“HEI! Keluar kau gadis sialan!” Suara ketukan pintu yang kencang ditambah teriakan seorang perempuan begitu memekakkan telinga. Jinan dan Kak Kia yang sedang berada di dalam kamar mandi mencuci semua piring dan alat makan lainnya langsung saling menatap. “Siapa itu, ya?” tanya Kak Kia kepada Jinan. Wanita itu langsung mengidikkan bahunya tanda tak tahu apapun. Dengan cepat, Kak Kia pun membasuh tangannya dengan air mengalir lalu ia mengeringkannya dengan menempelkan tangannya berkali-kali ke bajunya. “Kakak lihat dulu ke luar,” lanjutnya. Jinan pun menganggukkan kepalanya. Sebenarnya, ia penasaran dengan orang yang datang dengan teriakan itu. Tak ada sopan santunnya sama sekali. Namun, saat melihat kerjaannya yang masih menumpuk. Jinan mengurungkan niatnya itu. Lebih baik ia di sini me

