Jinan duduk tak nyaman di tempatnya saat ini, karena seseorang tak berhenti menatapnya dengan intens. Ia menjadi risih. Orang itu bagaikan terus memperhatikan dirinya tanpa sedetik pun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Jinan menoleh menatap suaminya yang duduk di sampingnya, ternyata kini Randu tengah menatap pria itu dengan tatapan marah. Tangannya mengepal keras, Jinan menelan salivanya sejenak untuk menetralkan detak jantungnya yang tak beraturan. “Tolong jangan menatap istri saya seperti itu, Pak Aryo,” ucap Randu dengan nada kesalnya. Tatapan Aryo kini beralih kepadanya. Sebelah alis pria itu terangkat lalu menatap sepasang suami istri itu bergantian. “Well, istri ya?” ucapnya dengan nada sedikit mengejek. Senyuman miring pun terbit di wajahnya. “Kalau Anda tidak bisa mengharg

