Buku tebal berserakan di kamar Bunga. Sudah hampir lima jam ia berkutat dengan buku tebal yang berisi pasal-pasal itu. Ia tidak terlalu peduli dengan UN, yang terpenting adalah bisa masuk universitas sesuai dengan jurusan yang ia inginkan. Orang tuanya sampai bingung, selama ini Bunga tak pernah antusias dalam belajar. Walau dasarnya memang pintar, ia hanya sekedarnya saja dalam belajar. Otaknya yang semakin panas, membuatnya berhenti sejenak. Kalau dipaksakan ia bisa sakit. Sakit adalah kata terlarang baginya. Kalaupun sakit usahakan setelah semua ini selesai. Ia meneguk s**u dan memakan roti yang disiapkan bibi. Ia membuka i********: untuk mencari hiburan. Ia terpaku pada foto yang diupload Anin. Foto yang menampilkan dirinya sedang di kafe dengan Tama dan Hasa. Beruntungnya dia punya

