Tama langsung ke kantin setelah berpisah dengan Anin. Ia masih kesal saat tahu Anin mau pindah rumah. Ia gak bisa konsentrasi ngapa-ngapain. Lebih baik makan indomie goreng di kantin. Sudah tidak ada tenaga buat belajar. Satu malam kemarin ia habiskan untuk overthinking. Ia gak bisa tidur dengan tenang. “Anin pindah.” “Gue gak bisa lihat dia lagi.” “Kapan gue mau bilang suka.” “Dia yang selalu bantuin gue kalau ada show. Terus sekarang gimana?” “Gue gak bisa isengin dia pagi-pagi.” Semua itu memenuhi pikiran-nya. Kenapa Anin harus pindah? Begitulah satu malam terlewati. Begadang untuk hal yang tidak berfaedah sama sekali. Memangnya dengan begadang, semua bakal berubah? Engga. “Kenapa lo?”tanya Bunga dengan roti dan s**u di tangannya. Tampaknya dia cuma mau beli itu dan kembali ke k

