Yoga tidak habis pikir kalau Maura akan menantinya di kantor dengan duduk di kursinya. Yoga yang beriat ingin menyelesaikan semua kerjaannya dan berinisiatif untuk cuti beberapa minggu, mau tidak mau harus meladeninnya. Beruntungnya sekertarisnya sudah memberitahukan semua rencananya lewat telepon, bahkan hingga cek pun dia beritahu. Dan seperti rencana semula, Yoga akan berpura-pura tidak tahu menahu soal itu. Dia tidak ingin timbul masalah yang ujung-ujungnya malah membuatnya sulit membantu Naya dan juga Rianto ke depannya. Yoga menghela napas berat. Memillih duduk di sofa tamu sembari membaca koran yang tersedia, yang malah membuat Maura kesal melihatnya. Maura berharap, aka nada senyuman lebar dan pelukan hangat dari lelaki yang sangat dia cintai itu.

