POV LUSI Pria itu, pria yang aku sukai. Dia akhirnya mau bertunangan denganku dengan sebuah paksaan. Aku tak tahu ayahku melakukan hal apa agar dia mau menuruti keinginanku. Yang jelas aku gembira saat ayahku datang membawa kabar bahagia. Dia selalu saja bisa mengabulkan apa yang aku minta. Masa bodoh perihal hal apa yang ayah gunakan untuk membuat dia mau! Yang penting dia kini menjadi tunanganku. Bukannya menjadi lebih dekat, sialnya dia malah semakin menjauh. Aku harus apa untuk membuat dia jatuh hati? Kepuasan soal di atas ranjang? Soal ini dia pernah memujiku sangat mahir. Lalu apa lagi? Bukannya seorang pria itu yang terpenting adalah kepuasan? Soal rasa cinta bisa menyusul. Kali ini aku sangat-sangat menginginkan sesuatu. Iya dia! Dia seseorang yang sangat terlihat sempurna, sang

