Marwan terbangun karena merasa ada kendaraan yang berhenti di depan rumahnya. Kebetulan kamar utama berada di depan dan hanya berjarak 2meter dari pagar depan. Marwan melirik ke arah istrinya yang masih nyenyak tidur dan kemudian ia bangkit keluar kamar dengan mengendap-endap supaya Sukanti tidak terbangun. Tak berselang lama, Sukanti terbangun dan menyadari sang suami sudah tidak ada di sisinya. “Mana sih Bapak nih. Malam begini.” “Ada apa, Pak?” tanya Sukanti begitu keluar dari kamar dan menemukan Marwan sedang mengintip dari balik gorden yang dibuka sedikit. “Apa ada maling?” Sukanti berbisik seraya mengendap mendekati Marwan. “Ada orang di depan. Itu motornya berhenti di seberang. Ngapain coba Warung Bu Tini juga tutup mana lampunya mati.” Sukanti menepuk bahu kiri Marwan gemas. “

