Aku kembali ke rumah melihat mobil Brian yang terparkir di depan rumah. Saat pagar terbuka aku bisa melihat ia berdiri di depan teras. "Aku langsung balik ya?" kata Mas Bumi. "Brian kangen tuh." Aku melirik pada Mas Bumi yang kini fokus dengan kemudinya. Bingung, dia itu bilang suka tapi, sama sekali enggak menghalangi aku ketemu Brian? Penasaran sebenernya, cuma males tanya nanti pasti Mas Bumi semakin besar kepala. Brian berjalan mendekat, aku segera ke luar untuk menggendong Kay. Brian membuka pintu saat aku berjalan ke arah sebaliknya. Ia segera menggendong Nay dan aku menggendong Kay. Sementara itu Mas Bumi memilih tak beranjak dari kursi kemudi. "Aku langsung balik ya?" Katanya tadi saat aku menggendong Kay. "Oke, makasih ya mas, ati-ati nyetirnya." "Oke, salam buat Brian da

