Maya mencoba menghubungi seseorang saat bis yang dia tumpangi, memasuki terminal Kota Medan. Dia celinnga-celinguk, sembari menempelkan handphonenya di tellinga kanannya. Ini sudah kedua kalinya dia menghubungi orang yang akan membawakannya ke tempat tujuan. Sialnya ornag yang dia harapkan bisa membantunya, malah tidak bisa dihubungi saat ini. Maya menggerutu kesal, ditambah lagi saat bis berhenti di tempat pemberhentian. Suara supir terdengar berteriak meminta semua penumpang yang masuk di bis yang dia bawa, untuk turun. Dan hal itu semakin membuat Maya kesal bukan main. Ada kepanikan di wajahnya. Dia benar-benar tidak tahu harus ke mana, ditambah lagi dia buta dengan Kota Medan. Namun baru saja dia memijakkan kedua kakinya di tanah Kota Medan, handphonen

