Pemakaman pun selesai dilakukan. Naya terkulai lemah di samping pusaran bertuliskan nama Asty di batu nisannyja. Dia masih menangis, menyentuh penuh kerinduan di nama Asty seakan ingin kembali menyentuh wajah Asty seperti malam tadi. Naya masih tidak menyangka ini semua terjadi. Semua terlalu cepat, dan bagai mimpi untuknya. Tadi malam, masih terdengar tawa dan suara lembut Asty saat berbicara dengannya, memanggil namanya seakan memberikan harapan untuk Naya, bahwa Asty akan kembali padanya sperti sediakala. Namun ternyata semua tidak sesuai yang dia bayangkan. Bangunnya Asty dari koma, seakan pertanda bahwa dia hanya punya waktu sebentar untuk bisa menghabiskan malam bersama anak semata wayangnya. Dan setelah malam berlalu, dia akhirnya kembali menutup kedua matany

