Radjini duduk di teras ruko. Tubuhnya terasa capek sekali melihat orang lalu lalang dalam ruko. Radjini tidak tahu mereka dari mana, yang membuatnya bingung adalah hari itu juga Agha nyuruh Radjini menghubungi orang-orang yang bekerja kepadanya. "Masih lama mereka datang?" tanya Agha yang kemudian mengulurkan botol air mineral dingin. Radjini melirik wanita cantik dengan pakaian kantor yang mengebor Agha. Tatapan wanita itu ramah kepada Radjini. Agha yang mengetahui ke arah mana tatapan Radjini yang tak kunjung menjawab pertanyaannya, sedikit beringsut memberi jarak dengan wanita itu. "Kenalkan ini Stela, sekretarisku. Dan Stela ini adalah Istriku." Radjini yang mengangguk kemudian bangkit dan mengulurkan tangannya menjabat tangan Stela kuat. Tetapi tatapan matanya tak. Lepas dari

