Ke-78

1417 Kata

Sampai di apartemen Mas Bumi. Mas Bumi menggendong Kay yang tertidur dan aku menggandeng tangan Nay yang sejak tadi bersenandung. Kami melangkah menuju lift entah ada di lantai berapa apartemen yang ditempati Mas Bumi. "Sabar ya, aku di lantai delapan," katanya sambil menekan tombol lift di angka delapan, seolah mendengar pertanyaan dalam hatiku. Ia lalu mengacak rambut Nay yang tersenyum ke arahnya. Kami tak lama tiba lalu berjalan masuk kali ini Mas Bumi menggandeng Nara dan menggendong Kay. Satu kata yang bisa aku pikirkan adalah sempurna. Andai .... Langkahnya terhenti lalu menatapku. "Ayo dong Bun." Aku berjalan mendekat lalu menggandeng tangan kanan Nay. Tak jauh dari lift setelah melewati satu pintu di sebelah kiri kami terhenti. Mas Bumi berniat menekan tombol pintu, ia terdia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN