Maura membanting hadiah yang dia bawa ke atas meja Yoga. Ini sudah ke sekian kalinya dia hadir ke kantor Yoga, namun tidak mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Tidak ada Yoga di belakang mejanya yang biasanya selalu duduk santai sembari memeriksa berkas-berkas yang harus dia tanda tangani. Semua nihil, bahkan saat Maura mencoba menghubunginya pun, Yoga sama sekali tidak menjawab teleponnya. Yoga seakan menjaga jarak darinya. dan dia yakin semua ini, pasti karena Naya. Seorang wanita masuk ke dalam. Sekertaris baru Yoga yang baru sebulanan ini bekerja, langsung berdiri di samping Maura yang masih tampak kesal. Napasnya memburu hebat, kedua tangannya memegang pinggang, dan sikap itu jelas membuatnya sedikit takut. Sebelum masuk, dia sudah mendapatkan perint

