Farel menatap Dahlia yang sibuk memilih ayam. Ini sudah hampir dua puluh lima menitan Dahlia memilih ayam, namun masih saja belum selesai dia pilih ayam yang ingin dia beli dan bawa pulang. Aneh, ini tidak seperti biasanya. Biasanya Dahlia tidak pernah berlama-lama di tempat penjual ayam. Dia tidak tahan dengan baunya, dan pasti selalu ingin cepat pulang dari pada berlama-lama. Namun kali ini berbeda, Dahlia seakan sengaja melakukannya. Bahkan saat Maya memilih ayam yang bagus pun, Dahlia malah menolak dan menganggapnya kurang bagus untuk dia beli. Farel menatap Dahlia yang sejak tadi pun terus menerus melihat jam di tangannya. Dia tampak gelisah, bahkan dia sering menghela napas berat. Entah apa yang sebenarya dia rencanakan. Farel hanya takut kalau semua

