Radjini terbangun saat alarm pada ponselnya berdering tepat pukul lima pagi. Tapi karena merasa matanya masih berat ia kembali berbaring. Baru saja kepala bertemu dengan bantal. Ponselnya kembali berdering dan kali ini panggilan video berlangsung karena tak ingin orang rumah lainnya terganggu ia pun menyambung dengan earphone. "Halo," sapanya dengan muka bantal. "Hai, maaf mengganggu tidurmu. Aku tidak bisa mengantarmu hari ini. Maaf ya Ini." Mata Radjini kini terbuka sempurna menyadari siapa yang meneleponnya. Ia lalu terduduk dan bersandar pada dinding tepat di atas kepalanya. "Tapi kamu sudah janji." "Iya maaf Sayang. Aku harus ke Bali mungkin sekitar satu minggu. Nggak apa ya? Urusan agency nanti biar aku yang urus." "Nggak apa-apa sih. Tapi soal agency bukannya harus secepa

