Vano meletakkan kertas itu kembali ke tempatnya. Kemudian ia memtuskan untuk tidur karena hari sudah malam dan rasanya sangat lelah. Keesokan paginya, Vano berangkat ke kafe tanpa membawa Windaa. Ia beralasan jika Cantika hari ini tidak akan datang dan tidak ada yang bisa menemani Winda. Padahal, Vano akan merencanakan sesuatu untuk gadis yang biasa dipanggil tetangganya sebagai gadis bisu. Sesampainya di kafe, Vano mengatakan kepada Rifki perihal ulang tahun Winda yang ke-18 besok. Ia ingin gadis itu mendapatkan kejutan di kafe. Cantika yang berada di sana sangat antusias dengan kejutan itu dan meminta Vano untuk fokus menghibur para pengunjung dan ia sendiri yang akan menyusun rencana kejutan untuk Winda besok. "Terima kasih, Cantika," kata Vano. "Tak usah sungkan. Kalian berdua sau

