karena gue bikin dia malu.” “Kejadian yang dulu?” “Ya

