Winda melihat Cantika yang menunjuk-menuju kearahnya. Seketika itu juga Winda segera menunduk dan tak ingin pemuda itu melihat wajahnya. Sampai akhirnya Cantika dan pemuda itu berpisah. Pemuda itu sudah masuk ke dalam mobilnya dan pergi. Lantas Cantika pun masuk ke dalam mobilnya. "Win! Kamu kenapa?" tanya Cantika melihat Winda yang tidak seperti tadi. Tentu saja Winda hanya diam. Wajahnya menjadi pucat dan keringatnya bercucuran. Cantika sadar ada yang tidak beres dengan Winda. Ia tidak mau bertanya apa pun lagi dan segera mengendarai mobilnya menuju kafe milik kakaknya, Rifki. Sesekali Cantika menoleh ke arah Winda. Gadis itu seperti ketakutan tapi, Cantika sendiri tidak tahu apa yang membuat Winda seperti itu. Akhirnya Cantika memutuskan untuk menelepon Rifki. Karena ia khawatir a

