"Kamu dari mana saja. Masa adiknya ditinggal begitu saja!" tegur Asparini begitu Agha terlihat dari balik pintu samping mengarah pada garasi dengan senyum tipis tersungging di bibir merahnya. "Eh, malah senyum-senyum sih, Mas! Awas kesambet!" "Tantri nggak bilang sama Mama?" tanyanya seraya menaruh jas di lengan sofa. "Enggak. Dari mana kamu?" "Ketemu Jini." "Jini? Mana dia?" tanya Asparini yang segera bangkit dan bergegas menuju garasi. Membuka pintunya kasar dan menghidupkan lampunya. Siapa tahu anak dan menantunya ingin membuat surprise dan Radjini bersembunyi di sana. "Di rumahnya tinggal." Asparini yang tidak menemukan sosok yang menjadi objek pembicaraan mereka lantas berdiri di ambang pintu yang terbuka dan menatap lurus ke arah Agha. "Jangan bilang kamu mengembalikan dia

