Naya menatap sedih saat melihat Rianto hadir seorang diri di pemakaman. Naya yang saat itu bersama Yoga dan kini sudah membiasakan diri menggunakan tongkat, perlahan mendekat, memaggilnya yang membuat Rianto kaget dan langsung menghapus air matanya. Senyuman yang dia coba umbar, sejujurnya membuat hati Naya sakit bukan main. Sudah tiga bulan Rianto berusaha tersenyum di hadapan Naya, sudah sebulan dia meratapi kesedihannya, bahkan sudah sebulan dia berusaha menghibur Naya padahal dirinya sendirilah yang butuh hiburan. Namun tetap saja, Naya amsih sering mendapati dirinya terpaku sendirian di dalam kamar, dengan isakan tangis yang tak bisa dia tahankan lagi saat malam menjelang. Dan semua itu membuat Naya sakit bukan main melihatnya. Rianto berdiri, mengusap

