Jonathan menghela napas panjang setelah keluar dari kamarnya, membiarkan Boy menggantikan tugasnya untuk memuaskan Clara. "b*****t! Padahal aku menyukai kamar itu," umpat Jonathan. Dia menuju resepsionis untuk memesan kamar lain, bayangan Clara dan orang suruhannya bercinta di kamar itu membuatnya muak. "Saya mau pesan kamar lain," ucap Jonathan begitu tiba di meja resepsionis. "Memangnya ada apa dengan kamar itu, Pak?" tanya resepsionis wanita dengan nada heran. Pasalnya kamar yang dipesan Jonathan adalah salah satu kamar dengan fasilitas lengkap, dan tak sedikit tamu yang menginginkan kamar itu. "Saya bosan dengan kamar itu. Cepat carikan kamar lain." Resepsionis itu terhenyak saat mendengar nada dingin Jonathan. Dengan cepat wanita itu mengetik sesuatu pada komputer, tak lama ke

