Maya melampiaskan kekesalannya di hadapan Nining saat baru saja tiba di rumah. Nining yang sedang sibuk memasak di dapur, dibuat kaget bukan main dengan tingkah anak semata wayangnya yang kembali menjadi sosoknya dulu, marah seenaknya, dan melampiaskannya ke semua barang di dekatnya dengan melemparnya asal. Nining berusaha menenangkannya, berteriak memanggil namanya dan malah menahan tubuhnya, hingga membentaknya dan menghentakkan tubuh Maya kasar. Membuat Maya terhenti dan menatapnya kesal bukan main. “Kamu kenapa?!” tanya Nining setengah membentak. Emosi Maya sebenarnya bukan terletak pada Nining. Dia tidak salah apa-apa, hanya saja sialnya, selalu Nininglah yang melihat Maya melampiaskan segalanya. Entah apa yang membuat Maya selalu mela

