"Anakmu kenapa tidak pernah pulang. Apa dia tidak pernah menghubungi, Bun?" tanya Bayu Prawiro yang sedang menikmati teh hangat seraya menonton berita. Nimala yang sedang mengupas apel menghentikan kegiatannya dan melirik tajam pada sang suami yang berjarak kurang lebih 3meter darinya. "Anakmu, anakmu ... dia juga anakmu! Kalau kamu lupa, Mas," balasnya ketus. Bayu menghela napas panjang. "Bukan begitu, Dek. Coba lah kamu hubungi Mila,” katanya seraya mengubah panggilan. “Masa iya, keluyuran terus nggak jelas begitu." "Nah... itu sudah tahu kelakuannya ya seperti itu. Kamu 'kan, bapaknya hubungi langsung dia duluan," tukas Nimala yang rasanya sudah mulai capek menegur Radmila yang entah tinggal di mana sekarang. Apalagi anaknya itu sudah memiliki bisnis sendiri. Sama sekali Nimala tida

