Hari ini adalah hari keberangkatan kami ke bogor. Aku dan Saga terpaksa membatalkan niatan kami untuk berkunjung ke rumah ibu meski lokasi Villa yang disewa mas Bumi tak terlalu jauh dari rumha ibu. Aku dan Saga baik-baik saja seperti biasa bertengkar lalu berdamai. Sejak dulu kami memang seperti ini. Aku dan Saga ke kantor naik mobil masing-masing kemudian menaiki minibus yang sengaja dipesan oleh Mas Bumi. Aku duduk bersama Ahbi dan Saga duduk tepat di kursi sebelahku, sendiri. Entah kenapa, tapi aku merasa sejak perjalan tadi ia memerhatikanku. Smeentara aku sibuk mengobrol dengan Ahbi perihal skenario kami. Bus ini sepi sekali dari tiga puluh kursi hanya ada tujuh belas orang termasuk sopir yang ada di sini. Sedangkan Mas Bumi dan Mbak Kanaya sudah terlebih dulu ke Villa bersama para

